Tingkatkan Penggunaan EBT, PLN Gandeng Anak Perusahaan Pertamina Kembangkan Energi Panas Bumi

Oleh : Krishna Anindyo | Kamis, 07 Januari 2021 - 13:15 WIB

Energi Panas Bumi (Foto Eksplorasi.Id)
Energi Panas Bumi (Foto Eksplorasi.Id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menerapkan pilar  Green dalam transformasinya, PLN berkomitmen dalam pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Melalui anak perusahaannya, PT PLN Gas & Geothermal (PLN GG) menggandeng PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dalam  joint study  untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Langkah strategis ini bertujuan untuk menyinergikan potensi masing-masing dalam pengembangan PLTP.

Adapun lokasi yang akan dilakukan kajian untuk pengembangan di wilayah kerja PGE, khususnya di Area Ulubelu (Lampung) dan Area Lahendong (Sulawesi Utara).

"Pengembangan energi panas bumi bagi kelistrikan akan meningkatkan perekonomian karena dapat menurunkan pemakaian impor energi migas sehingga dapat menyeimbangkan neraca energi indonesia," tutur Direktur Mega Proyek PLN, Iksan Asaad melalui keterangan yang diterima redaksi pada Kamis (7/1).

Menurutnya, penggunaan energi panas bumi juga dapat mengurangi dampak lingkungan akibat penggunaan energi fosil.

"Kami melihat pengembangan energi panas bumi secara signifikan harus diwujudkan di Indonesia sehingga kita mampu menciptakan ketahanan energi melalui renewable energy secara mapan dan berkelanjutan," tambah Ikhsan.

Dirinya juga berharap sinergitas ini juga dapat memberikan dampak yang positif untuk perkembangan panas bumi di Indonesia. Sejalan dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan peran EBT pada bauran energi nasional yang ditargetkan mencapai 23% pada tahun 2025, PLN GG siap untuk menjalankan peran dalam mewujudkan target EBT tersebut dengan berperan aktif dalam pengembangan Pembangkit Panas Bumi.

Sampai dengan 2020, PLN GG telah berkontribusi dalam counterpart bersama Holding, melakukan percepatan pengembangan 11 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di Ungaran, Wilis, Cisolok Sukarame, Kapahiang, Danau Ranau, Gn Geurodong, Atadei, Songa Wayaua, Oka Ile Ange, Gn Sirung, dan Talaga Ranu. Termasuk WKP Eksisting, Tangkuban Perahu, Ulumbu dan Mataloko dengan total potensi mencapai 305 MW.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Wartawan Film Senior berdiskusi bersama Direktur Musik, Film dan Media Baru Kemendikbud Ahmad Mahendra menyoal penyelenggaraan FFI.

Kamis, 25 Februari 2021 - 06:50 WIB

Wartawan Kembali Akan Terlibat Langsung Dalam Penyelengaraan FFI 2021

Penyelenggaraan Festival Film Indonesia (FFI) tahun 2021 diharapkan kembali akan melibatkan kaum Jurnalis Perfilman. Karena berdasarkan sejarahnya, FFI sejak digelar tahun 1955 digagas dan dikerjakan…

Ilustrasi beberapa gadget dan laptop

Kamis, 25 Februari 2021 - 06:43 WIB

Apa yang Dibawakan Teknologi 5G pada Konsumen?

Teknologi 5G membuka banyak potensi menarik dengan kemajuan kapabilitas yang dihadirkan. Dengan kecepatan transfer data tinggi dan latensi yang rendah, implementasi 5G diprediksi mampu menghadirkan…

Mesin printing digital

Kamis, 25 Februari 2021 - 05:51 WIB

Bhinneka DPS Dukung Pelaku Industri Cetak dan Kemasan Skala Menengah

Gelombang digitalisasi di Indonesia mengalami dorongan yang luar biasa sepanjang 2020. Transformasi operasional bukan lagi sekadar pilihan, melainkan menjadi sebuah keniscayaan hampir di semua…

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia

Rabu, 24 Februari 2021 - 21:01 WIB

Anggaran PEN Naik, Bakal Kerek Pertumbuhan Ekonomi

Beragam kebijakan ekonomi dilakukan pemerintah pada 2021 ini. Kementerian Keuangan mengalokasikan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 sebesar Rp 699,43 triliun. Dana ini meningkat dari…

Pemkot Tegal resmikan pusat daur ulang sampah

Rabu, 24 Februari 2021 - 20:55 WIB

Jadi Pionir di Indonesia, Pemkot Tegal Resmikan Pusat Daur Ulang Sampah di Mintragen

Setelah resmi bergabung sebagai penyelenggara program "Yok Yok Ayok Daur Ulang!" bersama dengan Trinseo, Kemasan Group dan organisasi pendukung lainnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal hari ini,…