Pengembangan Pariwisata Banyuwangi Luar Biasa, Kemenko Marves: Kita Harus Belajar dari Banyuwangi Banyuwangi

Oleh : Nata Kesuma | Minggu, 14 Februari 2021 - 11:04 WIB

BEC 2018 Semakin Perkuat Banyuwangi Sebagai Wisata (Foto Kemenpar)
BEC 2018 Semakin Perkuat Banyuwangi Sebagai Wisata (Foto Kemenpar)

INDUSTRY.co.id - Banyuwangi - Wisata yang di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur kini sudah dikenal luas dan punya daya tarik tersendiri bagi wisata lokal maupun mancanegara. 

Banyuwangi kini sudah berubah menjadi daerah yang punya beragam destinasi-destinasi wisata dan menjadi lebih baik dari beberapa tahun sebelumnya.

Terkait ini, Kepala Biro Komunikasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Andreas Dipi Patria mengungkapkan bahwa banyak upaya dan terobosan yang telah dilakukan pemerintah setempat dan didukung oleh masyarakat untuk mengubah citra Banyuwangi agar semakin maju dan berkembang. 

Salah satunya tentang pengembangan pariwisata yang juga memperhatikan keseimbangan lingkungan dari sampah.

“Banyak hal yang sudah diterapkan di Banyuwangi, semakin lama kita di sini, kita makin banyak melihat hal-hal luar biasa dan mendapatkan pelajaran,” kata Kabiro Andreas dalam sambutan kegiatan Forum Komunikasi Marves di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, beberapa waktu lalu.

Kabiro Andreas dalam kesempatan ini mengajak semua pihak termasuk para pegiat sosial media yang terlibat dalam kegiatan Forum Komunikasi Marves agar menjadikan ini sebagai momentum untuk menyebarluaskan informasi maupun energi positif ini kepada publik di Tanah Air.

Ia memandang banyak cara dan upaya yang tidak biasa diterapkan di Banyuwangi untuk mengembangkan potensi pariwisatanya, tak terkecuali dalam mengelola sampah di tempat-tempat wisata yang selama ini menjadi sorotan.

“Menurut kami ini perlu kita sebarkan kepada masyarakat Indonesia, bahwa dengan kolaborasi, kekompakan, saya kira Banyuwangi akan mencapai cita-citanya. Buktinya teman-teman DPRD dan eksekutif selalu bahu-membahu membangun wilayahnya,” ujarnya.

Dia juga berterima kasih kepada pemerintah Banyuwangi yang telah menyambut baik dan ramah rombongan Kemenko Marves atas pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan. 

Selain mendapatkan pelajaran, katanya, rombongan Kemenko Marves juga merasa sudah dekat dengan lingkungan maupun masyarakat Banyuwangi yang kini serius mengembangkan potensi wisata yang dimilikinya.

“Artinya temen-teman di Banyuwangi siap sebagai suatu kawasan yang akan dikunjungi oleh banyak orang karena wisata. Masyarakatnya ternyata terbuka, sangat egaliter, dan bisa menerima. Meskipun demikian adat, istiadat, dan budaya lokal tidak hilang walau terjadi banyak interaksi dengan banyaknya orang datang ke Banyuwangi,” sebutnya.

Menurutnya dengan kemajuan dan perkembangan Banyuwangi, terutama pariwisatanya, maka Banyuwangi pemerintah daerah atau kota lain akan datang belajar bagaimana transformasi yang terjadi di Banyuwangi. 

Banyuwangi yang berada di ujung timur pulau Jawa dulunya tidak dikenal banyak orang kini sudah berubah menjadi sentral ekonomi baru yang terus tumbuh dan berkembang.

“Bahkan Banyuwangi berbatasan langsung dengan Bali, sebagai kawasan wisata yang sudah terkenal namun Banyuwangi mampu mengimbanginya dengan entitasnya tanpa harus mengubah bentuknya dan ini capaian bagi Banyuwangi.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur, Mohamad Yanuarto Bramuda menyampaikan bahwa pihaknya sangat berterima kasih kepada Kemenko Marves yang telah percaya dan memilih Banyuwangi sebagai tempat kegiatan

Forum Komunikasi Marves kali ini.

“Kami mengucapkan terima kepada Kemenko Marves telah memilih Banyuwangi,” kata Yanuarto dalam kesempatan yang sama.

Yanuarto mengatakan maju dan berkembangnya pariwisata di Banyuwangi tentu saja membutuhkan berbagai upaya yang keras dan panjang. 

Upaya ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga dukungan masyarakat dan pihak-pihak lainnya.

Selain soal wisata, Pemkab Banyuwangi juga fokus dan memperhatikan terkait pengelolaan sampah yang baik terutama samaph di tempat wisata. 

“Kita mendengar ada GO- PASS (Go Sampah Sistem), masyarakat yang mengelola sampah dari awal sampai akhir,” ungkapnya.

Dia mengatakan saat ini sudah banyak kelompok masyarakat yang sadar akan potensi wisata di Banyuwangi dan peduli soal kebersihan lingkungan dari sampah terutama, timbunan plastik. 

Selain GO- PASS, juga ada lembaga kajian/riset swadaya bernama Amanah Adibakti yang fokus mengolah sampah dari hulu hingga hilir agar bermanfaat.

“Sehingga apa yang telah dilakukan GO- PASS dan Amanah Adibakiti bisa berperan untuk mengatasi sampah,” tuturnya.

Ia menilai dalam mengembangkan pariwisata yang juga patut dipikirkan pemerintah dan pihak terkait ialah bagaimana pengelolaan sampah yang baik dan bijak dari hasil kegiatan pariwisata itu sendiri. 

Apalagi, seiring perjalanan zaman dan teknologi kini sampah tak lagi dipandang negatif saja karena sudah memiliki nilai ekonomi jika diolah atau dikelola dengan baik.

“Edukasi yang perlu ditingkat. Saya yakin jika ada teknologi yang akan mampu mengatasi sampah tadi,” pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Utama Bank BRI, Sunarso

Senin, 12 April 2021 - 12:55 WIB

Raih 7 Penghargaan dalam Sepekan, Sunarso Dipuji Habis Menteri BUMN RI Pertama: Pencapaian Luar Biasa, CEO Bank BRI Tidak Diragukan Lagi...

Direktur Utama BRI Sunarso diganjar dua penghargaan sekaligus sebagai The Best CEO dan juga sebagai CEO Strategic Orientation Terbaik. Penghargaan diberikan kepada BRI berdasarkan hasil penilaian…

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dan Manfaat Pameran Hannover Messe 2021

Senin, 12 April 2021 - 12:21 WIB

Goks! Menperin Agus Bocorkan Sederet Manfaat Indonesia Jadi Official Partner Country di Hannover Messe 2021

Menteri Perindusterian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menungkapkan sederet manfaat bagi industri dan perekonomian nasional dari partispasi Indonesia dalam official partner country Hannover…

Adhi S Lukman-Ketua Asosiasi Gabungan Pengusaha Makanan Dan Minuman Indonesia

Senin, 12 April 2021 - 11:43 WIB

Duh, GAPMMI Beberkan Penyebab Utama Pelaku Industri Mamin Belum Bisa Terapkan Praktik Industri 4.0

Indonesia terus mempersiapkan diri untuk menghadapi era Industri 4.0 sejak diluncurkannya inisiatif “Making Indonesia 4.0” oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin), yang mana industri…

Ketua Umum DDII, Dr. Adian Husaini mengatakan, program Ramadhan merupakan upaya Dewan Da'wah untuk memasifkan dakwah lewat berbagai platform digital dengan menghadirkan para ustad yang mumpuni

Senin, 12 April 2021 - 11:41 WIB

DDII Luncurkan Program Ramadhan 24 Jam Meraih Berkah Bersama

Menyambut Ramadan 1442 Hijriah, Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII) meluncurkan program '24 Jam Meraih Berkah Bersama Dewan Da'wah". Tujuannya, agar umat Islam Indonesia semakin mudah dalam…

Ilustrasi kebun teh (ist)

Senin, 12 April 2021 - 11:22 WIB

Kian Agresif, PTPN VIII Genjot Pasar Ritel Teh Domestik Lewat Tiga Merek Dagang Ini

PTPN VIII disebutkan sedang agresif memasarkan tiga merek dagangnya untuk pasar dalam negeri yaitu, Walini, Goalpara, dan Gunung Mas.