INDUSTRY.co.id, Jakarta - Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) angkat bicara terkait wacana pemindahan ibu kota ke wilayah baru yang disampaikan Pemerintah.

Advertisement

Diperlukan kajian yang mendalam dan komprehensif serta melibatkan seluruh stake holder sebelum rencana tersebut dapat direalisasikan. 

Banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Aspek-aspek seperti geografis, kondisi demografi, pertahanan dan keamanan, ekonomi, sosial dan budaya, dan aspek lain yang menyangkut kehidupan masyarakat Indonesia. 

Advertisement

"Perlu dilihat juga nanti bagaimana konektivitasnya. Pindah ibu kota belum tentu pindah juga pusat perekonomian. Nah, ini yang perlu dipikirkan, pertimbangan utamanya apa?" kata Enny Si Hartati, Direktur Eksekutif INDEF  Minggu(1/4/2017).

Dari sisi bisnis, menurutnya, wacana pemindahan ibu kota yang dilontarkan tanpa didasari kajian yang lengkap berpotensi menimbulkan ketidakpastian bagi dunia usaha. 

Advertisement

"Statement pemerintah jadi acuan semua pihak yang berkepentingan. Jadi jangan sampai buat orang bingung," tuturnya. 

Baginya, wacana pemindahan ibu kota tidak akan memunculkan keraguan dari pelaku usaha dalam kegiatan pengembangan bisnisnya. Yang penting, wacana tersebut mesti disampaikan sesuai dengan kajian yang telah dilakukan.

Advertisement

"Jadi tidak gampang dan bisa terealisasi seketika pemindahan ibu kota itu. Paling tidak butuh waktu 10 tahun dalam melakukan kajian dan juga mungkin untuk mempersiapkan rencana tersebut. Keterlibatan seluruh stake holder dalam hal ini sangat penting," pungkasnya.