Bos Batubara Sedih! Industri Pertambangan Batubara Indonesia Memasuki Sinyal Merah

Oleh : Kormen Barus | Kamis, 13 Agustus 2020 - 16:11 WIB

Produsen Batubara
Produsen Batubara

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Akankah industri pertambangan batubara Indonesia memasuki sinyal merah di masa-masa yang akan datang?

Mungkin terjadi bila dilihat dari beberapa indikator, yakni kecenderungan penurunan harga komoditas batubara, tuntutan pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial, isu pemanasan global, hilirisasi batubara, serta terhentinya minat lembaga pembiayaan untuk mendukung industri ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Rizal Kasli dalam rilisnya yang menyikapi kondisi aktual industri tambang batubara dalam negeri.

Rizal menyampaikan bahwa Indonesia harus cepat mengambil langkah antisipatif agar batubara tetap menjadi penopang pertumbuhan ekonomi dan juga salah satu industri yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Indonesia masih sangat membutuhkan batubara. Selain sumber energi nasional yang murah, juga sebagai solusi pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Permasalahan di sektor ini harus disikapi secara positif agar dapat memberikan kontribusi optimal bagi bangsa dan negara,” ungkap Rizal dalam keterangan tertulisnya Kamis (13/8)..

Rizal mengungkapkan, PERHAPI pada usianya yang ke–30 akan mengadakan konferensi yang  mengangkat tema “Save Indonesia Coal (SIC)” guna mencari solusi terbaik bagi sektor industri tambang batubara.

Batubara tidak boleh lagi dianggap sekadar penyumbang devisa, tapi harus lebih dari itu. Batubara harus menjadi sumber ketahanan energi dan katalis pembangunan secara berkelanjutan.

Pengelolaan batubara harus mempertimbangkan masa depan energi bangsa dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan serta kemanfaatan bagi masyarakat.

Untuk itu, Perhapi yang menaungi 6.232 profesional pertambangan di Indonesia akan melaksanakan Indonesian Coal Conference 5th dengan tema Utama Save Indonesia Coal (SIC) secara virtual di Jakarta pada 11-18 September 2020. Indonesian Coal Conference sendiri terakhir kali terselenggara pada tahun 2011.

“PERHAPI akan membuat rumusan penyelesaian terbaik dari sisi regulasi maupun bisnis. Batubara sebagai sumber daya alam tidak terbarukan diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional dalam usaha mencapai kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara berkeadilan,” tambah Rizal.

Sampai dengan Juli 2020, produksi batubara Indonesia mencapai 271.35 jt ton, 49% dari rencana produksi berdasarkan persetujuan RKAB awal sebesar 550 juta ton. Angka ini 12% lebih rendah dari 2019 dengan produksi 616 juta ton.

Selain penurunan produksi, harga batubara juga tergerus sampai ke level US$50 per ton. Harga batubara kemungkinan bisa tergerus lagi atau mengalami stagnasi di level $ 50-an jika tidak dilakukan pengendalian produksi secara Nasional.

“Jika kondisi ini berlangsung terus, berbagai dampak akan muncul. Penurunan produksi dan melemahnya harga akan membuat penerimaan negara turun, potensi PHK di sektor pertambangan, dan juga lesunya ekonomi di daerah pertambangan. Namun yang paling mengkhawatirkan adalah turunnya cadangan batubara nasional dan rendahnya upaya pencarian cadangan baru atau eksplorasi. Semua ini harus cepat dirumusan solusi terbaiknya untuk kemajuan bersama,” tandas Rizal.

Perlu diketahui, PERHAPI adalah asosiasi profesi independen dan profesional yang menaungi ahli-ahli pertambangan di Indonesia.

PERHAPI memiliki 6.232 orang anggota (data per 31 Maret 2020) yang tersebar tidak hanya di Indonesia tetapi juga di belahan lain dunia. PERHAPI didirikan pada tahun 1991 dan saat ini sudah menginjak usia yang ke-30.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo melakukan perjanjian kerjasama dengan Perusahaan Financial Technology (Fintech) yakni Jembatan Emas

Jumat, 18 September 2020 - 19:43 WIB

Gandeng Jembatan Emas, BUMN Askrindo Sasar Asuransi Kredit Fintech

Jakarta–PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo melakukan perjanjian kerjasama dengan Perusahaan Financial Technology (Fintech) yakni Jembatan Emas.

Pandemi Covid-19 memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan Bali. Imbasnya kemana mana, termasuk pada lambatnya pertumbuhan Ekonomi Bali

Jumat, 18 September 2020 - 19:27 WIB

Gairahkan Kembali Pariwisata Bali, Perempuan-Perempuan Cantik Ini Kampanyekan Bali I Miss U

Bali-Pandemi Covid-19 memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan Bali. Imbasnya kemana mana, termasuk pada lambatnya pertumbuhan Ekonomi Bali. Hal ini juga mempengaruhi Perekonomian Nasional karena…

Yanmar Diesel Indonesia (YADIN) gellar online training

Jumat, 18 September 2020 - 19:20 WIB

Tingkatkan Kualitas di Masa Pandemi, Yanmar Diesel Indonesia Gelar Online Training untuk Teknisi dan Dealer

Demi terus meningkatkan kemampuan para personel PT. Yanmar Diesel Indonesia (YADIN) mengadakan online training sebagai alternatif pelatihan secara tatap muka. Disaat yang sama, YADIN juga terus…

Deputi Bidang Pengawasan KemenkopUKM Ahmad Zabadi

Jumat, 18 September 2020 - 18:15 WIB

LPS Koperasi Diusulkan Masuk RUU Cipta Kerja

Kementerian Koperasi dan UKM sedang memperjuangkan masuknya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Koperasi pada RUU Cipta Kerja.

Rahmad Darmawan Pelatih Madura United FC

Jumat, 18 September 2020 - 18:00 WIB

Coach RD Perlu Striker Perkuat Madura United

Tim berjuluk Laskar Sapeh Kerrab mengalami krisis di sektor striker sejak dipinjamkannya striker andalan mereka Alberto “Beto” Goncalves ke tim Liga 2, Sriwijaya FC dan Greg Nwokolo yang…