INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemerintah tengah menggenjot pembangunan kawasan industri terpadu, termasuk pembangunan super koridor ekonomi pantai utara Jawa.
Langkah ini dilakukan untuk menarik investasi potensial, serta upaya menyinergikan industri skala besar dengan industri kecil menengah (IKM).
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai keputusan pemerintah yang akan mengembangkan kawasan superkoridor pantai utara Jawa khususnya di Subang dan Batang sudah tepat.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi Sanny Iskandar menjelaskan bahwa pengembangan kawasan industri di pantai utara Jawa memang sangat dibutuhkan.
"Pemerintah sudah mengambil keputusan tepat, pertama untuk Subang itu lokasinya dekat dengan Pelabuhan Patimban dan untuk Batang memang saat ini masih memanfaatkan Pelabuhan Tanjung Mas di Semarang," ujarnya yang juga merupakan Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) di Jakarta (17/8/2020).
Menurut Sanny, dengan adanya pengembangan kawasan industri oleh pemerintah, tentu investor akan diuntungkan karena fasilitas pendukung mulai dari infrastruktur dasar seperti jalan listrik dan air sudah disediakan di kawasan tersebut.
Kemudian, lanjutnya, ada keuntungan lainnya seperti kemudahan regulasi dan perizinan sehingga investor sudah tidak perlu mengurus pembebasan lahan dan perizinan lainnya.
Disisi lain, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pemerintah perlu menata regulasi yang tepat bagi pelaku usaha sehingga menciptakan ekosistem yang kondusif.
"Artinya, peraturan nantinya tidak tumpang tindih atau menjadi rumit. Tujuannya untuk mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan masyarakat," terang Menperin Agus di Jakarta (14/8).
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraan di MPR dan DPR menyatakan bahwa pemerintah akan mengembangkan kawasan superkoridor pantai utara Jawa, tepatnya di Subang dan Batang.
Dalam Rancangan APBN 2021 juga disebutkan bahwa pemerintah melalui Kementerian PUPR akan mengucurkan anggaran senilai Rp12,2 triliun guna membangun kawasan industri di dua lokasi, yakni Subang dan Batang.