INDUSTRY.co.id - Jakarta - Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), data center, komputasi awan, otomasi, hingga manufaktur cerdas membuat kebutuhan infrastruktur kawasan industri ikut berubah.
Investor kini tidak hanya mencari ketersediaan lahan, listrik, air, dan akses logistik, tetapi juga membutuhkan konektivitas digital yang andal, aman, dan mampu berkembang mengikuti kebutuhan bisnis.
Perubahan tersebut mendorong PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BeFa) memperkuat kesiapan kawasan industrinya di Bekasi, Jawa Barat, untuk mendukung pertumbuhan industri berbasis teknologi dan investasi masa depan.
Dalam langkah tersebut, SolidBlue melalui PT Kawasan Lintas Biru Digital (KLBD) yang mengembangkan infrastruktur konektivitas digital di kawasan industri BeFa, menjalin kolaborasi strategis dengan PT XenithIG Indonesia Network (Xenith IG).
Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang bertujuan meningkatkan kapabilitas jaringan digital kawasan industri BeFa sekaligus memperluas akses terhadap infrastruktur digital di sepanjang koridor Jakarta-Cikampek.
Penandatanganan MoU digelar dalam acara bertema "Powering The AI Ready Industrial Ecosystem – Power, Connection, Assured" di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali, Kamis (27/8/2026).
BeFa Bidik Kawasan Industri Siap AI
Transformasi digital dan perkembangan AI membuat perusahaan membutuhkan standar infrastruktur teknologi informasi (TI) yang semakin tinggi. Konektivitas digital kini menjadi bagian penting dari infrastruktur kawasan industri karena berperan dalam mendukung operasional, pertukaran data, otomatisasi, hingga pengembangan teknologi berbasis AI.
BeFa pun mengembangkan konsep kawasan industri yang tidak hanya mengandalkan utilitas konvensional, tetapi juga memiliki infrastruktur digital dengan tingkat keandalan dan skalabilitas yang lebih tinggi.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari pengembangan BeFa Digital Town, kawasan yang dipersiapkan untuk mendukung pertumbuhan industri AI, data center, komputasi awan, manufaktur digital, serta berbagai teknologi masa depan.
Direktur Utama BeFa, Leo Yulianto Sutedja mengatakan, kebutuhan investor saat ini semakin mengarah pada kepastian kesiapan infrastruktur sejak awal investasi.
"Bagi investor, yang utama adalah kepastian bahwa kebutuhan infrastruktur dapat terpenuhi sesuai kualitas dan jadwal yang diminta. Melalui kolaborasi ini, BeFa memastikan kesiapan listrik, konektivitas, air, dan infrastruktur pendukung lainnya secara terintegrasi. Bagi kami, AI-ready itu memberikan kepastian kepada tenant sejak hari pertama berinvestasi," ujar Leo.
Dalam pengembangan ekosistem digital tersebut, SolidBlue berperan dalam membangun fondasi konektivitas digital di kawasan industri BeFa. Sementara itu, kerja sama dengan Xenith IG dirancang untuk memperluas konektivitas kawasan hingga terhubung dengan ekosistem infrastruktur digital yang lebih luas.
Jaringan yang dikembangkan ditujukan agar memiliki tingkat keandalan, keamanan, skalabilitas, dan ketangguhan yang mampu mengikuti perkembangan kebutuhan industri.
Infrastruktur tersebut diproyeksikan mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari AI, komputasi awan, data center, Internet of Things (IoT), hingga aplikasi industri lainnya.
SolidBlue menyatakan, kemitraan dengan Xenith IG menjadi langkah penting untuk memperluas konektivitas melampaui batas kawasan industri dan menghubungkannya dengan jaringan digital strategis di sepanjang koridor industri serta pusat data utama.
"SolidBlue hadir untuk membangun fondasi konektivitas yang dapat terus berkembang seiring kebutuhan para penyewa kami. Kolaborasi kami dengan Xenith IG memungkinkan kami menghadirkan akses jaringan yang lebih luas, memberikan kawasan ini infrastruktur digital yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan AI, komputasi awan, pusat data, dan aplikasi industri lainnya di masa depan," ujar perwakilan SolidBlue.
Sementara itu, CEO Xenith IG, Noah Drake mengatakan, pihaknya antusias bekerja sama dengan SolidBlue untuk merancang dan membangun jaringan serat optik di kawasan industri BeFa.
Menurutnya, infrastruktur tersebut akan diarahkan untuk mendukung kebutuhan ketahanan dan skalabilitas beban kerja AI maupun hyperscaler.
"Xenith IG sangat antusias berkolaborasi dengan SolidBlue dalam merancang dan membangun jaringan serat optik di kawasan industri BeFa, guna mendukung kebutuhan ketahanan dan skalabilitas beban kerja AI serta hyperscaler," ujar Noah.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut juga akan memberikan penyewa kawasan akses on-net menuju jaringan dark fiber metro Xenith IG yang membentang lebih dari 650 kilometer.
Jaringan tersebut memiliki rute yang beragam serta konektivitas berlatensi rendah menuju sejumlah simpul infrastruktur digital utama di sepanjang koridor Jakarta-Cikampek.
Dengan penguatan konektivitas tersebut, kawasan industri BeFa berupaya menawarkan ekosistem yang lebih siap menghadapi kebutuhan industri berbasis teknologi.
Kolaborasi SolidBlue dan Xenith IG sekaligus memperlihatkan bahwa persaingan kawasan industri ke depan tidak lagi hanya ditentukan oleh lokasi, luas lahan, maupun ketersediaan utilitas dasar.
Kesiapan infrastruktur digital dan kemampuan kawasan dalam mendukung AI, data center, serta manufaktur cerdas kini menjadi faktor yang semakin menentukan daya saing kawasan dalam menarik investasi.