Hutama Karya Kampanyekan SETUJU

Oleh : Herry Barus | Kamis, 22 Oktober 2020 - 10:45 WIB

Hutama Karya Kampanyekan SETUJU
Hutama Karya Kampanyekan SETUJU

INDUSTRY.co.id - Jakarta–Bertambahnya ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dioperasikan oleh PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya), menjadi landasan bagi perusahaan sebagai salah satu Badan   Usaha   Jalan   Tol   (BUJT) untuk   melanjutkan kampanye   peningkatan   kesadaran keselamatan  berkendara  di  jalan  tol dengan tajuk “Selamat  Sampai  Tujuan”  atau SETUJU, yang sebelumnya telah diluncurkan pada bulan Desember tahun 2019 lalu.

Direktur Operasi IHutama Karya, Suroto menyampaikan bahwa sebagai pelopor kampanye, Hutama Karya terus menggalakkan pesan SETUJU dalam segala aspek baik di jalan tol yang telah operasional maupun yang baru beroperasi.

 “Dalam kampanye SETUJU, sedikitnya ada 5 (lima) pesan yang terkandung didalamnya, yaitu SETUJUbahwa keselamatan adalah nomor satu, SETUJUuntuk turunkan fatalitas kecelakaan di jalan tol, SETUJUuntuk tertib kecepatan berkendara di jalan tol, SETUJUuntuk tertib berkendara di jalan tol, dan SETUJUuntuk tertib tidak  membawa  muatan  melebihi  batas  atau  Over  Dimensi  dan  Over  Load  (ODOL).” pungkasnya.

Lebih lanjut, Surotomenambahkan bahwa khusus untuk razia kendaraan ODOL,secara rutin dilakukanperusahaandi seluruh ruas tol yang dikelolanya minimal2 (dua)kali dalam sebulan dan  bekerjasama  dengan  berbagai  pihak,  mulai  dari  Patroli  Jalan  Raya  (PJR),  Korlantas maupun Dinas Perhubungan (Dishub) setempat.

 “Kami rutin lakukan baik di JTTSmaupun di Tol  JORR-S  dan  ATP  di  Pulau  Jawa.  Mengingat  bahwa ruas-ruas  tol  yang  kami  kelola memiliki karakteristik jalanyang panjang dan menjadi arus distribusi logistik, sehingga pasti sering  dilewati  oleh  kendaraan  bermuatan  besar.  Kami  ingin  memastikan  bahwa  kendaraan yang   mengangkut   muatan   tidak   melebihi   kapasitas   yang   seharusnya,”   imbuh Suroto menambahkan.

Razia ODOL dilakukan secara acak dan bergiliran baik dari sisi lokasi maupun waktu.Baru –baru  ini,Hutama  Karyamelakukan  razia  kendaraan  ODOL  di  ruas  tol  yang  baru saja diresmikan  dan  dioperasikan yakni  ruas  tol  Pekanbaru –Dumaipada  Selasa  (5/10)  sampai dengan hari Kamis (8/10) lalu dengan menggandeng Patroli Jalan Raya (PJR), Polisi Militer Angkatan  Darat,  Polisi  Militer  Angkatan  Laut,  Badan  Pengelola  Transportasi  Darat  (BPTD) dan Dinas Perhubungan Provinsi Riau.

Walau terbilang baru, Jalan TolPekanbaru–Dumai merupakan ruas tol terpanjang ketiga di Indonesia, bahkan kurang dari sebulan, total kendaraan yang melintas di ruas tol Pekanbaru–Dumaihingga Senin (12/10)lalu telahmencapai  238.775  kendaraan. 

Sehingga kegiatan  ini penting  dilakukan  untuk  memelihara  kualitas  jalan  tol  dan  juga  memberikan pemahaman kepada  pengguna  jalan  tol. Adapun  dari  razia  penindakan  kendaraan  ODOL  di  Jalan  Tol Pekanbaru –Dumai tersebut, Hutama Karya mencatat total 56 kendaraan yang melanggar, total tersebut merupakan akumulasi dari 13 kendaraan Golongan 2, 41 kendaraanGolongan 3, dan 2 kendaraan Golongan 4.Tidak hanya itu, di Jalan Tol Bakauheni –Terbanggi Besar (Bakter) juga baru saja dilakukan razia penindakan kendaraan ODOLbagi pengendara yang akan masuk Gerbang Tol Kota Baru, pada hari Sabtu (17/10/2020).

Berbeda dengan jalan tol lainnya, Jalan Tol Bakterini dilakukan razia penindakan  kendaraan  ODOL  dengan  menggunakan  alat Weight  In Motion(WIM).  “Karena Tok  Baktermerupakan  pintu  awal  masuk  Jalan  Tol  Trans  Sumatera,  telah  kami  pasangkan WIM  untuk mendukungpenindakan  ODOL. WIM  merupakan  alat  timbang  kendaraan  yang akan  masuk ke  jalan tol  dimana  kendaraantersebuttidak  perlu  berhenti  untuk  ditimbang, namun cukup melewati timbangan WIM dengan kecepatan rendah.Sistem WIM akan secara otomatis mencatat data berat kendaraan tersebut dengan cepat dan akurat.” terang Suroto.

Selain  itu, menjelang  akhir  tahun  2020,  Hutama  Karya  membuat  gebrakan  terbaru  yakni dengan  menggelar “Operasi  Mengantuk”  pertama  di  Indonesia.  “Operasi  mengantuk”  ini pertama kali dilaksanakan di RuasTol Terbanggi Besar –Pematang Panggang –Kayu Agung (Terpeka)  pada Sabtu  (5/9)  lalu denganmenggandengKepolisian  Daerah  (Polda)  Provinsi Lampung dan kemudian dilanjutkandiruas tol lainnyadi JTTS.

Dalam Operasi Mengantuk, kendaraan yang melintas akan dialihkan ke Rest Area terlebih dahulu dengan bantuan Petugas PJR  dan  Petugas  Lalu Lintas  Tol, yang  kemudian  dilakukanpengecekan  kondisi pengemudi dan dilakukan survey singkat untuk mengetahui apakah pengemudi tersebut mengantuk atau tidak.

Pengemudi  yang  didapati  mengantuk  akan  diminta  untuk  beristirahat  terlebih  dahulu,  dan perusahaan memberikan asupangratisberupa kopi dan snackyang bertujuan agar pengemudi tetap terjaga. Selain itu, dilakukan juga pengecekan kondisi kendaraan pengemudi oleh petugasseperti memastikan kondisi ban dalam keadaan baik dan lampu belakang kendaraan menyala dengan baik.

“Ide Operasi Mengantuk ini awalnya didasari hasil evaluasi data kecelakaan yang mayoritas  diakibatkan  karena  faktor  pengemudi  kelelahan  atau  mengantuk,  terlebih  di  Jalan Tol  Trans  Sumatera  dari Bakterhingga Terpeka ini  memiliki  panjang  329  kilometer  yang menyebabkan pengemudi sering merasa lelah dan mengantuk pada saat berkendara di jalan tolin.Kami  berharap  melalui  Operasi  Mengantuk  dapat  meningkatkan  kesadaran  pengemudi untuk mengutamakan keselamatan berkendara di jalan tol sehingga berdampak pada turunnya angka kecelakaan di jalan tol,” tutup Suroto, Direktur Operasi IHutama Karya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sekjen Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono

Sabtu, 05 Desember 2020 - 12:05 WIB

Topang Daya Saing, Kemenperin Dorong Teknologi Pengelolaan Limbah Industri

Perkembangan teknologi pengelolaan limbah industri terus berkembang sejalan dengan semakin tingginya permasalahan lingkungan, baik yang menggunakan teknologi fisika, kimia, maupun biologi.

MoU Mandiri Syariah dengan PLN

Sabtu, 05 Desember 2020 - 12:04 WIB

Mandiri Syariah Kucurkan Pembiayaan Sindikasi Rp1,2 Triliun untuk PLN

PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur negeri, salah satunya melalui dukungan finansial belanja modal atau capital expenditure (capex) PT Perusahaan…

Sepeda Kuning Lipat Model Brompton Merek Bamsoet

Sabtu, 05 Desember 2020 - 12:00 WIB

Sepeda Kuning Lipat Model Brompton Merek Bamsoet

Calon Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini mengungkapkan spesifikasi sepeda kuning lipat 'Bamsoet' yang spesial itu. Antara lain memiliki berat 12 Kg, frame set dari chromoly, brake system…

Kegiatan MoU PT Indra Karya (Persero) dan Yayasan Air Adhi Eka di Kementerian PUPR

Sabtu, 05 Desember 2020 - 11:15 WIB

Indra Karya Jalin Kerjasama Strategis dengan Yayasan Air Adhi Eka Kementerian PUPR

Terjalinnya kerjasama ini merupakan langkah positif PT Indra Karya (Persero) untuk terus berkontribusi pada pengerjaan proyek-proyek strategis di sektor Sumber Daya Air.

Menuju Kuala Tanjung Port & Industrial Estate Sebagai Indonesia’s Logistic & Supply Chain Hub

Sabtu, 05 Desember 2020 - 11:00 WIB

Menuju Kuala Tanjung Port & Industrial Estate Sebagai Indonesia’s Logistic & Supply Chain Hub

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 bersinergi dengan Pertamina untuk pengelolaan sarana dan fasilitas bunker penunjang bahan bakar minyak (BBM) dan jalur pipa gas di Pelabuhan…