Anteraja Ekspansi Garap Pasar Traveller

Oleh : Herry Barus | Kamis, 29 Oktober 2020 - 15:00 WIB

Anteraja Ekspansi Garap Pasar Traveller
Anteraja Ekspansi Garap Pasar Traveller

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Anteraja, perusahaan  jasa  pengiriman  barang berbasis teknologi di bawah PT Tri AdiBersama,terus melakukan terobosan baru dalam bidang logistik  terintegrasi.  Bekerja  sama  denganPT  Angkasa  Pura  II, Anteraja  luncurkan Travylite,  sebuah  layanan sebagai solusi  bagi  penumpang  pesawat  yang  memiliki kelebihan berat bagasi dari yang telah ditetapkan maskapai,dengan harga terjangkau.

Layanan  Travylite mulai  beroperasi sejaktanggal  21Oktober  2020di  Terminal  2Ekeberangkatan  domestikBandara  Soekarno-Hatta. Pasar travelleratau  pelancong  ini diperkirakan   akan   kembali   meningkat   secara   bertahap   sejalan   dengan   rencana penerapan vaksin Covid-19 di Indonesia.

Andri  Hidayatselaku VP  Sales andMarketing Anteraja mengatakan, Kamis (29/10/2020) ,  “Melalui kolaborasidengan PT Angkasa  Pura  II,  Travylitediharapkan  mampu  menjadi  sebuah langkah optimal dalam mempermudah penumpang pesawat untuk meminimalisir biaya kelebihan bagasi, dan tentunya juga dapat memberikan added value bisnis bagi masing-masing Perusahaan.”

Penumpang  pesawat  yang  mengalami  kelebihan  berat  bagasi, bisa  memilih  beberapa layananyang  ditawarkan  Travylite,  mulai  dari  pengiriman same  day, nextdayhingga regular.  Pengiriman  barang  dengan  menggunakan  layanan same  day,  merupakan layanan pengiriman ekspress untuk  tujuan  pengiriman  di  wilayah  BandaraSoekarno-Hatta, Jabodetabek.

Untuk layanan next-day, pengiriman barang akan memakan waktu selama  satu  hari,  untuk  wilayah  jangkauan  seputar  Jabodetabek.  Sedangkan  untuk layanan regular,  merupakan  layanan  pengiriman  barang  untuk  kota-kota  besar  di Indonesia, dengan estimasi waktu pengiriman selama 2-3 hari.

Lebih lanjut, CEO Anteraja, Suyanto mengungkapkan bahwa dengan adanya kolaborasi ini menjadi sebuah   langkah   penting   sebagai   wujud   keseriusan   Anteraja   untuk menjangkau seluruh konsumen di Indonesia.

“Dengan adanya layanan Travylite ini kami berharap penumpang pesawat bisa leluasa dengan barang bawaan mereka tanpa perlu takut kena chargeyang harganya cukup mahal. Harga pengiriman barang menggunakan Travylite  berdasarkan beratnya,  jadi  kami  hitung  per  kg-nya  berapa,  dengan maksimal berat yangkamitampung adalah hingga 50 kg,” ujarnya.

Suyantomelanjutkan,“Selain  melayani  untuk  penumpang  yang  mengalami  kelebihan berat  bagasi,  kami  juga  menawarkan  layanan packing serta wrapping bagi  para penumpang pesawat  di  Terminal  2E  Bandara  Soekarno-Hatta.  Demi memberikan kemudahan bagikonsumen dalam melakukan pembayaranTravylite, saat ini kami juga sudah menyediakan pembayaran cashlessmelalui kerjasama Anteraja dengan OVO dan Gopay.”

Sementara itu Director  of Transformation  and  Strategic  Portofolio PT  Angkasa  Pura  II  Armand Hermawan,mengatakan  Travylite  merupakan  salah  satu  inovasilayanan  yang  dapat meningkatkan traveler experience. “PT Angkasa Pura II selalu berupaya mewujudkan perjalanan yang menyenangkan bagi para traveller,  dan  kami  yakin  layanan  Travylite  dapat  mendukung  tujuan  tersebut,”ujarnya.

Armand menambahkan, “Pengelola    bandara    dan stakeholderharus    mampu menghadirkan  pengalaman  perjalanan  yang hassle  freedan stress  free.  Guna travel experienceyang lebih baik, PT Angkasa Pura II saat ini juga tengah mengembangkan konsep seamless  digital  journeysesuai  dengan  visi  kami  menjadi The  Best  Smart Connected Airport Operator in The Region,”tutupnya.

Asal  tahu  saja, saat  ini  layanan  Anteraja  sudah  tersebar  diseluruh  kecamatan  di Indonesia dengan lebih dari 280 titik serta diperkuat dengan lebih dari 5.000 Satria (kurir Anteraja).  Sampai  dengan  pertengahan  Oktober  2020,  volume  pengiriman  Anteraja sudahmenembus250.000 parcelper hari. Jumlah ini mengalami peningkatan lebih dari 100%  dibandingkan  sebelum  Covid-19  yaitu  hanya  mencapai  100.000 parcelper  hari.

Anteraja sendiri baru mulai beroperasi di bulan Maret 2019 sehingga peningkatan volume pengiriman ini merupakan suatu pencapaian yang signifikan dan dimungkinkan dengan peran teknologi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Astrid

Sabtu, 05 Desember 2020 - 13:00 WIB

Artis Aastrid Bawa Peralatan Rekaman ke Rumahnya

Astrid penyanyi cantik asal Surabaya, terus berkarya meski disuasana Pandemi Covid 19 berkepanjangan dan carut marutnya industri musik Indonesia. Bahkan saking semangatnya dalam berkarya agar…

Tersangka Korupsi (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 05 Desember 2020 - 12:54 WIB

KPK Amankan Sejumlah Diduga Pejabat Kemensos Diduga Korupsi Bansos Covid-19

KPK mengamankan beberapa orang yang diduga merupakan pejabat Kemensos berkaitan dengan tindak pidana korupsi pelaksanaan bantuan sosial COVID-19. Hingga saat ini kami masih melakukan pemeriksaan

Sekjen Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono

Sabtu, 05 Desember 2020 - 12:05 WIB

Topang Daya Saing, Kemenperin Dorong Teknologi Pengelolaan Limbah Industri

Perkembangan teknologi pengelolaan limbah industri terus berkembang sejalan dengan semakin tingginya permasalahan lingkungan, baik yang menggunakan teknologi fisika, kimia, maupun biologi.

MoU Mandiri Syariah dengan PLN

Sabtu, 05 Desember 2020 - 12:04 WIB

Mandiri Syariah Kucurkan Pembiayaan Sindikasi Rp1,2 Triliun untuk PLN

PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur negeri, salah satunya melalui dukungan finansial belanja modal atau capital expenditure (capex) PT Perusahaan…

Sepeda Kuning Lipat Model Brompton Merek Bamsoet

Sabtu, 05 Desember 2020 - 12:00 WIB

Sepeda Kuning Lipat Model Brompton Merek Bamsoet

Calon Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini mengungkapkan spesifikasi sepeda kuning lipat 'Bamsoet' yang spesial itu. Antara lain memiliki berat 12 Kg, frame set dari chromoly, brake system…