Luar Biasa Dahsyat! Pupuk Batu Bara RI Bikin Negara-negara Afrika Kepincut, Kini Giliran Nigeria Siapkan Uang Berkoper-koper untuk Produksi

Oleh : Candra Mata | Minggu, 21 Maret 2021 - 18:02 WIB

Ilustrasi Pupuk Batubara
Ilustrasi Pupuk Batubara

INDUSTRY.co.id - Nigeria - Kementerian Perdagangan melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT Saputra Global Harvest (SGH) dari Indonesia dengan MAAIC & MAAH dari Nigeria mengenai rencana produksi dan pemasaran pupuk batu bara Saputra Futura di Nigeria. 

Asal tau saja, SGH merupakan sang pemilik paten pupuk berbahan baku batu bara.

Dalam kerja sama ini perusahaan asal Indonesia tersebut akan mendapatkan royalti pemanfaatan teknologi Saputra, sementara Nigeria menjadi penyedia bahan baku batu bara.

Penandatanganan ini dilaksanakan secara virtual di Kedutaan Besar RI (KBRI) yang disaksikan Duta Besar RI untuk Nigeria Usra Hendra Harahap serta perwakilan pemerintah negara bagian Jigawa, bagian utara Nigeria. 

"Kemendag sangat menyambut baik penandatanganan ini. Kami harap, selanjutnya, para perwakilan terus mendampingi dan menindaklanjuti kerja sama yang telah terjalin,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan, dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Minggu (21/3/2021).

Sementara itu, Kepala ITPC Lagos Hendro Jonathan optimis pupuk Saputra Futura yang akan diproduksi di Nigeria akan diterima dengan baik dan menjadi penentu perubahan dengan kualitas nutrisi yang tinggi, namun dengan harga yang lebih kompetitif. 

Dimana kerja sama PT SGH dan MAAIC & MAAH sendiri sudah diawali sejak Februari 2021 melalui pengiriman sampel pupuk yang diaplikasikan pada lahan pertanian padi dan sayuran di negara bagian Jigawa. 

Jika hasil panen yang diperkirakan pada Mei 2021 berlangsung baik, selanjutnya akan dilakukan pembelian pupuk Saputra senilai USD 40 ribu oleh MAAIC & MAAH Ltd. 

“Potensi kerja sama ini akan semakin terbuka di masa depan. Produksi pupuk Saputra Futura dengan menggunakan bahan baku batu bara Nigeria menghasilkan harga pupuk yang lebih kompetitif di Nigeria,” terang Hendro.

Secara umum, perkiraan kebutuhan pupuk Nigeria mencapai 1,8 juta ton per tahun untuk 3 juta hektare total luas lahan pertanian. 

Saat ini, sebanyak 80 persen pertanian di Nigeria menggunakan pupuk kimia (NPK) dan sisanya menggunakan pupuk urea. 

Penggunaan kedua jenis pupuk tersebut menyebabkan penurunan kualitas nutrisi tanah di lahan pertanian Nigeria. 

Sedangkan, penggunaan pupuk batu bara tidak mengurangi kandungan nutrisi di dalam tanah. Dengan begitu, produk pertanian yang dihasilkan memiliki kualitas baik dengan waktu panen relatif lebih cepat.

Adapun pendiri PT SGH Umar Hasan Saputra menerangkan, salah satu keunggulan produk pupuk batu bara Saputra adalah kemampuannya dalam mengembalikan 26 nutrisi ke dalam tanah. Pupuk yang diproduksinya pun telah dipatenkan di Amerika Serikat. 

PT SGH sendiri memiliki target jangka panjang untuk memproduksi hingga 600 ton pupuk per tahun bekerja sama dengan pabrik pupuk di Nigeria.

“KBRI Abuja bersama ITPC Lagos akan melakukan pendekatan secara kontinu kepada pengguna pupuk dan instansi pemerintah Nigeria dalam mempromosikan pupuk Saputra Futura. Hal ini mengingat produk tersebut merupakan inovasi bagi pengembangan sektor pertanian berkelanjutan di masa mendatang,” pungkas Hendro.

Berdasarkan data Trademap, nilai impor pupuk HS 3105 Nigeria tahun 2019 mencapai USD 20,3 juta dengan negara penyuplai utama adalah Maroko, Tiongkok, Spanyol, dan Italia. 

Indonesia berada di peringkat ke-9 negara pengekspor pupuk ke Nigeria dengan nilai ekspor USD 1.000. 

Adapun impor pupuk organik HS 3101 Nigeria hanya sekitar USD 10 ribu dengan negara penyuplai utama yaitu Jerman, India, Inggris, dan Belgia.

Perlu diketahui, PT Saputra Global Harvest Indonesia merupakan pemilik hak paten pupuk berbahan baku batubara. Pupuk batubara ini telah dipatenkan di Indonesia sejak 2013, sedangkan di AS perseroan memperoleh hak paten pada 2020.

Hingga saat ini, selain Nigeria, perseroan juga telah memasarkan pupuk batu bara ini ke berbagai negara Afrika lajnya, diantaranya Kenya, Zambia, Namibia dan Ghana.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Produk Daypack Leuser (Dok: Leuser Adventure Shop)

Jumat, 25 Juni 2021 - 10:15 WIB

Berburu Perlengkapan Outdoor di Leuser Adventure Shop, Ada Diskon Menarik, Lho!

Pemerintah Indonesia telah memberikan pelonggaran terhadap wisatwan untuk berwisata ke berbagai daerah Indonesia sebagai upaya meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Akan tetapi,…

Pertashop Dexlite Pertama Resmi Beroperasi

Jumat, 25 Juni 2021 - 09:23 WIB

Pertashop Dexlite Pertama Resmi Beroperasi di Sragen

Untuk pertama kalinya di Regional Jawa Bagian Tengah, Pertashop yang menyalurkan produk bahan bakar minyak (BBM) mesin diesel atau jenis gasoil, yaitu Dexlite resmi beroperasi.

Pembangunan Bendungan Ladongi

Jumat, 25 Juni 2021 - 08:57 WIB

Progres Pembangunan Sudah 90,28 Persen, Bendungan Ladongi di Kolaka Timur Siap Impounding Pada Juli 2021

Bendungan Ladongi akan menahan aliran Sungai Ladongi dengan kapasitas tampung 45,95 juta m3 dan luas genangan serta area sabuk hijau sebesar 246,13 hektar (ha). Nantinya air yang tertampung…

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardi (kiri) bersama Direktur Information Technology Bank Syariah Indonesia, Achmad Syafii (kanan) saat menunjukkan aplikasi BSI Mobile

Jumat, 25 Juni 2021 - 08:20 WIB

Buka Rekening ke Cabang Enggak Zaman, BSI Bisa Onlie!

PT Bank Syariah Indonesia (Tbk) atau BSI terus melakukan transformasi digital untuk menghadirkan kemudahan layanan keuangan bagi nasabah dan masyarakat, termasuk membuka rekening secara daring…

Maybank dan Blibli

Jumat, 25 Juni 2021 - 08:00 WIB

Maybank Finance dan Garasi.id, Blibli Hadirkan Kemudahan Jual Beli Mobil Baru

Blibli, e-commerce lokal terdepan, berkolaborasi dengan Maybank Finance, solusi pembiayaan dari salah satu bank terbesar di Indonesia, dan Garasi.id, pusat jual beli mobil bekas berkualitas,…