Setelah Dinyatakan Sehat oleh OJK, Bank Banten Langsung Tancap Gas Siapkan Empat Grand Design Strategi

Oleh : Hariyanto | Jumat, 07 Mei 2021 - 11:36 WIB

Bank Banten
Bank Banten

INDUSTRY.co.id - Serang - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) resmi dinyatakan sebagai bank dengan peringkat komposit tiga oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Status diraih setelah Bank Banten berhasil memenuhi empat persyaratan dari sisi permodalan, likuiditas, penyelesaian kredit bermasalah, dan penggantian jajaran manajemen.

Surat pemberitahuan status Bank Banten  dari OJK diterima langsung oleh Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) di Jakarta pada Kamis (6/5/2021). "Alhamdulillah. Bank Banten dinyatakan sehat oleh Otoritas Jasa Keuangan,"  ungkap Wahidin.

"Status bank sehat ini sekaligus merupakan pengakuan atas upaya transformasi yang tengah dilakukan melalui perbaikan kinerja bisnis secara berkelanjutan, penguatan likuiditas, permodalan, penguatan manajemen risiko dan penerapan good corporate governance di Bank Banten," kata Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin.

Bank Banten saat ini telah menyiapkan berbagai strategi untuk melakukan ekspansi bisnis yang terukur demi memperoleh laba di tahun 2021. Beberapa strategi yang telah disiapkan diantaranya melalui refocusing market kredit dengan lebih menyasar pada kredit yang tidak memiliki risiko tinggi, khususnya segmen ASN dan Pensiunan serta melalui Penawaran Umum Terbatas VII pada triwulan IV 2021.

Selain itu, Agus juga telah menyiapkan empat grand design strategi penguatan Bank Banten. Pertama, melalui penguatan talenta perusahaan di mana segenap insan Bank Banten harus memiliki standar profesional yang tinggi. 

Kedua, melakukan penguatan permodalan dan likuiditas. Ketiga, Bank Banten berupaya melakukan ekspansi bisnis yang terukur melalui penyelarasan model bisnis. Keempat, mengakselerasi transformasi digital dalam rangka integrasi pengembangan teknologi informasi untuk menunjang terlaksananya Ekosistem Keuangan Daerah.

Sebelumnya di awal tahun 2021, Bank Banten berhasil memperoleh pendanaan sebesar Rp 1,871 triliun dari Penawaran Umum Terbatas VI yang dilaksanakan pada akhir Desember 2020 hingga awal Januari 2021. 

Dengan terlaksananya aksi korporasi tersebut, kepemilikan saham Pemprov Banten di Bank Banten melalui PT Banten Global Development meningkat menjadi 78,21%. Sedangkan 21,79% lainnya dimiliki oleh publik.

"Kami berharap berbagai strategi yang telah kami siapkan ini dapat menjadikan Bank Banten sebagai "Bank Jawara," jago dan juara melalui pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan, memberikan nilai tambah kepada seluruh nasabah, masyarakat dan para pemangku kepentingan serta mengakselerasi peningkatan pertumbuhan perekonomian Provinsi Banten," tambah Agus.
 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua MPR RI Dorong Lahirnya Perusahaan Digital Mining Baru Bangkitkan Perekonomian Nasional

Senin, 04 Juli 2022 - 10:01 WIB

Ketua MPR RI Dorong Lahirnya Perusahaan Digital Mining Baru Bangkitkan Perekonomian Nasional

Ketua MPR RI sekaligus Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan & Keamanan KADIN Indonesia Bambang Soesatyo menuturkan pandemi Covid-19 telah berdampak buruk pada beragam sendi kehidupan,…

Kehadiran Holding BUMN Farmasi di JIEXPO

Senin, 04 Juli 2022 - 09:54 WIB

Meriahkan Jakarta Fair 2022, Kemenkes Boyong Holding BUMN Farmasi di Event Ulang Tahun Kota Jakarta

Setelah vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19, Jakarta Fair 2022 kembali digelar. Bertempat di JIExpo Kemayoran Jakarta Pusat, Pekan Raya Jakarta atau PRJ yang merupakan rangkaian dari…

Pembangunan Bendungan Jlantah

Senin, 04 Juli 2022 - 09:54 WIB

Selesai 2024, Bendungan Jlantah Akan Aliri Air 1.494 Ha Sawah di Karanganyar

Sebagai upaya meningkatkan tampungan air dan mendukung ketahanan pangan nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus membangun…

Minyak Goreng Curah (ilustrasi)

Senin, 04 Juli 2022 - 09:47 WIB

Kemenperin Catat Penyaluran MGCR Rata-rata Mencapai 81,72% dari Kebutuhan Bulanan Tiap Provinsi

Pada periode 1-30 Juni 2022, Kementerian Perindustrian mencatat pencapaian panyaluran program Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR) rata-rata mencapai 81,72% dari kebutuhan bulanan di setiap provinsi.…

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika

Senin, 04 Juli 2022 - 09:22 WIB

Hingga 1 Juli 2022, Kemenperin Mencatat Sebanyak 130 Perusahaan Terdaftar Dalam Program SIMIRAH 2

Kementerian Perindustrian mencatat, hingga 1 Juli 2022, sebanyak 130 perusahaan sudah mendaftar ke dalam Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH) 2.0. Dari total tersebut, meliputi 51…