INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Dr. Fithra Faisal Hastiadi berpendapat bahwa usaha mitigasi COVID-19 sangat berpengaruh bagi ekonomi khususnya investasi di Indonesia. Dirinya menyebut, ada ketakutan pasar terhadap pola infeksi yang ekponensial.
Awalnya terjadi optimisme pasar ketika pemerintah melaksanakan relaksasi PSBB, ada banyak aliran modal (capital flow) yang terdorong oleh relaksasi tersebut. Tapi ketika angka infeksi dan kematian naik lagi dalam beberapa hari, pasar membaca hal ini sebagai suatu yang negatif.
“Dalam dua hari terakhir, rupiah dan IHSG cenderung negatif. Maka, penting untuk bisa mengelola angka ini,” kata Fithra dalam diskusi daring bersama Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI), Kamis (11/6/2020)
Fithra mengingatkan Indonesia untuk berhati-hati agar tak terjadi potensi pengalihan investasi, akibat belum terkendalinya angka infeksi di dalam negeri.
Fithra membandingkan angka kematian akibat COVID-19 di Vietnam yang sudah mencapai 0%. Negara itu dianggap mampu mengambil peluang investasi karena telah berhasil mengendalikan angka penularan.
“Bagaimanapun juga ketika COVID masih tinggal akan berdampak buruk bagi ekonomi. Indonesia masih di pitstop, sedangkan Vietnam sudah masuk lintasan. Indonesia mau masuk juga, padahal ban belum dipasang,” jelasnya memberi ilustrasi.
Ekonom UI ini juga menyebut masa transisi saat ini sebagai periode evaluasi. Ketika PSBB dibuka secara bertahap, perlu ada analisis dampaknya terhadap angka infeksi. Jika angka infeksi meningkat, kecenderungannya adalah PSBB akan diperpanjang sampai angka infeksinya benar-benar menurun.
Ia menjabarkan tiga skenario perkiraan yakni skenario penerapan PSBB dengan tidak disiplin, lebih disiplin, dan sangat disiplin. Kalau peraturan diterapkan dengan baik dan masyarakat disiplin, bisa jadi rasio infeksi menurun. Namun ia menyayangkan masyarakat yang masih cenderung tidak disiplin.