INDUSTRY.co.id - Jakarta - ZTE Corporation, vendor terkemuka di dunia untuk solusi telekomunikasi serta teknologi bagi kalangan perusahaan dan konsumen dalam sektor Internet Seluler, menerbitkan Laporan Tahunan 2020 dan Pengumuman Hasil Awal dari Kuartal Pertama 2021.

Advertisement

Dalam laporan tersebut, di tahun 2020 pendapatan operasional ZTE mencapai RMB 101,45 miliar yang menggambarkan peningkatan tahun ke tahun sebesar 11,8%. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa (ordinary share) dari perusahaan tercatat sebesar RMB 4,26 miliar dan penurunan tahun ke tahun sebesar 17,3%.

Hal ini terutama disebabkan oleh pertumbuhan laba bersih yang relatif substansial untuk tahun 2019 yang terdiri dari pendapatan satu kali sebelum pajak sebesar RMB 2,66 miliar dari pelepasan aset selama kuartal ketiga tahun 2019. Laba per saham dasar adalah RMB 0,92.

Advertisement

Sementara itu, perusahaan memperkirakan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa untuk kuartal pertama 2021 mencapai RMB 1,8 miliar hingga RMB 2,4 miliar dengan pertumbuhan tahun ke tahun dari 130,8% menjadi 207,7%.

Menurut perusahaan, pertumbuhan tersebut terutama disebabkan oleh dua aspek yaitu, Pertama, perusahaan melaporkan pertumbuhan pendapatan operasional dari tahun ke tahun dan pemulihan marjin laba kotor (gross margin) yang berkelanjutan untuk periode pelaporan serta peningkatan profitabilitas yang substansial untuk mengoptimalkan pola pasarnya.

Advertisement

Kedua, selama periode tersebut, perusahaan mengalihkan 90% Kepemilikan Ekuitas di Caltta Technologies Co., Ltd., yang mencatat laba sebelum pajak sekitar RMB 774 juta.

Pada tahun 2020, terlepas dari tantangan pandemi dan lingkungan eksternal yang kompleks, perusahaan tetap berupaya untuk fokus pada bisnis utama dan inovasi teknologi, mengutamakan kualitas operasi serta secara aktif mempromosikan pengembangan bisnis dan pangsa pasar global.

Advertisement

Pada tahun 2020, pendapatan operasional ZTE di pasar domestik dan internasional meningkat dari tahun ke tahun, dengan peningkatan masing-masing sebesar 16,9% menjadi RMB 68,05 miliar dan 2,7% menjadi RMB 33,40 miliar.

Dalam pasar domestik, ZTE memanfaatkan peluang pengembangan 5G dan infrastruktur baru, membuat pencapaian besar pada tahun 2020 baik dalam pangsa pasar maupun pertumbuhan pendapatan.

Dalam pasar internasional, margin laba kotor ZTE naik 4,9% menjadi 37,2%, jumlah tersebut merupakan yang tertinggi dalam dekade terakhir dan berhasil diraih berkat komitmen ZTE untuk terus meningkatkan profitabilitas dengan mengikuti operasi perusahaan yang sehat dan menjelajahi pasar bernilai tinggi.

Pada tahun 2020, ZTE memperoleh pertumbuhan dari tahun ke tahun di ketiga layanan utamanya. Secara khusus, dalam hal pendapatan operasi, jaringan operator perusahaan, layanan pemerintah dan perusahaan, serta layanan konsumen meningkat masing-masing sebesar 11,2% menjadi RMB 74,02 miliar, 23,1% menjadi RMB11,27 miliar, dan 7,8% menjadi RMB 16,16 miliar.

Selama tahun 2020, ZTE memperkuat manajemen arus kas dan pengumpulan jumlah penjualan, dan mencapai peningkatan berkelanjutan dalam kualitas operasional. Arus kas bersih dari aktivitas operasi untuk tahun 2020 naik menjadi RMB 10,23 miliar, meningkat dari tahun ke tahun sebesar 37,4%, jumlah tersebut turut menjadi rekor baru bagi perusahaan.

Sementara itu, perseroan terus mengoptimalkan struktur neracanya, dengan gearing ratio yang menurun dari 73,1% di akhir 2019 menjadi 69,4% di akhir 2020. Berkomitmen untuk membangun daya saing inti yang lebih kuat, ZTE terus meningkatkan investasi dalam penelitian dan pengembangan.

Untuk dua belas bulan yang berakhir pada 31 Desember 2020, pengeluaran R&D perusahaan mencapai RMB 14,80 miliar dengan pertumbuhan tahun ke tahun sebesar 17,9%, 14,6% sebagai persentase pendapatan operasional yang meningkat 0,8 poin persentase dari tahun 2019.

Menurut laporan terbaru IPlytics yang diterbitkan pada bulan Februari dengan judul “Who is Leading the 5G patent. Race?”, ZTE masuk dalam peringkat tiga besar secara global untuk kepemimpinan berkelanjutan dalam 5G untuk Standard-Essential Patents (SEP) yang didaftarkan dalam ETSI.

Dalam bisnis jaringan operator, ZTE telah aktif berpartisipasi dalam pengembangan 5G secara global. Didukung dengan berbagai produk dan solusi yang diciptakan, perusahaan berkomitmen untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan serta efisiensi jaringan yang diharapkan dapat membangun jaringan 5G hemat biaya.

Produk nirkabel 5G, jaringan inti 5G, dan produk transportasi 5G masing-masing mencakup lebih dari 30% pasar operator domestik. Menurut laporan dari organisasi eksternal, ZTE menduduki peringkat kedua di dunia dalam hal pengiriman global jaringan 5G pada tahun 2020. Selain itu, perusahaan juga menempati peringkat kedua dalam hal pangsa pasar operator jaringan optik secara global.

Dengan total kapasitas pengguna sistem video melebihi 150 juta, ZTE telah mencapai pertumbuhan pangsa pasar lebih lanjut. Rangkaian lengkap solusi dan produk catu daya (power supply) 5G ZTE telah melindungi pasokan daya untuk lebih dari 200.000 situs 5G di seluruh dunia.

Dalam bisnis pemerintahan dan perusahaan, ZTE berfokus pada industri besar, seperti energi, transportasi, urusan pemerintahan, keuangan, dan sejenisnya. Mengandalkan Precision Cloud Network dan Empowerment Platform, ZTE berkomitmen untuk melakukan penyebaran infrastruktur baru, aplikasi industri 5G, dan peningkatan transformasi digital.

Sementara itu, pusat data perusahaan, produk penyimpanan server umum, konferensi video, database terdistribusi, sistem operasi, dan solusi produk inti lainnya telah diterapkan secara luas ke dalam bidang pemerintahan dan perusahaan.

Berdasarkan sistem manajemen basis data terdistribusi GoldenDB, ZTE telah memperkuat posisi komersial terdepan di bidang layanan keuangan domestik, dengan basis data yang mencakup rangkaian lengkap sistem layanan
perbankan di Cina.

Lebih lanjut, ZTE telah mengajukan lebih dari 200 paten inti di GoldenDB dan meraih penghargaan 2020 PMI (China) Project Excellence Award. Selain itu, solusi pusat data modul lengkap ZTE telah digunakan secara komersial, dengan lebih dari 300 kasus di seluruh dunia. Solusi secure remote office yang diciptakan ZTE telah membantu berbagai perusahaan untuk tetap melakukan pekerjaan dan produksi selama pandemi.

ZTE bersama dengan lebih dari 500 mitra telah melakukan inovasi aplikasi 5G dan praktik komersial dan mencapai hampir 100 skenario aplikasi inovasi 5G. Sedangkan untuk bisnis konsumen, ZTE terus memperkuat kerja sama dalam perangkat terminal 5G dengan lebih dari 30 operator di seluruh dunia dan mengintegrasikan sumber daya dari ZTE, Nubia, dan RedMagic.

Dengan adanya integrasi tersebut, ZTE telah membuat perkembangan yang stabil di pasar internasional dan berhasil mengembangkan pasar konsumen domestik. Pada tahun 2020, ZTE meluncurkan smartphone dengan kamera bawah layar pertama di dunia, ZTE Axon 20 5G.

Home network terminal dan inovasi terminal yang terintegrasi telah mempertahankan posisi dominan global dalam industri untuk waktu yang lama. Hingga saat ini, CPE Indoor 5G generasi baru telah diluncurkan secara terus-menerus di pasar luar negeri. Ke depan, ZTE akan terus memperkuat posisi perusahaan melalui berbagai solusi inovatif dan berkomitmen untuk membangun potensi ekonomi digital.

Selain itu, perusahaan akan terus meningkatkan sistem manajemen kepatuhan (compliance), serta memperkuat pengendalian dan manajemen internal. ZTE akan terus bekerja sama dengan mitra industri untuk membangun kemampuan yang lebih tinggi sehingga dapat mencapai pertumbuhan yang berkualitas secara bersama-sama.