INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Pelabuhan Tanjung Priok atau PTP Nonpetikemas, bagian dari Pelindo Group, terus mencatatkan kinerja positif hingga Juli 2026. Kinerja tersebut tercermin dari realisasi throughput yang mencapai 108,54 persen dari target, sekaligus tumbuh 17,85 persen secara year-on-year atau YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode Januari sampai dengan Juli 2026, PTP Nonpetikemas mencatat total throughput sebesar 31,39 juta ton per m3, atau mencapai 108,54 persen dari target. Capaian tersebut juga tumbuh 17,85 persen dibandingkan periode yang sama Juli 2025 sebesar 26,64 juta ton per m3.

Capaian tersebut dikontribusikan oleh empat kelompok kemasan utama, yakni general cargo sebesar 7,75 juta ton per m3, bag cargo 1,58 juta ton, curah cair 7,54 juta ton, serta curah kering sebesar 14,51 juta ton.

Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan konsistensi perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan dan produktivitas terminal melalui transformasi operasional yang terus dilakukan.

"Capaian sampai dengan Juli 2026 menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga momentum pertumbuhan. PTP Nonpetikemas terus melakukan optimalisasi operasional, penguatan kolaborasi dengan pengguna jasa dan stakeholder, serta memastikan layanan terminal yang semakin efektif, aman dan terintegrasi," ujar Indra.

Pertumbuhan kinerja tersebut turut ditopang oleh sejumlah cabang yang mencatatkan capaian throughput di atas target. Pontianak dan Kijing mencatat realisasi sekitar 3,85 juta ton per m3 atau 163,13 persen dari target, sementara Panjang membukukan sekitar 3,55 juta ton per m3 atau 119,96 persen dari target.

Kinerja positif juga terlihat di Tanjung Priok dengan realisasi throughput sekitar 10,43 juta ton per m3, atau mencapai 112,89 persen dari target. Sementara Cirebon membukukan sekitar 2,45 juta ton per m3 atau 107,68 persen dari target, Teluk Bayur mencatat realisasi sebesar 3,51 juta ton per m3 atau 104,44 persen dari target, dan Pangkal Balam mencapai sekitar 1,02 juta ton per m3 atau 103,43 persen dari target.

Selain pertumbuhan trafik, PTP Nonpetikemas terus memperkuat fundamental perusahaan melalui peningkatan produktivitas, optimalisasi fasilitas dan peralatan bongkar muat, serta penguatan tata kelola operasional di seluruh cabang. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kualitas layanan sekaligus meningkatkan daya saing terminal nonpetikemas.

Indra menambahkan, pertumbuhan kinerja perusahaan tidak hanya diarahkan untuk mengejar peningkatan volume, tetapi juga memastikan setiap proses operasional memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa serta mendukung kelancaran rantai logistik nasional.

"Transformasi yang kami jalankan harus memberikan dampak nyata terhadap kecepatan dan kualitas layanan. Sehingga memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa dan berkelanjutan," pungkas Indra.