Usai Diakuisisi Pertamina, TPPI Tancap Gas Garap Proyek Revamping Platforming dan Aromatik Senilai USD 180 Juta

Oleh : Hariyanto | Kamis, 24 September 2020 - 17:17 WIB

Menteri Perindustrian Dukung Penuh Proyek Revamping TPPI
Menteri Perindustrian Dukung Penuh Proyek Revamping TPPI

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Setelah diakusisi PT Pertamina (Persero) pada akhir tahun 2019, PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) langsung tancap gas mengembangkan Proyek Revamping Platforming dan Aromatik senilai USD 180 juta. 

“Proyek tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Platforming Unit dari 50.000 barrel per hari menjadi 55.000 barrel per hari dan kapasitas produksi Paraxylene  600.000 ton per tahun menjadi 780.000 ton per tahun,” kata Presiden Komisaris TPPI, Ardhy N. Mokobombang bersama Direksi TPPI saat melaporkan progress proyek tersebut kepada Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Rabu (23/9/2020)

Presiden Direktur TPPI Yulian Dekri, melaporkan bahwa pekerjaan Basic Engineering Design Package (BEDP) yang sedang dikerjakan oleh UOP telah dimulai pada 27 Maret 2020 dan akan selesai pada akhir September 2020.

Selain itu, pembangunan 5 tangki saat ini sedang dalam tahap pembangunan yang diperkirakan secara keseluruhan tangki-tangki tersebut akan selesai pada pertengahan Desember 2021.

Yulian menambahkan, pekerjaan revamping ini akan dilaksanakan pada awal 2022 bersamaan dengan pelaksanaan Turn Around, sehingga pada kuartal 1 2022 diharapkan kilang sudah dapat beroperasi secara penuh. 

“Sementara itu, terkait dengan dukungan TPPI untuk mengurangi produk impor Paraxylene, TPPI sudah mulai mengoperasikan unit produksi Paraxylene sejak Agustus 2020 secara dual mode yang menghasilan produk petrokimia dan produk BBM, dan akan ditingkatkan secara bertahap,” kata Yulian.

Direktur Pemasaran TPPI Darius Darwis menambahkan, kebutuhan domestik Paraxylene saat ini sebesar 1 (satu) juta ton per tahun, sedangkan  pemasok dari dalam negeri selain TPPI adalah hanya Kilang RU IV Pertamina yang mempunyai kapasitas produksi sekitar 200.000 ton per tahun.

Dengan demikian, selama TPPI tidak berproduksi, terdapat impor Paraxylene sekitar 800.000 ton per tahun. Untuk mengurangi impor Paraxylene pada tahun 2021, TPPI merencanakan akan memproduksi Paraxylene sebesar 280 ribu ton per tahun, sehingga total produksi Paraxylene dalam negeri menjadi 500 ribu ton per tahun. 

“Hal ini dapat mengurangi impor sejumlah 50% dari kebutuhan dalam negeri dan menurunkan current account deficit sejalan dengan arahan Bapak Presiden Joko Widodo saat mengadakan kunjungan ke TPPI tahun lalu,” ujar Darius.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyambut baik dan mendukung TPPI dalam melaksanakan proyek Revamping ini, mengingat produk-produk Petrokimia khususnya produk Aromatik ini sangat dibutuhkan di dalam negeri dan diimpor oleh berbagai perusahaan di Indonesia.

“Dengan memenuhi kebutuhan impor Paraxylene tersebut, peran TPPI dalam mengurangi impor dan current deficit account Indonesia menjadi sangat significant, dan ini sangat baik untuk membangkitkan perekonomian Indonesia,” pungkas Agus.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dosen institut STIAMI dan sekretaris Komisi 1 DRD DKI Jakarta Eman Sulaeman Nasim, moderator Seminar FAPI tentang Omnibuslaw

Jumat, 30 Oktober 2020 - 12:02 WIB

Enam Cara Konstitusional yang Dapat DIlakukan Masyarakat Apabila UU Omnibuslaw Berlaku

UU Cipta kerja ini disusun terlalu terburu buru. Dalam proses pembuatannya tidak memenuhi syarat formil maupun materil sebagaimana seharusnya sebuah undang undang itu dibuat. UU ini lebih banyak…

Ruri Repvblik Dikontrak MSI Record Miliaran Rupiah

Jumat, 30 Oktober 2020 - 12:00 WIB

MSI Record Kontrak Ruri Repvblik dengan Nilai Fantastis

Menghargai karya seni memang mahal, begitu kira-kira pandangan Daud produser MSI Record, tidak heran kalau ketika Ruri Vokalis band Repvblik menyodorkan 10 lagi karyanya langsung dihargai milyaran…

Sarang Burung Walet

Jumat, 30 Oktober 2020 - 11:15 WIB

Dahsyat! RI Bawa Pulang Rp 2,2 Triliun dari Perusahaan Sarang Burung Walet Asal China

Dalam kunjungannya ke Xiamen Yan Palace Seelong Food Co. Ltd, dia bersama dengan Huang Jian, Chairman dari perusahaan dimaksud menyaksikan penandatanganan Letter of Intent for Purchase (LOI),…

Daewoong Pharmaceutical

Jumat, 30 Oktober 2020 - 11:02 WIB

Komitmen Daewoong Pharmaceutical Tangani Pandemi Covid-19, dari Alat Tes Sampai Pengembangan Perawatan Virus Corona

Setelah mendapatkan izin dari Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Korea pada tanggal 08 Oktober 2020, Daewoong Pharmaceutical akan mempercepat pengembangan obat COVID -19 dan segera melakukan…

Pembangunan jalan

Jumat, 30 Oktober 2020 - 10:52 WIB

Tingkatkan Kualitas Jalan Nasional, Kementerian PUPR Manfaatkan Aspal Buton

Tahun 2020 penggunaan Asbuton dilakukan pada jalan sepanjang 793 Km yang tersebar di 25 provinsi di Indonesia dengan volume kebutuhan sekitar 42.000 ton.