INDUSTRY.co.id - Surabaya – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III-2026. Emiten penyedia solusi percetakan sekuriti ini membukukan penjualan sebesar Rp1,6 triliun, meningkat 23,5% secara tahunan (year on year/YoY). Pertumbuhan tersebut turut mengerek laba bersih komprehensif perseroan sebesar 36,2% YoY menjadi Rp230,1 miliar.

Lonjakan kinerja JTPE terutama ditopang oleh lini bisnis sekuriti yang menjadi kontributor terbesar pendapatan perseroan. Segmen ini mencatatkan penjualan Rp1,5 triliun atau tumbuh 26,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan kontribusi mencapai 93,7% terhadap total penjualan.

Peningkatan permintaan dokumen identitas sepanjang kuartal III-2026 menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan bisnis tersebut. Produk komponen paspor serta dokumen sekuriti berfitur keamanan tinggi untuk kebutuhan instansi pemerintah menjadi penopang penjualan.

Sementara itu, lini bisnis non-sekuriti membukukan penjualan sebesar Rp98,5 miliar. Dari sisi pasar, penjualan domestik masih mendominasi dengan nilai Rp1,4 triliun, sedangkan pasar ekspor menyumbang Rp201,4 miliar.

Di tengah pertumbuhan permintaan, JTPE juga terus mengoptimalkan efisiensi operasional untuk menjaga profitabilitas dan mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri percetakan.

Direktur Utama JTPE Allan Wibisono Oei mengatakan, perseroan optimistis dapat mempertahankan kinerja positif hingga akhir tahun ini. Penguatan bisnis dokumen identitas serta ekspansi peluang pasar menjadi fokus utama perseroan ke depan.

“Melihat realisasi hingga kuartal III tahun ini, kami sangat optimistis dapat menutup tahun buku 2026 dengan catatan kinerja yang solid,” ujar Allan.

Perseroan juga mulai memperkuat adaptasi terhadap digitalisasi melalui pengembangan dokumen sekuriti berbasis teknologi chip Radio Frequency Identification (RFID). Teknologi tersebut dinilai dapat menjawab kebutuhan dokumen yang semakin aman dan terpercaya di tengah perkembangan digital.

JTPE telah mengimplementasikan RFID pada sejumlah produk, termasuk dokumen security printing dan dokumen transportasi. Inovasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk mempertahankan daya saing sekaligus memperkuat posisi lini bisnis sekuriti sebagai mesin pertumbuhan utama.

“Fokus kami ke depan tetap pada penguatan segmen dokumen identitas serta penjajakan peluang baru baik dari sektor swasta dan pemerintah yang memperkokoh posisi Perseroan di industri,” kata Allan.

Dengan dominasi bisnis sekuriti dan pengembangan teknologi keamanan dokumen, JTPE berupaya menjaga pertumbuhan pendapatan sekaligus memperluas peluang bisnis di sektor pemerintah maupun swasta hingga tahun mendatang.