INDUSTRY.co.id - Perkembangan teknologi blockchain membuka alternatif bagi investor Indonesia untuk memperoleh eksposur terhadap aset yang berkaitan dengan saham perusahaan Amerika Serikat melalui ekosistem aset digital.
Salah satu mekanismenya adalah tokenisasi saham atau tokenized stocks yakni aset digital yang dirancang untuk mengikuti nilai saham tertentu. Produk tersebut berbeda dengan kepemilikan saham secara langsung melalui perusahaan sekuritas yang memberikan akses ke bursa Amerika Serikat.
Salah satu saham yang banyak menjadi perhatian investor global adalah Tesla, perusahaan kendaraan listrik asal Amerika Serikat yang memiliki pergerakan harga cukup dinamis.
Bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap saham Tesla melalui ekosistem aset digital, terdapat sejumlah platform yang dapat menjadi pilihan, di antaranya Pintu, Bittime, dan Tokocrypto.
Namun, investor perlu memperhatikan karakteristik masing-masing produk karena tidak seluruh aset digital yang berkaitan dengan perusahaan tertentu merupakan saham yang ditokenisasi.
1. Pintu
Pintu menjadi salah satu platform yang menawarkan produk tokenized stocks untuk memberikan eksposur terhadap sejumlah perusahaan global. Melalui produk tersebut, pengguna membeli token digital yang nilainya dirancang mengikuti aset saham yang menjadi acuannya.
Sejumlah token yang tersedia antara lain NVDAX untuk NVIDIA, AMZNX untuk Amazon, AAPLX untuk Apple, TSLAX untuk Tesla, GOOGLX untuk Alphabet, dan METAX untuk Meta.
Pintu menyebut produk tokenized stocks tersebut didukung aset dasar dengan rasio 1:1 dan aset dasar disimpan oleh kustodian berlisensi. Produk tersebut juga memungkinkan transaksi dilakukan 24 jam sehari selama tujuh hari. Pengguna dapat membeli tokenized stocks dengan nominal mulai sekitar Rp11.000.
Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan risiko perubahan harga saham, risiko aset digital, risiko penerbit, likuiditas, serta perbedaan hak antara pemegang token dan pemegang saham secara langsung.
2. Bittime
Bittime merupakan platform aset digital yang juga berada dalam perkembangan ekosistem real-world assets atau RWA. Tokenisasi RWA memungkinkan aset dunia nyata direpresentasikan dalam bentuk token digital yang berjalan di jaringan blockchain.
Namun investor perlu memastikan karakteristik setiap produk yang tersedia di platform. Produk RWA tidak selalu berarti saham yang ditokenisasi. Sebelum transaksi, investor perlu memeriksa informasi mengenai aset dasar, penerbit token, jaringan blockchain, mekanisme penentuan harga, biaya transaksi, likuiditas, serta ketentuan penarikan aset.
3. Tokocrypto
Tokocrypto merupakan salah satu platform perdagangan aset kripto di Indonesia yang menyediakan beragam aset digital. Bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap saham perusahaan Amerika melalui aset digital, penting untuk membedakan tokenized stock dengan aset kripto yang hanya menggunakan nama atau memiliki keterkaitan tertentu dengan perusahaan.
Selain itu, aspek biaya perdagangan, spread, dan likuiditas perlu diperhatikan. Token dengan likuiditas rendah berpotensi memiliki selisih harga beli dan jual yang lebih besar sehingga dapat meningkatkan risiko ketika investor ingin menjual aset.