APBN Terbatas, BP Tapera: Kami Diamanatkan UU Himpun Dana Pekerja untuk Wujudkan Mimpi Rumah Pertama MBR

Oleh : Candra Mata | Minggu, 07 Juni 2020 - 09:15 WIB

Ilustrasi Perumahan Rakyat
Ilustrasi Perumahan Rakyat

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) merupakan program pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) supaya bisa mengakses kredit kepemilikan rumah (KPR). Program ini dilaksanakan oleh Kementerian PUPR.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan bahwa pemerintah telah merilis PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera pada 20 Mei 2020 lalu.

Dengan adanya aturan tersebut, tugas menghimpun dana akan diserahkan bertahap selama 7 tahun kepada Tapera untuk segera dilakukan pengadaan perumahan rakyat dengan mengumpulkan tabungan wajib berprinsip gotong royong dari segmen pekerja. Hal ini karena pendanaannya tidak bisa hanya mengandalkan dari APBN yang terbatas. 

"APBN itu terbatas, tetapi Tapera adalah gotong royong, bentuknya tabungan wajib. Yang dimaksud dengan gotong royong artinya, yang bisa memanfaatkan adalah masyarakat tertentu, tidak semua peserta," jelas Eko Djoeli Heripoerwanto pada konferensi pers virtual "Manfaat Tapera untuk Pekerja" pada Jumat lalu, (05/06). 

Komisioner Badan Penyelenggara Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Adi Setianto mengatakan bahwa Tapera disiapkan untuk menghimpun dana murah jangka panjang untuk pembiayaan perumahan yang layak dan terjangkau bagi peserta. 

"BP Tapera, kami diamanatkan Undang-Undang untuk menghimpun dana murah jangka panjang untuk pembiayaan perumahan yang layak dan terjangkau, khususnya mewujudkan mimpi rumah pertama," jelasnya. 

Ia menambahkan bahwa pengadaan rumah juga termasuk jaminan sosial. Selain itu, Tapera akan menargetkan layanan di luar segmen ASN eks Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum-PNS) sekitar 13 juta peserta di tahun 2024. 

Ari Eko, Deputi Bidang Pengarahan BP Tapera melanjutkan, dana Tapera akan dikumpulkan dari pekerja yang wajib dipotong gajinya, meliputi ASN, Anggota TNI/ Polri, pejabat negara, pekerja BUMN, BUMD, BUMDes, pekerja swasta atau iuran peserta mandiri Tapera yang mendapat upah minimum regional (UMR). 

Perlu diketahui, KPR bersubsidi FLPP tersebar di 34 provinsi. Untuk menyampaikan ke masyarakat, saat ini, terdapat 13.000 pengembang yang tergabung dalam 19 Asosiasi Pengembang. 

KPR subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sejak 2010 dijalankan oleh 41 bank yang terdiri dari 5 bank Himbara, 2 bank nasional syariah, 3 bank swasta nasional dan 32 Bank Pembangunan Daerah.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Robert Alberts Pelatih Persib Bandung (Foto Dok PR)

Rabu, 23 September 2020 - 18:00 WIB

Ini Alasan Pelatih PERSIB Robert Berikan Sesi Latihan Bek Lebih Awal

Pelatih Robert Alberts mengungkapkan pentingnya materi latihan yang spesifik bagi pemain di setiap posisi. Oleh sebab itu, dalam agenda latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu 23…

Ilustrasi obat-obatan (Tribun)

Rabu, 23 September 2020 - 17:45 WIB

Kemenperin Manfaatkan Balai Besar Kimia Tingkatkan Riset Bahan Baku Industri Farmasi

Kementerian Perindustrian terus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bahan baku industri farmasi di dalam negeri.

Tanaman talas hasil pertanian lokomotif Pandeglang

Rabu, 23 September 2020 - 17:18 WIB

Talas Beneng, Produk Ekspor Unggulan Kabupaten Pandeglang

Di masa pandemi ini permintaan luar negeri untuk Talas Beneng ternyata tidak menyurut. Selain Belanda, ada lima negara baru yang menampung hasil panen Talas Beneng asal Pandeglang. Pemerintah…

Pertamina (Foto: Ist)

Rabu, 23 September 2020 - 17:05 WIB

Pertamina Akan Bangun SPBUN di Pelabuhan Krui Lampung

Sesuai hasil pemantauan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan PT Pertamina (Persero) Sales Area Lampung-Bengkulu, keberadaan SPBUN nantinya sangat diperlukan untuk keperluan…

Coca Cola Serahkan Bnatuan Ambulans ke PMI

Rabu, 23 September 2020 - 17:00 WIB

Coca Cola Serahkan Bantuan Ambulans ke PMI

Penyerahan bantuan kepada PMI merupakan realisasi bertahap dari kontribusi Coca-Cola yang telah disalurkan melalui Palang Merah Indonesia untuk mendukung upaya bantuan darurat dan kemanusiaan…