Puan Maharani: Penundaan Pilkada Bisa Menghambat Kinerja Pemda Tangani Covid-19

Oleh : Krishna Anindyo | Rabu, 21 Oktober 2020 - 15:15 WIB

Ketua DPR RI Dr. (H. C.) Puan Maharani
Ketua DPR RI Dr. (H. C.) Puan Maharani

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Pada masa krisis seperti ini dibutuhkan kepastian dari figur pemimpin di daerah. Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani mengatakan bahwa pelaksanaan Pilkada serentak lebih penting dilaksanakan untuk menguatkan penanganan pandemi Covid-19.

Puan menjelaskan, Gubernur maupun Bupati/Wali Kota adalah pemimpin politik di bidang eksekutif tingkat daerah yang kehadiran dan keputusan-keputusan strategisnya sangat dibutuhkan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Diketahui, akibat pandemi Covid-19, pelaksanaan Pilkada serentak 2020 sudah ditunda dari rencana semula digelar September, kini diundur menjadi 9 Desember 2020.

“Jika 270 daerah pelaksanaan Pilkadanya ditunda, kemudian posisi kepala daerah yang sangat krusial di masa krisis hanya ditempati pelaksana tugas yang lemah secara legitimasi dan terbatas ruang lingkupnya dalam mengambil keputusan, justru  dapat membuat kerja pemda menjadi lambat dan menimbulkan lebih banyak ketidakpastian,” katanya pada pembukaan Kongres Wanita Indonesia (Kowani), di Jakarta.

Padahal dalam menghadapi pandemi Covid-19, kata Puan, yang dibutuhkan adalah kecepatan dan kepastian yang dapat memberikan rasa tenang.

“Yang penting adalah kita harus bersama-sama memantau dan mengingatkan agar kampanye-kampanye yang dilakukan selama Pilkada benar-benar mengikuti protokol kesehatan yang ketat,” ujar Puan melalui keterangan yang diterima redaksi pada Rabu (21/10).

Politisi PDI-Perjuangan ini meminta para pasangan calon kepala daerah melakukan terobosan dan inovasi dalam berkampanye.

“Bagaimana menjangkau rakyat dan merebut hati mereka sambil tetap menjaga rakyat dari ancaman Covid-19,” ungkap politisi kelahiran Jakarta tersebut.

Tercatat, pada Pilkada serentak 2020, terdapat 157 calon perempuan yang terdiri dari 5 orang maju sebagai calon dalam Pemilihan Gubernur, 127 orang maju dalam Pemilihan Bupati, dan 25 orang maju dalam Pemilihan Wali Kota.

Puan pun menantikan hasil Pilkada yang dilakukan oleh calon perempuan ini.

“Tentunya kita menanti bagaimana rakyat akan memilih pada tanggal 9 Desember 2020. Jika kita yakin bahwa politik membutuhkan perempuan, maka partisipasi perempuan Indonesia dalam politik, selain representasi harus turut mencakup substansi,” pungkas Puan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Prasetiya Mulya Perkuat Persepsi Sains Positif

Kamis, 09 Desember 2021 - 10:38 WIB

Sambut Babak Baru Dunia Bisnis, Prasetiya Mulya Perkuat Persepsi Sains Positif

Universitas Prasetiya Mulya melepaskan 1.022 lulusan terbaiknya dengan menggemakan “Pemupukan Persepsi Sains yang Positif dan Pemajuan Bisnis Berbasis STEM di Indonesia”

POLWAN RI Salurkan Donasi untuk Korban Erupsi Semeru Lumajang

Kamis, 09 Desember 2021 - 10:30 WIB

POLWAN RI Salurkan Donasi untuk Korban Erupsi Semeru Lumajang

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan, kegiatan Polwan peduli erupsi Gunung Semeru ini dipimpin oleh Kepala Pusat Sejarah (Kapusjarah) Polri Brigjen Apriastini Baktibugiansri selaku…

Royal Malewane, Afrika Selatan

Kamis, 09 Desember 2021 - 10:25 WIB

Gegara Omicron, Sektor Pariwisata dan Safari di Afrika Selatan Mengalami Kekacauan

Setelah varian terbaru dari Covid-19, Omicron ditemukan di Afrika, semua negara di seluruh dunia mulai memberlakukan pembatasan perjalanan di Afrika Selatan. Larangan perjalanan baru-baru ini…

Ilustrasi turbin

Kamis, 09 Desember 2021 - 10:20 WIB

Energi Terbarukan dan Tenaga Gas Dinilai Jadi Kombinasi yang Sesuai untuk Dorong Transisi Energi Indonesia

Teknologi energi terbarukan dan energi yang lebih bersih, termasuk turbin gas berbahan bakar hidrogen, akan menjadi pendorong utama pertumbuhan pembangkit listrik yang berkelanjutan dalam waktu…

Bencana Gunung Semeru Lumajang Jawa Timur

Kamis, 09 Desember 2021 - 10:02 WIB

3697 Warga Mengungsi Akibat Letusan Gunung Semeru Lumajang

Penanganan darurat paska awan panas guguran Gunung Semeru masih berlangsung pada hari keempat. Bencana letusan tidak hanya berdampak pada jatuhnya korban jiwa dan kerusakan, tetapi juga warga…