INDUSTRY.co.idJakarta - PT Suryacipta Swadaya, anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), memperkuat upaya menarik investasi asing (foreign direct investment/FDI) ke Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Strategic Banking Partnership and Industrial Investment Promotion dengan United Overseas Bank (UOB).

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan dalam ASEAN Conference 2026 di Resorts World Convention Centre, Singapura, sebagai bagian dari strategi perusahaan memperluas promosi investasi kawasan industri Subang Smartpolitan kepada investor di kawasan Asia.

Chief Commercial Officer PT Suryacipta Swadaya Abednego Purnomo mengatakan kolaborasi dengan UOB merupakan kelanjutan dari hubungan kerja sama yang telah terjalin sejak 2021.

“Kami sangat antusias memperluas kolaborasi strategis dengan UOB yang telah menjadi mitra tepercaya kami sejak 2021. Melalui jaringan luas UOB dan posisi Singapura sebagai pusat bisnis di kawasan Asia, kami optimistis dapat memperkenalkan ekosistem industri terintegrasi di Subang Smartpolitan kepada para investor regional,” ujar Abednego dalam keterangan tertulis.

Melalui kerja sama ini, UOB dan Suryacipta akan secara aktif mempromosikan peluang investasi di Subang Smartpolitan serta layanan perbankan kepada investor dan pelaku industri di Asia, khususnya pada sektor manufaktur berteknologi tinggi (hi-tech) dan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Kolaborasi tersebut juga sejalan dengan pengembangan Subang Smartpolitan sebagai kawasan industri generasi baru setelah keberhasilan Suryacipta mengembangkan Suryacipta City of Industry di Karawang.

Suryacipta menilai kawasan industri di Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi bagian penting dari penguatan rantai pasok manufaktur di Asia, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan ekspansi industri regional.

Menurut perusahaan, kombinasi antara kekuatan finansial dan teknologi Asia, khususnya Singapura, dengan ketersediaan lahan industri, konektivitas logistik, dan efisiensi operasional di Indonesia menjadi daya tarik utama bagi investor.

Selain penandatanganan MoU, Suryacipta juga berpartisipasi sebagai panelis dalam sesi Indonesia Market Breakout pada ASEAN Conference 2026 yang mengangkat tema “Indonesia’s Industrial Moment: Reform, Risk and the Real Investment Case”.

Dalam forum tersebut, Abednego memaparkan posisi strategis Indonesia sebagai pusat industri dan perdagangan di ASEAN, termasuk pentingnya integrasi pelabuhan laut dalam, jaringan logistik, dan kawasan industri dalam mendukung pertumbuhan manufaktur maju, teknologi energi, dan inovasi.

Suryacipta menyoroti keunggulan Subang Smartpolitan yang berada di koridor industri Jawa Barat dengan akses langsung ke Tol Trans Jawa, Tol Akses Pelabuhan Patimban, serta kedekatan dengan Bandara Internasional Kertajati.

Perusahaan meyakini konektivitas tersebut mampu memangkas biaya dan waktu logistik sehingga meningkatkan daya saing kawasan sebagai basis produksi industri global.

“Subang Smartpolitan hadir sebagai Smart, Green, and Sustainable City. Melalui integrasi dengan jaringan logistik nasional serta infrastruktur kawasan berbasis IoT, kami membangun ekosistem yang siap mendukung ketahanan rantai pasok manufaktur,” kata Abednego.

Ia menambahkan, kehadiran sejumlah tenant dari industri kendaraan listrik, alat berat, dan elektronik menjadi indikasi bahwa Indonesia semakin siap menjadi basis produksi manufaktur masa depan.

Melalui kerja sama dengan UOB dan promosi aktif di forum internasional, Suryacipta berharap dapat menarik lebih banyak investasi asing ke Indonesia sekaligus memperkuat posisi Subang Smartpolitan sebagai salah satu kawasan industri strategis di Asia Tenggara.