Yusril: Tak Adil, Eks Sekda Tanah Bumbu Ditetapkan Jadi Tersangka

Oleh : Herry Barus | Kamis, 22 April 2021 - 07:50 WIB

Yusril Ihza Mahendra (Foto ist)
Yusril Ihza Mahendra (Foto ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra angkat bicara menyusul penetapan tersangka eks Sekretaris Daerah Tanah Bumbu, RS.

Usai tersangka, Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu langsung menahan RSi sejak Senin (19/4/2021)

RS terseret kasus dugaan rasuah kursi rapat dan tunggu di 10 kecamatan, 14 puskesmas, 5 kelurahan, dan puluhan desa di Kabupaten Tanah Bumbu. Yusril sendiri baru mendengar laporan terkait Rooswandi.

Sedari awal, menurut Menteri Hukum dan HAM era Presiden Megawati itu bahwa RS memang dijadikan target oleh Kejari Tanah Bumbu.

Yusril bilang itu bisa dilihat dari pola kerja yang dilakukan Kejari Tanah Bumbu dalam penyidikan tersangka lainnya yakni AF, yang perkaranya sudah dilimpahkan ke Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin.

“Sedari awal RS memang tampak menjadi target. Faktanya RS kini telah dinyatakan sebagai tersangka dan ditahan,” ujar Yusril pada keterangannya.

AF merupakan pegawai di Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanah Bumbu. Dia lebih dulu ditetapkan tersangka pada 8 Maret lalu terkait kasus dugaan korupsi pengadaan kursi yang kini menyerat RS.

Dalam kasus ini pihaknya tentu memiliki pandangan yang berbeda dengan Kejari Tanah Bumbu. Yusril mengatakan mestinya pengembangan kasus itu dilakukan setelah adanya bukti dari pengadilan bahwa AF memang benar-benar bersalah.

“Kini, AF diadili saja belum, tetapi kasusnya sudah “dikembangkan” untuk menjerat orang lain sebagai tersangka dengan dalih delik penyertaan,” ucap Guru Besar Ilmu Hukum di Universitas Indonesia.

Padahal, lanjut Yusril, penegakan hukum harus mengedepankan HAM dan menghormati harkat dan martabat seseorang. Dan itu juga mestinya dilakukan oleh Kejari Tanah Bumbu.

“Kalau nantinya AF ternyata tidak bersalah, dan kami berkeyakinan demikian karena ada tidaknya kerugian negara akibat tindakan AF belum pernah diaudit oleh BPK, maka menjadikan RS sebagai tersangka dan menahannya, jelas merupakan tindakan yang menyengsarakan seseorang,” beber Yusril.

Lebih jauh, dengan ditetapkannya RS sebagai tersangka maka pihaknya saat ini berupaya untuk melakukan penangguhan penahanan serta mendalami perubahan status tersangka tersebut.

“Sebagai advokat profesional, kami tetap akan melakukan pembelaan yang maksimal kepada RS,” pungkas advokat dari Ihza & Ihza Law Firm itu.

Diangkatnya kasus dugaan korupsi pengadaan kursi tersebut sempat menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat karena dinilai sarat kepentingan politik pasca-Pilkada Tanah Bumbu 2020 lalu.

 

RS di dikenal memiliki hubungan kurang harmonis dengan mantan bupati Sudian Noor yang menjadi pendukung utama paslon pemenang dalam Pilkada 2020 lalu.

Belakangan, RS  diberhentikan dari jabatannya sebagai sekda oleh mantan bupati tersebut karena dianggap melanggar disiplin pegawai, dan hanya menjadi staf di Dinas Satpol PP dan Damkar Tanbu.

Di sisi lain, diangkatnya kasus dugaan korupsi pengadaan kursi tersebut menjadi aneh jika dilihat dari proses pengesahan anggaran dan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sebab dari hasil pengesahan anggaran hingga pemeriksaan oleh BPK tahun anggaran 2019 tersebut tidak ada masalah.

RSi siap kooperatif atas proses hukum yang sedang bergulir.

 

Sebagai Sekda Tanah Bumbu yang kala itu merangkap ketua Panitia HUT Tanah Bumbu 2019, Rooswandi membantah tegas terlibat penyalahgunaan anggaran.

“Kami hanya panitia,” ujarnya.

Segala hal yang telah dianggarkan, kata RS  sudah melewati proses penganggaran di eksekutif dan legislatif.

“Laporan pertanggungjawabannya juga sudah, tidak ada masalah. Dari Badan Pemeriksaan Keuangan juga demikian,” ujarnya.

Sementara terkait pengadaan kursi, kata RS, sudah jelas bila pengadaannya diserahkan ke kuasa pengguna anggaran. Dalam hal ini masing-masing kepala desa, lurah hingga camat.

“Pertanggung jawabannya ada di pengguna anggaran,” ujarnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

 Prajurit Yontaifib 2 Mar Surabaya

Minggu, 09 Mei 2021 - 06:00 WIB

Prajurit Yontaifib 2 Marinir Tingkatkan Kemampuan Menembak

Dalam rangka mengasah kemampuan prajurit dalam menembak dan untuk mempererat tali silaturahmi di bulan Ramadhan, Prajurit Yontaifib 2 Mar dan prajurit Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut berlatih…

Prajurit Resimen Bantuan Tempur 1

Minggu, 09 Mei 2021 - 05:30 WIB

Prajurit Menbanpur 1 Mar Berbuka 650 Takjil Sebagai Berkah Ramadhan

Dalam rangka berbagi kebaikan dalam Bulan Ramadhan ini, Prajurit Resimen Bantuan Tempur 1 Marinir (Menbanpur 1 Mar) membagikan takjil dan hidangan nasi kotak untuk berbuka puasa kepada Yayasan…

Nicholas Youwe

Minggu, 09 Mei 2021 - 05:00 WIB

Nicholas Youwe: Veronica Koman Anda Tidak Punya Hak Bicara Masalah Papu

Nicholas Youwe mengatakan, dalam kondisi sekarang sudah tidak ada lagi keraguan dari Pemerintah Republik Indonesia didalam membangun Papua. Karena itu, berbagai pihak yang selaku memprovokasi…

Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB)

Minggu, 09 Mei 2021 - 04:00 WIB

Pimpinan Kelompok Teroris OPM Tega Tipu Keluarga Sendiri

Kejahatan Kelompok teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM) dinilai sudah dikenal sejak lama. Mulai dari membunuh guru, membantai warga, hingga membakar sekolah tempat anak-anak Papua belajar…

Ilustrasi Perumahan

Minggu, 09 Mei 2021 - 03:45 WIB

Tahu Kah Kamu! 70 Persen Milenial Lebih Pilih Beli Rumah Daripada Apartemen

Berdasarkan data portal properti Lamudi.co.id, sepanjang kuartal pertama 2021 ternyata 70 persen milenial lebih tertarik untuk membeli rumah daripada apartemen melalui daring. Rentan umur milenial…