INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) semakin membuka peluang bagi seller eCommerce di Indonesia untuk menjalankan bisnis secara lebih efisien. Berbagai pekerjaan rutin, termasuk membuat dan mengoptimalkan listing produk, kini dapat dilakukan dengan bantuan teknologi AI.

Listing produk menjadi salah satu elemen penting dalam bisnis online. Bukan hanya berfungsi untuk menampilkan barang yang dijual, listing juga menjadi sarana bagi seller untuk menjelaskan keunggulan produk kepada calon konsumen, mulai dari judul, deskripsi, foto, hingga kata kunci.

Ketertarikan seller Indonesia terhadap pemanfaatan AI terlihat dalam riset Lazada bertajuk “Bridging the AI Gap: Online Seller Perceptions and Adoption Trends in Southeast Asia”.

Dalam riset tersebut, sebanyak 90 persen seller Indonesia yang disurvei menyatakan AI penting untuk meningkatkan produktivitas. 

Sementara itu, 50 persen seller Indonesia yang disurvei masuk dalam kategori AI Aspirants, yakni kelompok yang mulai berinvestasi pada teknologi AI karena menilai teknologi tersebut dapat membantu menangani pekerjaan yang lebih kompleks sekaligus meningkatkan produktivitas.

Riset itu juga menunjukkan bahwa solusi untuk membuat dan mengoptimalkan listing produk atau AI Smart Listing, serta solusi pemasaran berbasis AI, menjadi sejumlah aplikasi yang paling banyak digunakan oleh kelompok AI Aspirants.

Head of Business Growth and Operations Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo, mengatakan listing produk tidak sekadar menjadi tempat untuk memajang barang yang dijual.

Menurutnya, listing merupakan kesempatan bagi seller untuk menyampaikan nilai dan keunggulan produk kepada konsumen secara lebih efektif.

“Listing produk bukan sekadar menampilkan barang yang dijual, tetapi menjadi kesempatan bagi seller untuk menyampaikan nilai dan keunggulan produknya,” ujar Amelia.

Dengan bantuan AI, seller dapat menyusun informasi produk secara lebih lengkap dan menarik. Teknologi tersebut dapat membantu proses pembuatan judul, deskripsi, gambar, hingga pemilihan kata kunci.

Kondisi tersebut membuat konsumen lebih mudah memahami produk dalam waktu singkat sebelum akhirnya menentukan keputusan pembelian.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Lazada menghadirkan sejumlah solusi berbasis AI bagi seller, di antaranya AI Smart Listing. Fitur ini dapat mempercepat proses pembuatan listing dengan mengisi atribut produk berdasarkan gambar maupun kata kunci.

Selain itu, terdapat AI Smart Product Optimisation yang membantu seller menemukan bagian-bagian listing yang masih dapat ditingkatkan, mulai dari judul, deskripsi hingga gambar produk.

“Melalui AI, seller dapat memperbaiki listing dalam hitungan menit. Hal ini membantu seller menampilkan produk secara lebih efektif dan menciptakan pengalaman belanja yang lebih baik bagi konsumen,” kata Amelia.

3 Cara Mengoptimalkan Listing Produk dengan AI
Amelia juga membagikan tiga langkah yang dapat dilakukan seller untuk memaksimalkan pemanfaatan AI dalam mengoptimalkan listing produk.

1. Membuat Visual Produk Lebih Menarik
Visual menjadi salah satu faktor penting dalam menarik perhatian konsumen ketika berbelanja online. Karena itu, kualitas foto produk perlu mendapatkan perhatian dari seller. AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas visual, termasuk merapikan latar belakang foto agar produk terlihat lebih bersih dan profesional.

Cara ini terutama bermanfaat bagi seller yang bergerak di kategori fashion, aksesori, hingga perlengkapan rumah tangga.

Dengan visual yang lebih menarik dan informatif, seller berpeluang memberikan gambaran produk yang lebih jelas kepada calon pembeli.

2. Menyesuaikan Listing dengan Tren Pasar
Preferensi konsumen di dunia digital dapat berubah dengan cepat. Tren pencarian dan kata kunci yang digunakan calon pembeli pun terus berkembang. Seller dapat memanfaatkan AI untuk membantu memperbarui judul, deskripsi, serta kata kunci agar tetap relevan dengan tren pasar dan pencarian konsumen.

Misalnya, seller dapat menyesuaikan informasi produk berdasarkan kata kunci yang sedang banyak dicari di media sosial. Dengan begitu, produk berpotensi lebih mudah ditemukan oleh konsumen yang sedang mencari barang tertentu.

3. Menghemat Waktu Operasional
Mengelola toko eCommerce sering kali membuat seller harus mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan. Mulai dari membuat listing, memperbarui informasi produk, memperbaiki foto, melayani konsumen, hingga menyusun strategi pemasaran. 

Pemanfaatan AI dapat membantu menyederhanakan pekerjaan repetitif tersebut. Riset Lazada menunjukkan bahwa penggunaan AI dapat membantu menghemat waktu operasional seller sekaligus menyederhanakan proses membuat, memperbarui, dan mengoptimalkan listing produk.

Efisiensi ini membuat seller memiliki lebih banyak waktu untuk mengembangkan produk, meningkatkan layanan pelanggan, serta menyusun strategi bisnis yang lebih strategis.

Lazada Dorong Seller Tingkatkan Kemampuan Digital
Tak hanya menyediakan teknologi, Lazada juga berupaya mendampingi seller melalui berbagai program edukasi. Salah satunya melalui Lazada University yang menjadi sumber pembelajaran bagi para seller.

Lazada juga secara rutin menggelar berbagai pelatihan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kemampuan dalam menjalankan bisnis online.

Salah satunya adalah Lazada Seller Creator Camp yang akan digelar pada 13 Agustus 2026. Program tersebut akan menghadirkan para ahli yang berbagi wawasan mengenai strategi pemasaran, branding, serta fotografi produk.

Amelia menegaskan bahwa pemanfaatan AI tetap perlu diimbangi dengan peran manusia. Menurutnya, teknologi merupakan alat yang dapat membantu seller bekerja lebih cepat dan efisien, sementara kreativitas serta strategi bisnis tetap membutuhkan sentuhan manusia.

“Kami berkomitmen untuk membantu seller membangun bisnis yang berkelanjutan. Namun, faktor manusia tetap penting. Karena itu, kami terus menghadirkan pelatihan agar seller dapat memanfaatkan AI dan berbagai tools lainnya secara efektif untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis mereka,” pungkas Amelia.