INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah mendorong perusahaan Jepang untuk berinvestasi di Kawasan Rebana melalui forum Rebana Area Development Co-Creation Seminar di Jakarta, Senin (7/9). Seminar ini merupakan bagian dari kerja sama teknis Pemerintah Indonesia dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) terkait pengembangan Kawasan Rebana dan Pelabuhan Internasional Patimban.

Asisten Deputi Pengembangan Kawasan Ekonomi dan Proyek Strategis, Suroto, menegaskan pengembangan Kawasan Rebana harus diterjemahkan dari perencanaan menjadi proyek investasi yang konkret. Pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan mitra pembangunan untuk menciptakan ekosistem investasi yang berkelanjutan.

Kesiapan Kawasan Rebana sebagai pusat pertumbuhan baru di Jawa Barat didukung sejumlah Proyek Strategis Nasional seperti Pelabuhan Patimban, Bandara Kertajati, Tol Cisumdawu, Bendungan Cipanas, dan Kawasan Industri Subang Smartpolitan. Realisasi investasi di Kawasan Rebana mencapai Rp36 triliun pada 2025. Hingga Triwulan II-2026 telah mencapai Rp21,59 triliun atau sekitar 30% dari total investasi Jawa Barat. Salah satu investasi besar yang telah beroperasi adalah pabrik perakitan kendaraan listrik BYD di Subang Smartpolitan.

Kerja sama dengan JICA telah menghasilkan Rencana Induk Kawasan Rebana, Rencana Spesifik Pusat Industri Hijau, pedoman pengembangan kawasan industri, hingga strategi promosi investasi. Chief Representative JICA Indonesia, Takeda Sachiko, menyebut Pelabuhan Patimban akan menjadi pintu gerbang logistik utama Jawa Barat. JICA juga mendukung pengembangan Green Industry Hub yang memadukan manufaktur, energi terbarukan, SDM, dan dekarbonisasi.

Koordinator Promosi Investasi BP Kawasan Rebana, Ahmad Nugraha, menambahkan saat ini terdapat 13 kawasan industri, 8 di antaranya sudah beroperasi. Dengan dukungan 30 universitas dan 500 SMK, Kawasan Rebana diproyeksikan menciptakan 1,7-1,8 juta lapangan kerja baru. Fokus pengembangan diarahkan pada industri hijau, ekonomi sirkular, energi terbarukan, dan teknologi pintar.

Pemerintah berharap hasil seminar ini ditindaklanjuti dengan penjajakan bisnis konkret antara pemerintah, investor, dan pengembang agar Kawasan Rebana mampu menarik investasi berkualitas.