INDUSTRY.co.id - Jakarta - Saat ini, banyak pelaku bisnis menghadapi tantangan baru dengan meningkatnya biaya kanal penjualan digital. Komisi marketplace, biaya promosi, hingga biaya transaksi membuat omzet terlihat terus bertambah setiap bulan, tetapi laba bersih justru semakin menipis.

Di sisi lain, banyak bisnis masih mengandalkan marketplace sebagai satu-satunya kanal penjualan. Padahal, dengan membangun kanal penjualan sendiri, bisnis dapat memiliki kontrol yang lebih besar terhadap pengalaman pelanggan, pilihan metode pembayaran, hingga struktur biaya transaksi. Untuk mendukung hal tersebut, penggunaan Payment Gateway yang sesuai dengan kebutuhan bisnis menjadi salah satu langkah penting agar proses pembayaran tetap efisien sekaligus mudah dikelola.

Namun, kenaikan biaya marketplace bukan berarti Anda harus meninggalkan marketplace sepenuhnya. Marketplace tetap menjadi kanal yang efektif untuk menjangkau pelanggan baru. Strategi yang lebih tepat adalah menjadikan marketplace sebagai kanal akuisisi pelanggan, lalu melengkapinya dengan kanal penjualan milik sendiri agar bisnis tidak bergantung pada satu platform saja.

Dengan kombinasi strategi tersebut, bisnis dapat menjaga margin keuntungan, memberikan pengalaman pembayaran yang lebih baik bagi pelanggan, sekaligus membangun hubungan jangka panjang. Berikut tujuh cara yang dapat Anda terapkan untuk menjaga margin bisnis meski biaya marketplace terus meningkat.

1. Pertahankan Marketplace sebagai Kanal Akuisisi Pelanggan

Marketplace masih menjadi salah satu cara terbaik untuk menjangkau pelanggan baru karena jutaan calon pembeli sudah aktif bertransaksi di dalamnya. Menutup toko di marketplace bukanlah solusi yang tepat.

Sebaliknya, jadikan marketplace sebagai kanal akuisisi pelanggan. Setelah pelanggan mengenal bisnis Anda, arahkan mereka untuk bertransaksi kembali melalui kanal penjualan milik sendiri. Dengan cara ini, marketplace tetap memberikan manfaat sebagai sumber pelanggan baru, sementara bisnis memiliki peluang membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui kanal yang lebih mudah dikendalikan.

2. Bangun Kanal Penjualan Sendiri

Memiliki kanal penjualan sendiri membantu bisnis mengurangi ketergantungan terhadap marketplace sekaligus memberikan kontrol lebih besar terhadap pengalaman pelanggan, operasional, serta biaya transaksi. Selain itu, Anda juga dapat membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan tanpa selalu bergantung pada platform pihak ketiga.

Membangun kanal penjualan sendiri tidak selalu berarti harus membuat website atau aplikasi dari nol. Solusi yang tepat bergantung pada kesiapan bisnis Anda saat ini.

Pilih solusi yang sesuai dengan tahap bisnis

Setiap bisnis memiliki kebutuhan dan tingkat kesiapan digital yang berbeda. Karena itu, pilih solusi pembayaran yang paling sesuai agar implementasi lebih efisien.

● Belum memiliki website maupun aplikasi

Gunakan DOKU Payment Link untuk mulai menerima pembayaran hanya melalui sebuah tautan. Link pembayaran dapat dibagikan melalui WhatsApp, Instagram, email, media sosial, maupun aplikasi chat lainnya tanpa perlu membangun website terlebih dahulu.

● Ingin memiliki etalase produk tanpa membangun website

Gunakan DOKU Digital Catalog. Solusi ini memungkinkan Anda menampilkan katalog produk lengkap beserta variasi produk dan stok, sekaligus menerima pembayaran melalui satu tautan yang siap dibagikan kepada pelanggan.

● Sudah memiliki toko online yang dibangun menggunakan platform e-commerce seperti Shopify, Magento, atau WooCommerce

Gunakan DOKU Plug-in. Solusi ini memungkinkan Anda mengintegrasikan Payment Gateway DOKU ke toko online hanya dengan proses instalasi dan konfigurasi, tanpa perlu membangun integrasi pembayaran dari awal maupun melakukan pengembangan kode yang kompleks.

● Sudah memiliki website atau aplikasi, tetapi belum memiliki halaman pembayaran sendiri

Gunakan DOKU Checkout. Solusi hosted checkout ini menyediakan halaman pembayaran yang telah disiapkan oleh DOKU sehingga pelanggan dapat menyelesaikan transaksi dengan aman tanpa perlu membangun sistem checkout dari awal. Implementasinya lebih cepat sehingga bisnis dapat segera mulai menerima pembayaran.

● Sudah memiliki website atau aplikasi dan ingin menghadirkan pengalaman pembayaran yang sepenuhnya terintegrasi

Gunakan DOKU Direct API. Solusi ini memungkinkan Anda membangun alur pembayaran yang menyatu dengan website atau aplikasi, sekaligus memberikan fleksibilitas untuk mengatur tampilan, pengalaman pengguna, dan proses pembayaran sesuai kebutuhan bisnis.

Pilih Payment Gateway dengan struktur biaya yang transparan

Selain fitur, struktur biaya juga menjadi faktor penting saat memilih Payment Gateway. Hindari layanan yang mengenakan biaya setup maupun biaya bulanan apabila bisnis Anda masih bertumbuh atau memiliki volume transaksi yang belum stabil.

Sebagai contoh, DOKU tidak mengenakan biaya setup maupun biaya bulanan. Merchant hanya dikenakan biaya ketika transaksi berhasil diproses sehingga biaya operasional mengikuti aktivitas bisnis, bukan waktu. Dengan model biaya seperti ini, margin bisnis dapat lebih terjaga sekaligus mempermudah perencanaan biaya operasional.

Sediakan metode pembayaran yang lengkap

Setelah memiliki kanal penjualan sendiri, pastikan bisnis Anda memiliki berbagai pilihan metode pembayaran agar proses checkout menjadi lebih nyaman bagi pelanggan dan peluang transaksi berhasil semakin tinggi.

Melalui layanan Payment Gateway DOKU, bisnis dapat menerima pembayaran menggunakan berbagai metode pembayaran terlengkap, mulai dari QRIS, Virtual Account, kartu kredit dan debit, e-Wallet, PayLater, hingga pembayaran melalui minimarket. Semakin banyak pilihan pembayaran yang tersedia, semakin besar peluang pelanggan menyelesaikan transaksi.

Sesuaikan metode pembayaran dengan nilai transaksi

Selain menyediakan berbagai metode pembayaran, penting juga memahami karakteristik biaya dari masing-masing metode.

Untuk transaksi bernilai besar, Virtual Account umumnya lebih efisien karena menggunakan biaya tetap per transaksi. Sebaliknya, untuk transaksi bernilai lebih kecil, metode seperti QRIS maupun e-Wallet biasanya lebih ekonomis karena menggunakan biaya berbasis persentase.

Dengan memilih metode pembayaran yang sesuai dengan nilai transaksi, bisnis dapat mengoptimalkan biaya pembayaran sekaligus menjaga margin keuntungan.

3. Hitung Margin Bersih Setiap Kanal Penjualan

Setelah memiliki lebih dari satu kanal penjualan, penting untuk menghitung margin masing-masing kanal secara terpisah.

Jangan hanya melihat total omzet. Perhitungkan seluruh komponen biaya, mulai dari komisi marketplace, biaya promosi, biaya transaksi pembayaran, hingga biaya operasional lainnya pada setiap kanal penjualan.

Dengan memisahkan perhitungan tersebut, Anda dapat mengetahui kanal mana yang memberikan keuntungan paling besar dan kanal mana yang masih perlu dioptimalkan. Hasil evaluasi ini juga membantu menentukan strategi penjualan yang lebih efektif di masa mendatang.

4. Evaluasi Performa Kanal Penjualan Secara Berkala

Biaya operasional, perilaku pelanggan, maupun tren pasar dapat berubah dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, evaluasi performa setiap kanal penjualan secara berkala agar strategi yang diterapkan tetap relevan.

Pantau metrik seperti jumlah transaksi, nilai transaksi rata-rata, metode pembayaran yang paling sering digunakan, serta margin yang dihasilkan oleh masing-masing kanal. Dengan evaluasi yang rutin, Anda dapat mengambil keputusan berdasarkan data untuk meningkatkan efisiensi biaya sekaligus menjaga profitabilitas bisnis.

5. Bangun Hubungan Langsung dengan Pelanggan

Ketika pelanggan mulai bertransaksi melalui kanal milik sendiri, bisnis memiliki kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih dekat tanpa selalu bergantung pada marketplace.

Anda dapat memberikan promo khusus, mengirimkan pengingat pembayaran, menawarkan produk baru, maupun mendorong pembelian ulang melalui kanal yang Anda miliki. Hubungan yang lebih baik dengan pelanggan membantu meningkatkan loyalitas dan repeat order, sehingga biaya untuk memperoleh pelanggan baru pun dapat ditekan.

6. Optimalkan Strategi Penjualan Berdasarkan Data

Data transaksi dapat menjadi dasar untuk mengembangkan strategi penjualan yang lebih efektif.

Analisis metode pembayaran yang paling banyak digunakan, produk yang paling diminati, waktu transaksi, hingga performa masing-masing kanal penjualan. Informasi tersebut membantu Anda menentukan strategi promosi, mengoptimalkan pilihan metode pembayaran, serta mengalokasikan investasi pada kanal yang memberikan keuntungan terbesar.

7. Jadikan Marketplace dan Kanal Sendiri Saling Melengkapi

Strategi terbaik bukan memilih antara marketplace atau kanal penjualan sendiri, melainkan memanfaatkan keduanya sesuai dengan perannya.

Gunakan marketplace sebagai kanal untuk menjangkau pelanggan baru. Sementara itu, manfaatkan website, aplikasi, maupun kanal penjualan milik sendiri untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan serta mengelola transaksi dengan biaya yang lebih mudah dikendalikan.

Dengan strategi ini, bisnis tetap memperoleh jangkauan pasar yang luas sekaligus memiliki kontrol yang lebih baik terhadap margin keuntungan.

Mulai Jaga Margin Bisnis Anda Bersama DOKU

Sebagai perusahaan fintech pembayaran, DOKU menyediakan solusi Payment Gateway untuk membantu bisnis menerima pembayaran melalui lebih dari 45 metode pembayaran termasuk DOKU e-Wallet dengan struktur biaya yang transparan serta tanpa biaya setup maupun biaya bulanan.

Selain Payment Gateway, DOKU juga menyediakan solusi B2B seperti Wallet as a Service yang mencakup Embedded Wallet dan Sub Account, serta Payouts untuk kebutuhan Disbursement maupun Remittance. 

Mulailah membangun kanal penjualan yang lebih mandiri bersama DOKU. Dengan solusi pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, Anda dapat menjaga margin keuntungan, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.