Asiik! Pemerintah Bakal Perpanjang Masa Waktu 'Libur Bayar Cicilan' Asal....

Oleh : Ridwan | Sabtu, 11 Juli 2020 - 09:30 WIB

Kepala OJK Wimboh S (foto Ist)
Kepala OJK Wimboh S (foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan restrukturisasi kredit terhadap debitur terdampak Corona untuk meringankan beban mereka di masa pandemi.

Adapun, kebijakan restrukturisasi kredit yang berupa keringanan pembayaran cicilan kredit ini berlaku dengan jangka waktu maksimal 1 tahun, sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 tentang restrukturisasi kredit.

Namun demikian, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyatakan, restrukturisasi kredit bisa saja diperpanjang dalam beberapa ketentuan.

"Kalau memang enggak bisa (ekonomi pulih), ya bisa saja dilakukan (perpanjangan restrukturisasi) karena mungkin ada sektor yang barangkali mengungkitnya lama, itu bisa saja," ujar Wimboh dalam wawancara di salah satu stasiun televisi, (10/7/2020).

Wimboh mencontohkan sektor manufaktur yang memiliki kemungkinan pulih agak lama karena mekanisme pabrik tidak bisa langsung dihidupkan kembali setelah mati suri. Namun untuk sektor informal seperti bisnis warung, pekerjaan sebagai ojek, pemulihannya akan lebih cepat karena langsung bersentuhan dengan transaksi ekonomi itu sendiri.

Meski demikian, dirinya berharap ekonomi cepat pulih agar restrukturisasi kredit ini tidak usah diperpanjang. Pulihnya ekonomi tentu bergantung dari aktivitas yang dilakukan di dalamnya.

"Ini tergantung bagaimana ekonomi, kalau beroperasi lagi, bisa proses recovery, ini kita harap enggak ada lagi restrukturisasi yang diperpanjang. Harapannya, recovery dari Covid-19 ini sudah mulai," ujarnya.

Sementara itu, hingga saat ini, perbankan tercatat telah merealisasikan restrukturisasi kredit dengan nilai outstanding Rp 740 triliun dari potensi total sebesar Rp 1.373,67 triliun.

Demikian juga dengan perusahaan pembiayaan yang realisasi restrukturisasi kredit sudah mencapai Rp 133,84 triliun dari potensi Rp 451,6 triliun.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menkeu Sri Mulyani

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 10:45 WIB

Catat! Ini Penjabaran Kebijakan Fiskal RAPBN 2021, Sri Mulyani: Ekonomi 4,5%, Tingkat Penggangguran dan Kemiskinan 9%

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan soal kebijakan fiskal APBN 2021 yang disampaikan oelh Presiden Jokoei pada Jumat (14/8) dalam sidang paripurna DPR dengan tema Percepatan Pemulihan…

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 10:45 WIB

PTPN Grup Komitmen Terapkan Prinsip ISPO, RSPO dan ISCC untuk Tembus Ekspor CPO ke Pasar Global

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan Anak Perusahaan di sektor perkebunan kelapa sawit berkomitmen untuk mentransformasikan minyak sawit (crude palm oil/CPO) berkelanjutan dengan…

PT Astra International Tbk (Astra) dan PT Bank Permata Tbk (PermataBank) Tandatangani Perjanjian Kemitraan Bisnis

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 10:30 WIB

Babak Baru Kemitraan Astra dan PermataBank Dimulai

PT Astra International Tbk ("Astra") dan PT Bank Permata Tbk ("PermataBank"), menandatangani perjanjian kemitraan bisnis untuk memperkuat kelanjutan kolaborasi bisnis kedua belah pihak.

PT Acset Indonusa Tbk (ACSET)

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 10:15 WIB

ACSET Tambah Modal Lewat PUT II Senilai Rp1.5triliun

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) ACSET pada 8 Juni lalu, pemegang saham telah memberikan persetujuan atas rencana Perusahaan melakukan PUT II dengan mekanisme HMETD.

Luhut Binsar Pandjaitan

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 10:00 WIB

Wajibkan TKDN, Luhut Ancam Bakal Copot Direksi BUMN 'Bandel': Eh Kalian Jangan Main-main...

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah terus merupaya keras memaksimalkan penggunaan produk Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)…