INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) menegaskan pentingnya kepercayaan digital dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional. 

Hal tersebut disampaikan dalam ajang Energy Leadership & Business Conference (ELBC) 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) di gedung BRIN Jakarta, Sabtu (31/10).

Dalam forum tersebut, Direktur Utama PERURI, Teguh Arief Indratmoko, hadir sebagai pembicara dengan membawakan materi bertajuk “Membangun Ketahanan Nasional Melalui Kepercayaan Digital, Teknologi, dan Inovasi Strategis.” 

Ia menyoroti bahwa ketahanan energi Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan sumber daya alam, kapasitas produksi, dan infrastruktur fisik, tetapi juga membutuhkan dukungan sistem digital yang aman, transparan, dan terpercaya.

Menurut Teguh, semakin terintegrasinya teknologi dalam industri energi membuat aspek keamanan data, integritas dokumen, serta ketertelusuran transaksi menjadi kebutuhan strategis. Ketiga aspek tersebut berperan penting dalam menjaga keberlangsungan operasional sekaligus memastikan akuntabilitas pengelolaan energi nasional.

“Di tengah semakin terhubungnya infrastruktur dan rantai pasok energi, kita harus memastikan bahwa setiap data, identitas, dokumen, dan transaksi memiliki tingkat keamanan serta integritas yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Teguh.

Perkembangan transformasi digital membuka peluang bagi industri energi untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat pengawasan, dan menciptakan transparansi dalam rantai pasok. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut juga menghadirkan tantangan baru yang perlu diantisipasi melalui sistem keamanan digital yang memadai.

Sejumlah risiko yang menjadi perhatian antara lain kebocoran data rantai pasok, manipulasi dokumen pertambangan, penyimpangan distribusi subsidi energi, hingga serangan siber yang menyasar infrastruktur strategis nasional.

Dalam kondisi tersebut, kepercayaan digital menjadi fondasi penting untuk memastikan seluruh proses bisnis di sektor energi berjalan secara aman dan dapat dipertanggungjawabkan. Penguatan sistem digital tidak hanya berfungsi melindungi informasi, tetapi juga memastikan keaslian identitas, validitas dokumen, dan keabsahan setiap transaksi.

PERURI melihat kebutuhan tersebut sebagai peluang untuk menghadirkan solusi teknologi keamanan yang dapat mendukung tata kelola industri energi Indonesia agar semakin efisien, transparan, dan akuntabel.
PERURI Perkuat Peran sebagai Penyedia Infrastruktur Kepercayaan Digital

Sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang teknologi keamanan, PERURI terus memperluas perannya melalui transformasi dari institusi yang berfokus pada pengamanan dokumen negara menjadi penyedia infrastruktur kepercayaan digital.

Transformasi tersebut diwujudkan melalui pengembangan berbagai teknologi, mulai dari identitas digital, autentikasi, sertifikat elektronik, pengamanan transaksi, hingga sistem ketertelusuran digital.

Berbagai kapabilitas tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung kebutuhan sektor energi dan pertambangan, terutama dalam meningkatkan keamanan serta integritas proses bisnis yang melibatkan banyak pihak.

Dalam pengelolaan energi nasional, misalnya, teknologi identitas dan ketertelusuran digital dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM), memastikan ketepatan verifikasi penerima subsidi energi, serta meningkatkan keamanan dokumen dan transaksi komoditas mineral maupun batu bara.

Melalui sistem digital yang terintegrasi, setiap aktivitas dalam rantai pasok energi dapat dipantau dan diverifikasi secara lebih akurat. Dengan demikian, potensi penyimpangan dapat diminimalkan sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap tata kelola distribusi dan perdagangan komoditas energi.

“Setiap liter bahan bakar harus dapat ditelusuri, setiap penerima subsidi harus dapat diverifikasi, dan setiap komoditas energi harus memiliki rekam jejak digital yang terpercaya. Prinsip yang sama juga berlaku dalam pengembangan energi hijau, di mana data emisi, sertifikasi, dan transaksi karbon harus dapat dibuktikan secara transparan,” tegas Teguh.

Selain mendukung pengelolaan energi konvensional, penguatan infrastruktur kepercayaan digital juga dinilai relevan dalam mendorong pengembangan energi hijau dan ekosistem ekonomi berkelanjutan.

Dalam sektor energi terbarukan, misalnya, validitas data emisi, sertifikasi lingkungan, serta transaksi karbon membutuhkan sistem pencatatan yang akurat dan dapat diverifikasi. Keberadaan teknologi digital yang aman dapat membantu memastikan transparansi sekaligus meningkatkan kredibilitas setiap proses yang berlangsung.

Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan digital tidak hanya menjadi kebutuhan dalam menghadapi risiko keamanan siber, tetapi juga berperan sebagai pendukung transformasi industri energi menuju tata kelola yang lebih modern dan berkelanjutan.

Melalui partisipasinya dalam Energy Leadership & Business Conference (ELBC) 2026, PERURI kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan inovasi teknologi keamanan yang sesuai dengan kebutuhan strategis nasional.