Semua Pihak Dipaksa Jujur, Terukur, Pasti dengan Sistem

Oleh : Hendra Triana | Sabtu, 08 April 2017 - 09:58 WIB

Hendra Triana, Praktisi IT,Dosen dan Bisnis Analis
Hendra Triana, Praktisi IT,Dosen dan Bisnis Analis

Dalam 3 (tiga) tahun terakhir, Indonesia mengalami fenomena baru dalam hal transportasi. Perkembangan ICT-Information Communication Technology dan era digital yang semakin canggih dan dinamis telah merambah dunia ransportasi di Indonesia. Hal ini dapat dirasakan dengan bermunculnya model transportasi berbasis online pada kota-kota besar di Indonesia.

Transportasi online adalah penggunaan Moda Transportasi Bermotor ( roda dua atau roda empat ) dengan cara memesan melalui aplikasi online yang terinstal pada gadget atau smartphone, dengan mudah menentukan lokasi “asal dari” dan “tujuan” pelanggan dan dapat diprediksi berapa ongkos atau tarifnya, identitas, nama dan posisi pengemudi (driver) secara otomatis ditampilkan dilayar pemesan.

 Pada saat ini, masyarakat Indonesia sudah sangat cerdas walaupun awalnya  kecewa pada masalah transportasi yang sangat padat/berdesakan dan tidak nyaman-aman, tingginya tingkat kemacetan dan tuntutan harus sampai tujuan on-time (tidak telat ) di kota-kota besar dengan populasi kendaraan pribadi yang makin bertambah, polusi udara menjadi alasan lain masyarakat enggan keluar rumah atau kantor.

Aspek lainnya, masyarakat bergiat untuk memenuhi kebutuhan hidup ber-aktifitas dan bekerja, misalnya untuk pesan makanan, mengirim barang, atau membeli barang tertentu diharapkan tanpa ada kendala dalam transportasi.

Masyarakat perkotaan akhirnya mencari solusi praktis dan cerdas, pemerintah Indonesia khususnya di DKI Jakarta dan Jabodetabek saat ini, sudah mulai berjalan dan terus melakukan pembaharuan dibidang Angkutan Masal Perkotaan ( MRT, Moda “Bus Way-Trans Jakarta”, Commuter Line PT KCJ, dan Trans Feeder lainnya dalam tahap pembangunan).

Perusahaan transportasi berbasis online hadir sebagai jawaban solusi yang mudah dan efisien untuk melengkapi sarana transportasi penunjang yang dapat menjangkau semua lapisan masyarakat

Memang tidak dapat dipungkiri, masyarakat terutama di kota besar sedang menggandrungi  transportasi online dengan cara menggunakan aplikasi terinstall di gadget/smartphone-nya. Selain dapat menghemat waktu, transportasi online juga dapat menghemat “uang” karena banyaknya promo dan cara pembayaran yang ditawarkan.

Tidak hanya itu, transportasi online juga dapat membantu tingkat kemacetan karena berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi. Aspek Lain perubahan gaya hidup inilah yang dimanfaatkan pelaku usaha untuk memulai persaingan dalam bisnis transportasi online.

Beberapa perusahaan transportasi berbasis on-line di Indonesia adalah :

Go-Jek, merupakan sebuah perusahaan teknologi asal domestik yang melayani angkutan memulai jasa angkutan penumpang roda dua. Perusahaan ini didirikan pada Tahun 2010 dan beroperasi sampai sekarang hampir di seluruh Kota Besar di Indonesia ( Jabodetabek, Bali, Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, Palembang, Semarang, Solo, Malang, Yogyakarta, Balikpapan dan Manado ). 

Jumlah aplikasi Go-Jek sudah diunduh sebanyak hampir 10 juta kali di Google Play pada sistim operasi android, saat ini sudah tersedia untuk iOS di Apple Store

Ide awal Aplikasi Go-Jek bekerja dengan mempertemukan permintaan angkutan ojek dari penumpang dengan jasa tukang ojek ( ojek pangkalan ) yang beroperasi di sekitar wilayah penumpang tersebut.

Cukup dengan mengunduh aplikasinya dari Google Play Store, maka kita dapat memesan jasa layanan tersebut. Tarif angkutannya disesuaikan dengan jarak tempuh yang akan dicapai. Selain jasa angkutan penumpang, ada juga layanan antar barang (kurir) dan belanja.

Grab-bike / Grab-Car / Grab-Taxi (sebelumnya dikenal sebagai GrabTaxi) adalah sebuah perusahaan asal  Singapura yang melayani aplikasi penyedia transportasi dan tersedia di enam negara di Asia Tenggara, yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Indonesia, dan Filipina.

 

Grab memiliki visi untuk merevolusi industri per-taksian di Asia Tenggara, sehingga dapat memberikan keamanan serta kenyamanan bagi pengguna kendaraan se antero Asia Tenggara.

Hingga bulan Maret 2015, jumlah pengguna Grab mencapai 3,8 juta pengguna. Grab tersedia untuk sistem operasi Android, iOS, dan BlackBerry.

Di Indonesia, Grab melayani pemesanan kendaraan seperti motor-roda dua, mobil penumpang dan taksi. Saat ini Grab tersedia di seluruh Jabodetabek dan beberapa kota besar di Indonesia

Uber adalah perusahaan rintisan dan perusahaan jaringan transportasi asal San Francisco, California, yang menciptakan aplikasi penyedia transportasi yang menghubungkan penumpang dengan sopir kendaraan sewaan serta layanan tumpangan

 

Perusahaan ini mengatur layanan penjemputan di berbagai kota di seluruh dunia. Mobil dapat dipesan dengan mengirim pesan teks atau memakai aplikasi bergerak khusus pilihan terakhir juga bisa digunakan untuk melacak lokasi mobil pesanan pengguna.

 

Awalnya, para sopir Uber menggunakan mobil Lincoln Town CarCadillac EscaladeBMW 7 Series, dan Mercedes-Benz S550. Setelah 2012, Uber meluncurkan UberX, yaitu pengayaan jenis mobil agar terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.

 

Pada tahun 2012, Uber mengumumkan rencana perluasan operasinya yang mencakup tumpangan menggunakan taksi.  Bulan Juni 2014, Uber mengakhiri periode pendanaan yang menaikkan nilai perusahaan menjadi US$18,2 miliar. Meski Uber belum merilis nama-nama investornya, Fidelity Investments diduga-duga merupakan investor terbesarnya.

Berikut ini adalah fenomena penggunaan transportasi berbasis aplikasi online khususnya di kota besar di Indonesia sebagai hasil analisa penulis :

Praktis, jika sebelumnya anda ingin menggunakan jasa transportasi umum, biasanya anda harus keluar rumah menuju jalan raya untuk mencari kendaraan yang kosong penumpang. Anda harus rela ber-panasan atau ber-hujanan tanpa kepastian. Tetapi, jika menggunakan aplikasi dengan gadget di jari anda maka anda dapat memesan moda transportasi dari rumah atau tempat lainnya dengan nyaman. Pengemudi Online akan segera menghampiri pemesan.

Tarif ekonomis dan kepastian, setiap jasa transportasi online memiliki cara penghitungan tersendiri untuk tarif jasa. Kebanyakan dari mereka memiliki tarif yang lebih murah dari tarif jasa transportasi konvensional. Ditambah juga dengan adanya berbagai promo yang dapat menguntungkan penumpang. Semua tarif yang harus dibayar penumpang sudah tertera dan “pasti” sejak awal, sehingga tidak ada proses tawar menawar dengan pengendara.

Lebih terpercaya, para pengemudi dalam sebuah perusahaan transportasi online sudah terdaftar. Data diri yang jelas dan surat kelakuan baik dari pejabat berwenang. Dengan kondisi seperti ini, penumpang akan merasa lebih aman menggunakan pengemudi yang sudah terdaftar.

Secara tidak langsung menciptakan masyarakat ekonomi massal,   pengemudi sekaligus berkesempatan sebagai pengusaha transportasi perorangan..

Konsumen diuntungkan dengan banyaknya pilihan moda transportasi, variasi kebutuhan konsumen tak berbatas (tempat dan waktu), karena selain mengangkut orang juga mengangkut jasa lainnya ( seperti : makanan, barang, dokumen ), berdampak signifikan pada sektor industri lainnya yang makin berkembang.

Resiko Kehilangan waktu menunggu dan salah alamat sangat Minimal karena Teknologi Informasi yang mendukung kinerja sistim .

Ekonomi biaya produksi tinggi akan “tergerus” disebabkan perusahan             non-online harus memiliki prasana dan sarana penunjang yang berbiaya besar ( pool kendaraan dan lain-lain )

Sangat disayangkan regulasi pemerintah yang ada pada saat ini dalam sektor transportasi berbasis on-line kurang melibatkan aspirasi dan suara konsumen, sehingga masih terjadi pro dan kontra

Dengan kehadiran transpotasi berbasis online kita semua masyarakat Indonesia khususnya masyarakat trasportasi secara tidak sadar sedang belajar “dipaksa jujur, terukur dan pasti dengan sistim,  sehingga akhirnya penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam menghadapi era digital dan serba otomatis kita harus memiliki “kata kunci” : cepat, tepat, terukur dan efisien.

Hendra Triana-HT4IND |Bisnis Analis, Praktisi ICT dan Dosen PTS Indonesia

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pariwisata Bali (Foto Dok Instagram)

Minggu, 16 Juni 2019 - 21:00 WIB

Ready, Set, Summer!

Menjelang liburan musim panas, Agoda, salah satu platform perjalanan digital yang paling cepat berkembang di dunia, mengungkapkan bahwa Tokyo, London dan Las Vegas masih terus merajai sebagai…

Bantuan Kemensos untuk Sultra Terus Bergulir (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 20:00 WIB

Bantuan Kemensos untuk Sultra Terus Bergulir

Pengiriman dan penyaluran bantuan sosial dari Kementerian Sosial terus bergulir bagi korban bencana banjir di sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Tenggara.

BNI Dukung Peningkatan Ekspor Seafood ke Amerika Serikat (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 17:34 WIB

BNI Dukung Peningkatan Ekspor Seafood ke Amerika Serikat

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) melalui Kantor Cabang Luar Negeri New York, Amerika Serikat memberikan dukungan fasilitas pembiayaan kepada Crystal Cove Seafood Corp. (Crystal Cove),…

Mendikbud, Muhadjir Effendy

Minggu, 16 Juni 2019 - 16:46 WIB

Rawan Jual Beli Kursi, Mendikbud Lakukan Penataan Sejumlah Sekolah

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan pemetaan sejumlah sekolah yang dinilai rawan terhadap praktik jual beli kursi dalam Penerimaan Peserta Didik (PPDB).

Ilustrasi Desa Wisata

Minggu, 16 Juni 2019 - 12:30 WIB

Kemenpar Gandeng Udinus Latih Warga Temanggung Majukan Desa Wisata

Kementerian Pariwisata dan Universitas Dian Nuswantara Semarang memberikan pelatihan memajukan potensi daerah sebagai desa wisata baru pada warga Kelurahan Walitelon Utara Kecamatan Temanggung,…