INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Industri percetakan Indonesia terus memasuki fase transformasi seiring meningkatnya adopsi teknologi digital, kebutuhan personalisasi produk, serta ekspansi sektor packaging, label, dan textile printing. Perubahan tersebut mendorong pelaku industri untuk tidak hanya mengandalkan teknologi cetak konvensional, tetapi mulai mengintegrasikan digital printing, otomasi, graphic technology, hingga solusi produksi berbasis efisiensi.
Pada 2026, industri percetakan Indonesia diproyeksikan mencatat pertumbuhan sekitar 3,39%, dengan pertumbuhan kumulatif yang berada di kisaran 11,42%. Pertumbuhan tersebut antara lain ditopang oleh sektor packaging dan label yang disebut mengalami peningkatan hingga 20%, sementara textile printing tumbuh sekitar 15%. Penetrasi e-commerce dan geliat UMKM turut menjadi katalis bagi meningkatnya kebutuhan terhadap produk cetak yang lebih fleksibel, cepat, dan terpersonalisasi.
Tren tersebut menunjukkan adanya pergeseran paradigma dari mass printing menuju digital, on-demand, dan pencetakan personal (custom). Perubahan ini sekaligus membuka ruang bagi penerapan teknologi produksi yang semakin terintegrasi, mulai dari digital printing, finishing, workflow automation, hingga solusi yang mendukung kebutuhan packaging dan industrial printing.
Merespons dinamika tersebut, ALLPrint Indonesia 2026 kembali digelar oleh Krista Exhibitions sebagai platform business-to-business (B2B) yang mempertemukan pelaku industri dengan teknologi, mesin, peralatan, bahan baku, serta solusi produksi untuk sektor printing dan graphic arts.
Pameran akan berlangsung pada 7–10 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dengan menghadirkan sekitar 400 peserta, termasuk 20 UMKM, dari lebih dari 10 negara. Negara peserta antara lain Indonesia, China, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Jerman, Jepang, India, Singapura, dan Korea Selatan. Selama empat hari penyelenggaraan, ALLPrint Indonesia 2026 menargetkan sekitar 60.000 pengunjung.
Chief Executive Officer Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan perkembangan industri percetakan telah mengalami perluasan cakupan, sejalan dengan hadirnya berbagai teknologi dan kebutuhan baru dari sektor industri.
“Industri percetakan saat ini berkembang sangat luas. Tidak hanya berbicara mengenai mesin dan teknologi cetak konvensional, tetapi juga digital printing, printing untuk kemasan, teknologi grafis, label, hingga berbagai solusi yang dibutuhkan oleh industri. Perkembangan ini tentu menciptakan kebutuhan baru dan peluang bisnis baru bagi para pelaku industri,” ujar Daud D. Salim.
Mengintegrasikan Teknologi dan Solusi Produksi
ALLPrint Indonesia 2026 menghadirkan beragam teknologi yang merepresentasikan perkembangan ekosistem industri printing dan grafika. Pengunjung dapat melihat berbagai solusi mulai dari digital printing, packaging printing, carton box technology, graphic technology, printing equipment, finishing technology, ink, paper and printing media, hingga software dan workflow solutions.
Kehadiran berbagai teknologi tersebut menjadi relevan di tengah tuntutan industri untuk meningkatkan efisiensi produksi, produktivitas operasional, kapasitas produksi, sekaligus merespons perubahan pola permintaan pasar.
Tidak hanya menjadi ajang display teknologi, pameran ini memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk melihat demonstrasi mesin dan produk secara langsung, berdiskusi dengan produsen maupun penyedia solusi, serta mengeksplorasi penerapan teknologi berdasarkan kebutuhan dan karakteristik lini produksi masing-masing.
Bagi perusahaan yang tengah melakukan ekspansi kapasitas maupun menyusun strategi investasi teknologi, platform pameran menjadi salah satu ruang untuk melakukan Technology scouting dan memperoleh referensi sebelum mengambil keputusan investasi.
Pelaku usaha dapat mengeksplorasi berbagai alternatif mesin dan teknologi, melakukan diskusi teknis dengan tenaga ahli, serta mendapatkan gambaran mengenai solusi yang dapat diintegrasikan ke dalam proses produksi.
Memperluas Ekosistem Printing dan Packaging
ALLPrint Indonesia 2026 juga digelar bersamaan dengan sejumlah pameran pendukung, yakni Indo Sign & AD, Textile Printing, Print For Pack, Inter Corrugated, dan Pro Label Asia.
Kolaborasi tersebut memperluas coverage ekosistem industri, tidak hanya pada printing technology, tetapi juga mencakup advertising, signage, packaging, label, corrugated, serta textile printing.
Integrasi berbagai subsektor tersebut menciptakan ruang interaksi antara produsen mesin, distributor, supplier, brand owner, converter, printer, hingga pengguna akhir teknologi. Dengan demikian, pameran tidak hanya berfungsi sebagai etalase produk, tetapi juga menjadi business networking hub bagi pelaku industri.
Platform B2B ini membuka peluang bagi peserta dan pengunjung untuk memperluas jaringan bisnis, menemukan calon mitra maupun pemasok, melakukan pertukaran pengetahuan serta menjajaki potensi kolaborasi dan investasi.
Memfasilitasi Pertukaran Pengetahuan dan Pandangan Industri
Selain exhibition area, ALLPrint Indonesia 2026 menghadirkan rangkaian program edukasi dan forum industri yang membahas perkembangan teknologi serta isu strategis yang relevan bagi pelaku usaha.
Salah satu agenda yang dihadirkan adalah seminar “Ready for 2027 and onward? The New Rules of Digital Textile Printing” yang membahas perkembangan teknologi sekaligus arah baru industri digital textile printing.
Sementara itu, seminar “The Future of Carton Manufacturing: Smart Machines, Smart Solutions” mengangkat isu otomatisasi dalam manufaktur karton serta pemanfaatan teknologi untuk menciptakan proses produksi yang lebih efisien dan terintegrasi.
Agenda edukasi lainnya mencakup Eduprint Talkshow yang membahas sertifikasi halal dan kemasan, serta Musyawarah Nasional XI Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI).
Rangkaian program tersebut memperkuat fungsi ALLPrint Indonesia 2026 sebagai ruang pertukaran pengetahuan bagi pelaku industri dengan isu pembahasan yang mencakup adopsi teknologi, efisiensi operasi, regulasi, digitalisasi, otomatisasi, serta perkembangan industri grafika.
Di tengah perubahan landscape industri, kebutuhan terhadap teknologi yang mampu menghasilkan produk secara lebih cepat, fleksibel, efisien, dan sesuai permintaan pasar menjadi semakin penting. Digital printing, otomatisasi, produksi yang dipersonalisasi, serta integrasi teknologi pada proses packaging dan finishing menjadi bagian dari arah perkembangan industri percetakan.
Melalui penyatuan teknologi, produsen, distributor, asosiasi, dan pengguna dalam satu ekosistem, ALLPrint Indonesia 2026 menempatkan pameran sebagai ruang bagi pelaku industri untuk melakukan eksplorasi teknologi, jejaring bisnis, dan pertukaran pengetahuan, sekaligus memperoleh referensi solusi produksi.
Dengan cakupan yang meliputi printing, graphic arts, advertising, signage, packaging, label, corrugated, hingga textile printing, ALLPrint Indonesia 2026 menjadi salah satu momentum bagi industri untuk mengikuti perkembangan teknologi dan mengeksplorasi peluang bisnis di tengah transformasi ekosistem percetakan Indonesia.