Catat! Tahun Depan Alokasi Anggaran PEN Hanya Rp356,5 Triliun, DPR Cantik Ini Minta Penjelasan Pemerintah

Oleh : Candra Mata | Sabtu, 12 September 2020 - 11:02 WIB

Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin
Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Presiden Joko Widodo pada pidato Penyampaian RUU APBN TA 2021 beserta Nota Keuangannya pada 14 Agustus lalu menyebutkan bahwa rencana alokasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021 sekitar Rp 356,5 triliun. Alokasi tersebut menurun dibandingkan alokasi tahun ini yang mencapai Rp 695 triliun. 

Terkait hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin mengingatkan Pemerintah untuk segera menetapkan total anggaran Program PEN tahun 2021 dan rencana pengelolaannya, untuk mendukung kontinuitas upaya pemulihan ekonomi nasional.

“Tahun ini, program PEN tidak hanya ditujukan untuk menangani aspek kesehatan, tapi juga untuk melindungi perekonomian dan sosial masyarakat. Dalam pengalokasian program PEN mendatang, perlu wajib mempertimbangkan hasil evaluasi, efektivitas, dan dampak yang dihasilkan atas pelaksanaan bauran kebijakan PEN tahun ini. Misalnya, sisi permintaan dan produksi serta daya saing dan investasi masih perlu terus diperkuat sehingga kebijakan fiskal ekspansif memang masih harus kembali dianggarkan,” kata Puteri dalam pernyataan tertulisnya yang diterima redaksi Industry.co.id, Sabtu (12/9/2020).

Perlu diketahui, Presiden merinci anggaran senilai Rp 356,5 triliun untuk tahun 2021 tersebut terdiri atas, pertama, penanganan kesehatan dengan anggaran sekitar Rp 25,4 triliun. 

Kedua, program perlindungan sosial untuk masyarakat menengah ke bawah sekitar Rp 110,2 triliun. Ketiga, dukungan sektoral Kementerian/Lembaga (K/L) sekitar Rp 136,7 triliun. Keempat, dukungan kepada UMKM sekitar Rp 48,8 triliun. Kelima, pembiayaan korporasi sekitar Rp 14,9 triliun, serta keenam, anggaran untuk insentif usaha sekitar Rp 20,4 triliun.

“Semua komponen PEN jumlahnya cenderung menurun, kecuali komponen dukungan sektoral/pemda. Terkait penyesuaian anggaran PEN ini, tantangannya adalah bagaimana Pemerintah dapat memastikan bahwa sektor riil tetap dapat tumbuh dan memiliki kinerja yang baik sehingga target pertumbuhan ekonomi 4,5–5,5 persen di tahun depan dapat dicapai,” ungkap Puteri.

Terkait itu,  Menteri Keuangan menjelaskan bahwa alokasi anggaran dan desain PEN untuk tahun 2021 disusun dengan mempertimbangkan evaluasi keberhasilan program PEN tahun ini. 

Atas alokasi anggaran PEN tahun 2021 yang dikatakan menurun, Menteri Keuangan menyebutkan bahwa terdapat porsi anggaran PEN yang ditempatkan dalam pagu belanja K/L terkait.

Terkait alasan Menkeu tersebut, Puteri mendesak Pemerintah untuk memperjelas rencana alokasi program PEN tahun depan agar menjamin keberlanjutan pemulihan ekonomi.

“Walaupun demikian, penjelasan itu belum proporsional dengan anggaran belanja K/L terkait dalam RAPBN 2021. Misalnya, rencana pagu anggaran Kementerian Koperasi dan UKM dianggarkan senilai Rp 978,3 miliar. Sedangkan, selisih anggaran dukungan UMKM tahun ini dan tahun depan mencapai sekitar Rp 74,67 triliun. Dari pagu tersebut, belum terlihat jelas pengalokasian porsi PEN. Hal inilah yang perlu dijelaskan dan disinergikan oleh Pemerintah, karena kita perlu memastikan total anggaran PEN tahun depan,” beber Puteri.

Ia juga menekankan pentingnya percepatan penyerapan anggaran PEN untuk mengurangi risiko berlanjutnya pelemahan ekonomi di tahun 2021. Lantaran, realisasi program PEN 2020 per Agustus 2020 baru mencapai 27,7 persen.

“Tentu saja keberhasilan penyerapan dan efektivitas program PEN tahun ini akan memengaruhi perencanaan dan penganggaran PEN tahun depan. Penyerapan anggaran yang masih rendah perlu segera dipercepat dan segala hambatan yang dihadapi Pemerintah juga perlu ditangani secepatnya. Kita perlu memastikan bahwa masalah-masalah yang menjadi penghalang tadi tertangani oleh Pemerintah dan tidak berlarut-larut terbawa ke tahun depan. Dengan demikian, anggaran yang dialokasikan nanti memberi manfaat maksimal yang langsung dirasakan oleh masyarakat,” tandasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Perkebunan kopi

Minggu, 25 Oktober 2020 - 17:19 WIB

Komitmen Tingkatkan Produksi Kopi, Kementan Terus Kembangkan Inovasi

Asep Sukarna, salah satu petani kopi di Kabupaten Bandung Barat mengatakan penyediaan bibit unggul kopi seyogyanya memperhatikan kesesuaian dengan karakter daerah masing-masing.

Kejahatan Siber (Foto Dok Jatim Times)

Minggu, 25 Oktober 2020 - 17:00 WIB

Lima Perubahan Paradigma Keamanan Siber

Dengan menerapkan empati pada solusi digital, perusahaan bisa menjadi lebih inklusif. Dalam keamanan siber, itu berarti membangun solusi yang dapat mengakomodasi berbagai kelompok di keadaan…

Wisuda President University 2020

Minggu, 25 Oktober 2020 - 16:35 WIB

Wisuda President University 2020: Peluang Unik di Tengah Pandemi Covid-19

Era Industri 4.0 yang dipicu oleh perkembangan teknologi menawarkan banyak peluang baru. Namun, untuk bisa merebut peluang tersebut, kita dituntut bukan hanya harus mampu menguasai teknologi,…

CIMB Niaga - foto IST

Minggu, 25 Oktober 2020 - 16:00 WIB

CIMB Niaga Salurkan Program Beasiswa Periode 2020-2022

Program Beasiswa CIMB Niaga 2020-2022 di masa pandemi ini, diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mahasiswa agar tetap dapat melanjutkan studi tanpa terkendala biaya. Hal ini juga…

Anies Baswedan

Minggu, 25 Oktober 2020 - 15:50 WIB

Anies Resmi Perpanjang PSBB Transisi Hingga 8 November 2020; Catat! Bukan Berarti Longgar

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi Jakarta hingga 8 November 2020. Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kasus corona…