INDUSTRY.co.id - Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memaparkan capaian pemerintahan yang dipimpinnya selama 21 bulan terakhir dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026. 

Dalam pidatonya, Prabowo mengklaim pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif, termasuk keberhasilan mencapai swasembada pangan dan swasembada solar lebih cepat dari target.
 
Prabowo mengatakan, sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, pemerintah bekerja dengan empat pedoman utama, yakni menjalankan amanat UUD 1945, melindungi kepentingan inti nasional, menyelesaikan kesulitan rakyat secepat mungkin, serta mengutamakan kepentingan generasi sekarang dan mendatang.
 
“Hari ini, 21 bulan sejak sumpah itu saya ucapkan, saya kembali ke hadapan Majelis ini untuk menyampaikan apa yang telah kita kerjakan, apa yang mulai kita lihat hasilnya, dan apa yang masih harus kita selesaikan,” ujar Prabowo dalam pidatonya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
 
Presiden mengakui bahwa tidak semua persoalan bangsa telah selesai. Namun, menurut dia, berbagai masalah yang selama puluhan tahun dianggap rumit mulai menemukan jalan penyelesaian melalui keberanian mengambil keputusan dan kerja keras pemerintah.
 
Menurut Prabowo, selama 663 hari pemerintahan, kabinet yang dipimpinnya telah memutuskan satu kebijakan transformatif rata-rata setiap lima hari.
 
“Pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara. Sebagian masalah itu telah berpuluh tahun tidak diselesaikan,” katanya.
 
Prabowo bahkan mengungkapkan bahwa intensitas kerja kabinet sangat tinggi hingga beberapa menteri mengalami kelelahan berat.
 
“Beberapa di antara mereka terpaksa masuk rumah sakit, ada yang operasi, ada yang pingsan, ada yang kecapekan. Demikian bukti kesungguhan dari pemerintah yang saya pimpin,” ujarnya.
 
Salah satu capaian yang paling disoroti adalah keberhasilan swasembada pangan. Prabowo menyebut target yang sebelumnya diperkirakan membutuhkan waktu empat hingga lima tahun berhasil dicapai hanya dalam satu tahun.
 
Ia mengatakan pemerintah telah memangkas 145 aturan penyaluran pupuk, menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen, sekaligus meningkatkan keuntungan PT Pupuk Indonesia hingga 252,8 persen.
 
Menurut Prabowo, Indonesia kini telah swasembada delapan komoditas pangan, yaitu beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
 
Di sektor energi, Prabowo menyatakan Indonesia telah memulai langkah menuju swasembada energi melalui produksi diesel berbasis B50.
 
Ia mengklaim bahwa sejak 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor bahan bakar minyak jenis solar dari luar negeri.
 
“Kita berhasil menghemat devisa Rp170 triliun, sekitar 9,5 miliar dollar Amerika, yang tidak lagi harus kita kirim ke luar negeri,” kata Prabowo.
 
Selain itu, Presiden menyebut program makanan bergizi, bantuan sosial digital, dan hilirisasi industri tidak lagi sekadar rencana, melainkan telah berjalan dan mulai memberikan manfaat kepada masyarakat.
 
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri.
 
“Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ini rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi. Karena kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dirasakan rakyat,” ujarnya.
 
Di akhir pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa ia menerima mandat rakyat bukan untuk menjelaskan mengapa masalah tidak bisa diselesaikan, melainkan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat.
 
“Kami memilih mengambil keputusan yang sulit pada hari ini daripada mewariskan masalah yang lebih berat dan lebih rumit kepada generasi penerus kita,” kata Prabowo.