INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Industri pertambangan terus menghadapi tuntutan untuk menjaga produktivitas sekaligus memperketat standar keselamatan di tengah aktivitas operasional yang semakin kompleks. Kondisi tersebut mendorong pemanfaatan teknologi pemantauan dan deteksi risiko sebagai bagian dari strategi perusahaan tambang untuk menekan potensi insiden di area kerja.

Melihat peluang tersebut, PT Trakindo Utama (Trakindo) kembali membawa ekosistem teknologi pertambangan Caterpillar, Cat® MineStar™, dalam gelaran Mining Expo 2026. Salah satu teknologi yang menjadi sorotan adalah Cat® MineStar™ Detect, yang dirancang untuk membantu meningkatkan visibilitas operator terhadap kondisi di sekitar alat berat sekaligus memberikan peringatan secara real-time.

Teknologi tersebut mencakup pemantauan area sekitar unit, deteksi titik buta atau blind spot, hingga pemberian peringatan ketika sistem mengidentifikasi potensi risiko. Dengan informasi yang diterima secara langsung, operator diharapkan dapat mengenali risiko lebih dini dan mengambil keputusan secara lebih cepat.

Product & Lifecycle Manager, Mining Marketing and Sales Trakindo, Ikwan Setiobhekti mengatakan, aspek keselamatan menjadi salah satu fokus penting dalam operasional pertambangan yang melibatkan banyak unit dan aktivitas dengan intensitas tinggi.

“Keselamatan tetap menjadi salah satu perhatian penting dalam operasional pertambangan, terutama ketika aktivitas berlangsung dengan intensitas tinggi dan melibatkan banyak unit di lapangan. Melalui MineStar™ Detect, kami ingin mengajak pengunjung melihat lebih dekat bagaimana teknologi dapat menjadi bagian dari upaya mendukung operasional yang lebih aman,” ujar Ikwan.

Menurut dia, Mining Expo 2026 menjadi momentum bagi Trakindo untuk memperlihatkan secara langsung kepada pelanggan dan pelaku industri bagaimana teknologi dapat diintegrasikan untuk menjawab kebutuhan operasional tambang yang terus berkembang.

MineStar™ sendiri telah diperkenalkan sejak pertengahan 1990-an sebagai solusi teknologi Caterpillar untuk membantu perusahaan pertambangan memantau, mengelola, dan mengoptimalkan berbagai aspek kegiatan tambang. Setelah berkembang selama lebih dari tiga dekade, ekosistem tersebut kini memiliki enam kapabilitas utama, yakni Fleet, Terrain, Detect, Health, Command, dan Edge.

Kapabilitas tersebut dapat diterapkan secara modular sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing site. Perkembangan MineStar™ juga menunjukkan bahwa digitalisasi pertambangan tidak lagi hanya berorientasi pada produktivitas dan efisiensi, tetapi semakin diarahkan untuk memperkuat pengelolaan risiko keselamatan.

Chief Innovation Officer (CIO) Trakindo, Daniel Setyadi mengatakan, MineStar™ Detect memanfaatkan informasi real-time untuk membantu operator memperoleh gambaran lebih baik mengenai kondisi dirinya maupun lingkungan kerja.

“Dalam operasional tambang, operator perlu merespons berbagai kondisi yang dapat berubah dengan cepat. Karena itu, informasi yang relevan pada saat yang tepat menjadi sangat penting,” jelas Daniel.

Salah satu fitur yang ditawarkan adalah Fatigue Monitoring System melalui Driver Safety System (DSS). Sistem ini menggunakan kamera pintar yang dipasang di dalam kabin untuk memonitor sejumlah indikator, termasuk durasi mata tertutup dan posisi kepala operator.

Apabila sistem mendeteksi indikasi kelelahan atau distraksi, peringatan diberikan secara langsung melalui alarm suara dan getaran pada kursi. Data kejadian yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan perusahaan untuk mengidentifikasi pola kelelahan dan distraksi selama operasional.

Dengan demikian, teknologi tidak hanya berfungsi sebagai sistem peringatan bagi operator, tetapi juga menyediakan data yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan dalam memperkuat pengelolaan risiko, menentukan tindak lanjut, hingga meningkatkan program pelatihan.

Selain faktor operator, MineStar™ Detect juga menyasar risiko yang muncul dari interaksi antarunit. Melalui Collision Awareness System, sistem memanfaatkan informasi posisi berbasis GPS dan real-time detection untuk membantu operator mengenali keberadaan kendaraan maupun alat berat lain di sekitar unit.

Ketika terdapat kondisi yang berpotensi menimbulkan benturan atau tabrakan, operator mendapatkan peringatan visual dan audio. Sistem juga menggunakan digital boundary di sekitar alat berat dengan beberapa tingkat peringatan berdasarkan jarak antar kendaraan.

Pengaturan avoidance zone maupun batas kecepatan dapat disesuaikan dengan desain tambang dan pola lalu lintas di masing-masing site. Fleksibilitas ini menjadi penting mengingat karakteristik area operasi serta komposisi armada setiap perusahaan tambang berbeda.

Tidak berhenti pada peringatan kepada operator, data dari Collision Awareness System juga dapat digunakan tim di lapangan untuk mengevaluasi area yang memiliki tingkat interaksi kendaraan tinggi, seperti jalan angkut dan persimpangan. Informasi tersebut berpotensi menjadi dasar untuk melakukan penyesuaian terhadap pengelolaan lalu lintas, kondisi area operasional maupun kebutuhan pelatihan operator.

Kemampuan sistem untuk diterapkan pada berbagai jenis dan merek kendaraan maupun alat berat juga membuat teknologi ini relevan bagi perusahaan tambang dengan komposisi armada yang beragam.

Daniel menegaskan, informasi yang diberikan melalui Fatigue Monitoring System dan Collision Awareness System ditujukan untuk memperkuat situational awareness operator, bukan menggantikan prosedur keselamatan yang telah diterapkan perusahaan.

“Melalui Fatigue Monitoring System, MineStar™ Detect membantu memberikan informasi terkait kondisi operator yang dapat memengaruhi tingkat kewaspadaan yang bersangkutan, sementara Collision Awareness System memberikan informasi mengenai situasi di sekitar alat dan potensi interaksi dengan kendaraan lain. Informasi tersebut membantu memperkuat situational awareness operator dan mendukung pengambilan tindakan yang lebih tepat selama operasional,” jelasnya.

Bagi Trakindo, pengembangan solusi berbasis teknologi keselamatan menjadi bagian dari upaya memperluas peran perusahaan, dari sekadar penyedia alat berat menjadi mitra yang membantu pelanggan mengelola operasional tambang secara lebih menyeluruh.

Ikwan mengatakan, kebutuhan industri yang terus berubah membuat perusahaan perlu memastikan setiap solusi teknologi memberikan manfaat nyata bagi pelanggan.

“Bagi kami, yang terpenting adalah bagaimana setiap solusi dapat memberikan nilai yang nyata bagi operasional pelanggan. Ke depan, Trakindo akan terus memperkuat perannya sebagai mitra pelanggan melalui produk, layanan, dan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” tutup Ikwan.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa investasi teknologi keselamatan semakin memiliki dimensi bisnis bagi industri pertambangan. Selain membantu mengurangi potensi risiko kecelakaan, ketersediaan data dan informasi real-time dapat mendukung pengambilan keputusan operasional, evaluasi lalu lintas tambang, pengelolaan operator, hingga upaya menjaga produktivitas secara berkelanjutan.

Sejalan dengan semangat Advancing You Forward, Trakindo menempatkan teknologi sebagai salah satu instrumen untuk membantu pelanggan menghadapi tuntutan operasional tambang yang semakin kompleks, dengan sasaran menciptakan kegiatan pertambangan yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan.