INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa sejumlah investor asing telah menyatakan komitmennya untuk menanamkan modal di Indonesia Investment Authority (INA).

Advertisement

Mereka adalah United States International Development Finance Corporation (US DFC), kedua Japan Bank for International Cooperation (JBIC), lalu ketiga Caisse de depot et placement du Québec (CDBQ) dan keempat perusahaan pengelolaan aset asal Belanda yakni APG-Netherland.

"Sejumlah investor telah mengirimkan komitmennya dalam Letter Of Interest (LOI), seperti AS, JBIC, CPDQ Kanada, dan Apg-Netherland dengan akumulasi LOI lebih dari USD9,5 miliar (berkisar Rp133 triliun-red),” ucap Airlangga dikutip redaksi Industry.co.id dari keterangannya secara daring pada Selasa malam (9/2/2021).

Advertisement

Menurutnya, dana ini nantinya akan menjadi alternatif pembiayaan di sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN).

INA sendiri merupakan lembaga pembiayaan khusus yang dibentuk Presiden Jokowi untuk memberikan kepastian hukum khususnya untuk investor global berinvestasi di Indonesia.

Advertisement

Adapun untuk saat ini, menurut Airlangga proses perizinan kemudahan berinvestasi terus diparipurnakan oleh pemerintah.

"Hal tersebut akan tertuang di dalam aturan turunan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang akan rampung dalam waktu dekat ini," sebutnya.

Advertisement

Sejatinya, melalui perbaikan iklim investasi dan kepastian hukum tersebut maka akan semakin banyak investor asing yang yakin berinvestasi di lembaga dana abadi ini.

"Ini membuka peluang, kemudahan berusaha, kepastian hukum, pemberian insentif,” ujarnya.

"Termasuk prospek pemulihan ekonomi di dalam negeri yang tahun ini diproyeksi bisa mencapai 4,5% hingga 5,5%," tandas Airlangga.