Forum Pemred Desak Polisi Proses Pelaku Teror Terhadap Wartawan Detik.com

Oleh : Hariyanto | Jumat, 29 Mei 2020 - 17:58 WIB

Stop Kekerasan Terhadap Wartawan
Stop Kekerasan Terhadap Wartawan

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred) mendesak pihak kepolisian untuk memroses pelaku teror dan bahkan ancaman pembunuhan terhadap wartawan detik.com. Tindakan pelaku selain mencederai kemerdekaan pers juga menghianati kehidupan demokrasi di Tanah Air.

Berdasarkan pernyataan yang diterima INDUSTRY.co.id, Jumat (29/5/2020) Forum Pemred  mengingatkan jika terjadi kekeliruan dalam pemberitaan semestinya masyarakat menempuh mekanisme  hak jawab sesuai ketentuan UU Pers 40/1999. Jika belum puas dengan cara itu bisa mengadukan permasalahan ke Dewan Pers.

Sejak Selasa 26 Mei 2020 lalu, wartawan detikcom mengalami intimidasi, doxing, teror, bahkan diancam akan dibunuh. Ini karena sang jurnalis menjalankan profesinya sebagai wartawan. Dia menulis berita tentang salah satu kegiatan Presiden Joko Widodo.

Jurnalis dan Pers tentu tidak luput dari kesalahan. Namun, kekeliruan pemberitaan jelas tidak boleh menjadi alasan adanya intimidasi, kekerasan, teror, bahkan ancaman pembunuhan.

UU Pers dibuat supaya ada kepastian koreksi dapat dilakukan, dengan tetap menjunjung perlindungan terhadap kebebasan pers. Dengan adanya kebebasan pers, antara lain, masyarakat diuntungkan dengan adanya mekanisme check and balances untuk memastikan akuntabilitas Pemerintah melayani kepentingan publik.

Terkait dengan intimidasi, doxing, teror, dan ancaman pembunuhan terhadap wartawan detikcom, Forum Pemred memberikan pernyataan sikap sebagai berikut:

1. Tindakan mengintimidasi, doxing, teror, bahkan melakukan ancaman pembunuhan adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan kepada siapa pun. Tindakan keji ini tak boleh dibiarkan. Kami mendorong Polri untuk segera memroses pelaku.

2. Bila ada berita yang dianggap salah, silakan melakukan koreksi melalui jalur yang sudah ada, dengan mengirimkan permintaan hak jawab ke media bersangkutan. Jika tidak memperoleh tanggapan seperti diharapkan, dapat mengadukan masalahnya ke Dewan Pers. Bukan lewat pengerahan buzzer dan intimidasi di media sosial.

3. Jurnalis dalam bekerja dilindungi oleh Undang-undang. Apabila ada tindakan-tindakan yang menghalangi kebebasan pers termasuk mengintimidasi jurnalis, maka aparat penegak hukum harus menegakkan hukum dengan adil.

4. Mendorong semua media massa untuk terus menjunjung tinggi profesionalisme yang bertanggung jawab dan selalu menghadirkan jurnalisme yang berkualitas.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Maskapai Citilink Gelar Anti-Drug and Alcohol Misuse Prevention Program

Selasa, 14 Juli 2020 - 07:15 WIB

Citilink Gandeng BNN, Dirut: Sanksi PHK Bagi Pegawai yang Konsumsi Narkoba

Maskapai Citilink menggelar Anti-Drug and Alcohol Misuse Prevention Program berupa random check tes urin di tiga tempat yaitu Head Office, Station Cengkareng, dan Station Surabaya kepada karyawan…

Kebun Raya Purwodadi Terus Percantik Lingkungan

Selasa, 14 Juli 2020 - 07:00 WIB

Kebun Raya Purwodadi Terus Percantik Lingkungan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah melakukan penataan kawasan kebun raya di beberapa provinsi di Indonesia.…

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (dok INDUSTRY.co.id)

Selasa, 14 Juli 2020 - 06:06 WIB

Hore...IHSG Diperkirakan di Zona Hijau

Secara teknikal sendiri IHSG membentuk pola wedge pattern dengan 2 kemungkinan. Saat ini bergerak mencoba pada track positif yakni bullish trend line jangka menengah sebagai konfirmasi momentum…

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M.

Selasa, 14 Juli 2020 - 06:00 WIB

Direktur Latihan Bakamla RI Arahkan Personel Special Response Team (SRT)

Sebelum Pelatihan dan Pembinaan Aspek Dasar Laut bagi Personel yang tergabung dalam Special Response Team (SRT) yang secara resmi akan dibuka Selasa (14/7/2020), terlebih dahulu Direktur Latihan…

Satgas Yonif 125 Berikan Pelayanan Kesehatan kepada Warga Perbatasan

Selasa, 14 Juli 2020 - 05:30 WIB

Satgas Yonif 125 Berikan Pelayanan Kesehatan kepada Warga Perbatasan

Kehadiran Satuan Tugas Batalyon Infanteri 125/Simbisa (Satgas Yonif 125/SMB) di wilayah perbatasan harus senantiasa bermanfaat bagi warga sekitar, terutama dalam membantu memberikan pelayanan…