Rekind Mundur di Proyek Pipanisasi Cirebon-Semarang, BPH Migas Bentuk Tim untuk Lakukan Kajian Ulang

Oleh : Hariyanto | Kamis, 15 Oktober 2020 - 10:32 WIB

Kepala BPH Migas Fansurullah Asa
Kepala BPH Migas Fansurullah Asa

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan instansi terkait, membentuk tim bersama untuk melakukan kajian yang harus dilakukan paska mendurnya PT Rekayasa Industri (Rekind) pada proyek gas transmisi Cirebon-Semarang (Cisem).

BPH Migas menerima mundurnya Rekind dari proyek strategis nasional (PSN) ini dan mengapresiasinya sebagai langkah yang "jantan" dengan menyerahkan surat penetapan PT Rekayasa Industri sebagai pemenang Hak Khusus Ruas Transmisi Gas Bumi Cirebon- Semarang.

"BPH Migas telah menerima surat Rekind nomor 357/10000-LT/X/2020 tanggal 2 Oktober 2020 perihal penyerahan kembali penetapan PT Rekayasa Industri sebagai pemenang Hak Khusus Ruas Transmisi Gas Bumi Cirebon - Semarang dan BPH Migas menerima penyerahan kembali penetapan Rekind sebagai pemenang lelang Hak Khusus Ruas Transmisi Gas Bumi Cisem tersebut," kata Kepala BPH Migas Fansurullah Asa dalam konferensi pers, Rabu (14/10/2020).

Dengan diterimanya penyerahan dimaksud, maka BPH Migas mencabut Rekind sebagai pemenang lelang Hak Khusus Ruas Transmisi Gas Bumi Cisem.

Fansurullah menyatakan, sesuai hasil rapat Komite BPH Migas pada tanggal 12 Oktober 2020, dengan mempertimbangkan ruas pipa Gas Bumi Cirebon - Semarang merupakan Proyek Strategis Nasional, maka BPH Migas akan melakukan kajian internal dan koordinasi dengan Kementerian ESDM serta pihak lainnya untuk mengambil langkah-langkah dan solusi terbaik dalam batas waktu 1 (satu) bulan sejak tanggal 13 oktober 2020.

"Kami sudah sepakat BPH Migas akan menugaskan Direktur Gas Bumi BPH Migas untuk melaksanakan kajian dalam waktu maksimal 1 bulan sejak tanggal 12 Oktober 2020. Kajian tersebut dikoordinasikan Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan dan pihak lain yang terkait dengan proyek strategis pembangunan pipa gas bumi ruas transmisi Cisem tersebut," jelas Fansurullah.

Dalam waktu 1 bulan tersebut, diharapkan akan dihasilkan keputusan bersama yang bisa diterima bagaimana solusi terbaik terkait proyek strategis pembangunan pipa gas bumi ruas transmisi Cisem tersebut.

Tim bersama tersebut akan mengkaji beberapa opsi yang bisa dilakukan agar proyek Ruas Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang tetap bisa dilaksanakan. Opsi tersebut, antara lain memberikan hak pemenang kepada pemenang lelang kedua maupun ketiga.

Opsi kedua, BPH Migas akan melelang ulang proyek tersebut oleh panitia lelang bersama yang melibatkan juga dari Kementerian ESDM dalam hal ini Direktorat Jenderal Minyak Dan Gas Bumi, Inspektorat Jenderal dan juga dari Kementerian Keuangan serta lembaga lainnya.

Sementara opsi ketiga, BPH Migas bisa mengeluarkan penugasan Pemerintah kepada Badan Usaha tertentu karena ini adalah proyek strategis nasional.

"Kajian selama 1 bulan itu akan berisi Kajian secara komprehensif dari sisi supply dan demand, dari sisi pasokan gas bagaimana, dari sisi demand yang real bagaimana, kemudian kita melihat bagaimana tekno ekonomi, toll fee, dan lain sebagainya," imbuh Fansurullah.

Proyek pipa transmisi gas bumi ruas Cirebon-Semarang merupakan ruas pipa open access hasil lelang BPH Migas tahun 2006 yang dimenangkan oleh PT Rekayasa Industri sebagai transporter berdasarkan SK Kepala BPH Migas nomor 035/Kpts/PL/BPH Migas/Kom/III/2006 tanggal 21 Maret 2006.

Pembangunan Proyek yang menjadi Program Strategis Nasional (PSN) ini diharapkan dapat mendukung peningkatan pemanfataan gas bumi domestik, sejalan dengan rencana Pemerintah menghentikan ekspor gas ke Singapura dan rencana penurunan harga gas untuk industri menjadi sebesar US$ 6 per mmbtu, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menhub Budi Karya Sumadi bersama President Director Jababeka Residence Sutedja S. Darmono saat meresmika JR Connexion di Kawasan Jababeka

Rabu, 21 Oktober 2020 - 11:40 WIB

Langkah Nyata Jababeka Menuju TOD City

Jababeka sebagai kawasan TOD terus menunjukkan kemajuan positif menyusul diluncurkannya layanan JR Connexion di Hollywood Junction Jababeka ( Minggu 18/10/2020 ) oleh Menteri Perhubungan RI…

Warung Konsuler di Wilayah Calabria (Photo by Kemlu)

Rabu, 21 Oktober 2020 - 11:15 WIB

Bantu WNI di Italia Selatan, KBRI Roma Adakan Warung Konsuler

Pelayanan kekonsuleran seperti pembaharuan paspor, diperlukan oleh para WNI yang berada di luar negeri, tidak terkecuali para WNI yang tinggal jauh dari kantor Perwakilan Indonesia.

Jasa Penagihan Hutang

Rabu, 21 Oktober 2020 - 11:09 WIB

Sejumlah Tips Pilih Jasa Penagihan Hutang

Jasa penagihan hutang di Indonesia banyak sekali jumlahnya, contohnya di Jabodetabek saja, lebih dari 100 biro jasa yang bergerak dalam bidang penagihan hutang. Yang harus diperhatikan adalah…

Diah Natalisa Deputi bidang Pelayanan Publik, Kementerian PANRB

Rabu, 21 Oktober 2020 - 11:00 WIB

Menyempurnakan UU Pelayanan Publik dari Berbagai Sisi

Undang-undang No. 25/2009 tentang Pelayanan Publik akan disempurnakan. Berbagai aspek disiapkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) untuk merevisi UU tersebut.…

Peresmian Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.(Twitter/@jokowi)

Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:49 WIB

Dasyat! Nama Presiden Jokowi Diabadikan Jadi Nama Jalan di Uni Emirat Arab

Jakarta-Nama Presiden Joko Widodo diabadikan menjadi nama jalan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) Peresmian President Joko Widodo Street dipimpin oleh Chairman Abu Dhabi Executive Office Sheikh…