Anies Kembali Perpanjang PSBB, Pengusaha 'Geleng-geleng': Ratusan Ribu Pekerja Sudah di PHK, Restoran Seperti Mau Innalillahi

Oleh : Candra Mata | Senin, 28 September 2020 - 16:46 WIB

Ilustrasi Pengunjung restoran di Mal (foto Detik.com)
Ilustrasi Pengunjung restoran di Mal (foto Detik.com)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang kembali memperpanjang Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat hingga 11 Oktober 2020 mendatang membuat pengusaha kelimpungan mempertahankan bisnisnya.

Hal ini diutarakan oleh Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bidang Restoran Emil Arifin pada Senin (28/9).

Ia menyebut kondisi bisnis restoran akan semakin memprihatinkan kedepan.

"Ini memang benar-benar sudah kesulitan semua usaha restoran, sudah seperti mau innalillahi saja," ujarnya saat dihubungi.

Menurutnya saat ini tercatat ada 200 ribu tenaga honorer atau pekerja harian yang telah dirumahkan akibat pemberlakuan PSBB di Jakarta.

"Jadi saya kira hampir 200.000 (pegawai harian). Itu baru yang di mal, belum pekerja yang ada di hotel, dan yang independen," ucapnya.

Untuk menekan dampak lebih dalam lagi, Emil berharap pihak Pemprov DKI dapat memberikan kelonggaran berupa ixin untuk para restoran melayani dine in atau makan di tempat.

"Kita sudah menerapkan protokol kesehatan, permohonan kita bisa bisa dine in, harusnya boleh," tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan sebelumnya oleh Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah.

Menurutnya keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total jilid II telah menimbulkan kerugian besar kepada pelaku usaha di Mal terutama tenant restoran.

"Saat ini para pemilik toko khususnya para tenant disektor restoran mengalami kesulitan operasional hingga terancam gagal bayar gaji karyawan," ucapnya di Jakarta beberapa waktu lalu.

Pasalnya, restoran didalam aturan Pemprov DKI Jakarta hanya diperbolehkan melayani take away atau pesan antar selama PSBB. 

Sedangkan kontribusi pendapatan dari layanan tersebut ucap Budi hanya 10 persen dari total pendapatan usaha restoran.

"Jadi kalau layanan ditutup tolong kami dibayarkan gaji karyawannya," ungkap Budi.

"Jadi orang mau makan, bungkus itu cuma 10 persen. Jadi kalau sekarang dibatasi cuma 10 persen masukannya. Bagaimana meng-cover biaya gaji, sewa, dan tagihan supplier?," jelasnya.

Adapun beban yang dihadapi pelaku usaha saat ini menurut Budi ialah biaya gaji pegawai, biaya operasional dan biaya tagihan supplier. 

"Akhirnya banyak yang terpaksa memilih merumahkan karyawan," ucapnya.

"Buka juga pasti rugi bahkan bisa bangkrut. Bayangkan, buat bayar sewa, bayar gaji, bayar listrik tapi yang datang cuma 10 persen. Tidak bisa nutup," tegasnya.

Untuk itu, Ia berharap, pemerintah dapat memberikan bantuan sosial kepada pelaku usaha terdampak PSBB berupa subsidi langsung tunai. 

"Nantinya, uang ini akan digunakan untuk membayar gaji karyawan dan sewa gedung," ungkapnya.

"Jadi yang kami minta, berikan bantuan uang ke kami. Jangan lagi uangnya dialokasikan untuk hal yang tidak tepat. Jadi penting dibantu itu pencipta lapangan kerjanya. Pengusaha hidup kan kerjaan ada, yang susah kan cari lapangan kerja sekarang," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:07 WIB

Menteri Arifin Minta PLN Lakukan Berbagai Upaya Untuk Ciptakan BPP Tenaga Listrik yang Efisien

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, PLN perlu melakukan berbagai upaya optimal agar tercipta Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik yang efisien.

Ilustrasi Korban PHK (foto Okezone.com)

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:01 WIB

Waduh Menyeramkan! Tsunami PHK di Tanah Air Bisa Capai 15 Juta Orang

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira memprediksi, pemutusan hubungan kerja (PHK) di tanah air mencapai 15 juta orang.

Kementerian ESDM

Rabu, 21 Oktober 2020 - 13:50 WIB

Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut, Kementerian ESDM Lirik Selat Pantar NTT

Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) Badan Litbang Kementerian ESDM melakukan penelitian dalam rangkaian pra feasibility study (pra FS) pemanfaatan arus laut dalam pembangkit…

PT Telkom Indonesia. (Foto: IST)

Rabu, 21 Oktober 2020 - 13:36 WIB

Telkom Dikabarkan Masuk Bisnis Media

Jakarta—PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom dikabarkan akan meluncurkan lini usaha media dalam waktu dekat.

Menteri Pertanian saat menyaksikan ekspor komoditas pertanian

Rabu, 21 Oktober 2020 - 13:18 WIB

Kementan Lepas Ekspor Premix Vitamin ke India

Kementerian Pertanian (Kementan) melepas ekspor perdana premix vitamin dan mineral ke India dari produksi PT Agrinusa Jaya Santosa yang merupakan anak perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia,…