Memahami Tarif Hitung Pulsa dan Quota Data Penggunaan Media Sosial

Oleh : Hendra Triana | Rabu, 05 April 2017 - 07:59 WIB

Hendra Triana, Praktisi IT,Dosen dan Bisnis Analis
Hendra Triana, Praktisi IT,Dosen dan Bisnis Analis

INDUSTRY.co.id -  Sejalan dengan makin banyaknya komunikasi yang dilakukan menggunakan ponsel, kebutuhan paket data atau kuota internet pun semakin besar. Tetapi harap diperhatikan, jangan sampai kebutuhan tersebut justru membuat Anda tidak dapat mengendalikannya alias boros.

Hadirnya jaringan media sosial (medsos) yang menghubungan banyak orang, bahkan komunitas di seluruh dunia, secara langsung telah meningkatkan penggunaan paket data internet dari beragam provider.

Terkait anggaran bulanan, pengguna internet sudah tidak dapat lagi mengabaikan pos pengeluaran data atau paket internet. Jika melihat ke belakang, kapan terakhir pengguna pernah lupa mengakses email atau media sosial selama satu hari penuh ? Mungkin Hampir tidak pernah.

Meski termasuk kebutuhan sekunder, namun kehadiran infrastruktur ini sudah bagaikan air dan udara penunjang produktivitas seseorang.

Dari hasil survei yang dilakukan Google Indonesia pada 2015, diketahui rata-rata orang Indonesia menghabiskan 5,5 jam per hari untuk melihat layar smartphone mereka. Bahkan, di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, tidak mengherankan jika satu orang membawa dua hingga tiga smartphone sekaligus.

Bila anda pengguna termasuk satu dari 80 juta orang Indonesia yang selalu menggunakan internet sehari-hari, tentunya memerlukan kejelian dalam memilih paket internet yang murah dan efisien. Misalnya, jika sering mengakses Youtube dan Netflix, apakah lebih baik berlangganan paket internet unlimited atau volume based?

Dari telusuran pada berbagai situs penyedia data, dapat disimpulkan jika ada baiknya menghitung konsumsi data dalam sebulan, kemudian membeli paket internet sejumlah yang dibutuhkan.

Sebagai contoh, paket internet unlimited Indosat IM3 seharga Rp 50 ribu memiliki FUP 500 MB, dengan kecepatan maksimum 185 Mbps, maka setelah pemakaian internet melebihi 500 MB, kecepatan internet akan terus menjadi 16 Kbps atau hanya satu persen dari kecepatan awal. Kalau sudah begitu, kemungkinan pengguna tidak bisa lagi mengakses video streaming seperti Youtube sepuasnya.

Pengguna bisa memperkirakan kebutuhan internetnya berdasarkan kebiasaan sehari-hari. Sebagai contoh satu video Youtube berdurasi tiga menit dengan resolusi standar (480p) bisa menghabiskan sekitar 17 MB data, sementara satu film Netflix dengan kualitas SD akan menghabiskan sekitar 1 GB data per jam atau 3 GB data untuk kualitas video HD.

Sementara itu, panggilan telepon antar pengguna layanan GSM yang berbeda bisa menyedot pulsa sekitar Rp 2.000 per menit. Oleh karena itu, banyak orang kini mulai beralih menelepon via messenger app seperti WhatsApp (WA), Viber, Line, dan lain-lain.

Perkiraan jumlah data yang terpakai untuk penggunaan WA call selama satu menit adalah 0,2 MB dalam jaringan 3G (ini belum dihitung dalam jaringan 4G). Jika menggunakan layanan XL misalnya, tanpa berlangganan paket internet apapun pengguna dikenakan Rp 1 per KB, sehingga hanya menghabiskan sekitar Rp 200 per menit. Jika sering menggunakan video call Skype untuk komunikasi bisnis, konsumsi data bisa mencapai sekitar 30 MB per menit.

Hal ini tentu hanya memungkinkan jika lokasi pengguna dan orang yang dihubungi memiliki infrastruktur internet yang memadai, karena kualitas suara yang bagus membutuhkan dukungan jaringan 3G.

Anda tentu sangat sering melihat atau mendengar iklan tarif data internet. Berbagai provider atau operator seluler menawarkan hal ini. Akhirnya, anda sebenarnya diharapkan membeli produk mereka. Hal ini sangat maklum dan itu salah satu strategi penjualan mereka.

Melalui media cetak dan elektronik provider berusaha “membujuk” anda dengan kalimat yang umum “kuota data internet”. Tentunya, iklan didesain agar anda tergiur. Sangat disayangkan, banyak konsumen yang tidak memperhatikan ada bagian lain yang juga tertulis di dalam promo provider. tulisan kecil yang ada di bawah gambar, bertuliskan “Syarat dan kondisi serta ketentuan berlaku”.

Misalnya saja, ada promo Rp. 29,900. paket internet kuota 3GB. Anda pun melihat iklan tersebut langsung tergoda, dan membeli paket internet itu. Coba Perhatikan, ternyata kuota 3GB yang sudah anda memiliki syarat dan ketentuan yang tidak anda ketahui. Seperti sebegai berikut:

•    Kuota data yang bisa di pakai 24 jam hanya 0.6 GB
•    Sisanya, 2.4 GB hanya bisa dipakai Pukul 00.00 sampai pukul 06.00

Sudah bisa dipastikan, dengan adanya pembagian waktu yang tidak seimbang ini menyebabkan kuota yang anda beli tidak cukup digunakan dalam jangka waktu satu bulan. Terutama kuota yang 24 jam. Akhirnya, mau tidak mau anda harus membeli paket kuota yang baru.

Disarankan, sebelum membeli paket data internet, perhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Bagi anda yang kurang paham dengan isitilah GB (Giga Byte), MB (Mega Byte) dan KB (Kilo Byte), perhitungannya adalah 1GB = 1024 MB, sedangkan 1MB = 1024 KB, dan 1KB = 1024 Byte.  
                      
Dengan mengetahui ukuran data tersebut, anda semua dapat membandingkan atau komparasi harga-harga paket internet yang ditawarkan oleh jasa operator internet.

Pelajaran yang bisa anda dapatkan dari contoh di atas, yaitu apabila anda menemukan ada dua operator, katakanlah operator X dan Y, memberikan penawaran dengan harga sama (Rp.25.000).
• Paket operator X, anda mendapatkan Kuota 4000 MB ( Ssitim Pembagian Jam )
• Operator Y, kuota 2.5 GB dapat dipakai 24 Jam

Maka disarankan anda memilih paket operator Y.
Paket Operator Y lebih murah dibandingkan dengan operator X, meski  jumlah kuota lebih kecil. Namun, dari sisi waktu pemakaian, anda memiliki kebebasan. Apabila anda memilih operator X, ada kemungkinan anda “terpaksa” membeli lagi paket data baru. Karena paket data pada jam yang sering anda gunakan telah habis. Padahal, masih ada paket data di jam yang tidak sering dipakai.

Saat ini, pengguna bisa memilih antara paket internet unlimited atau berdasarkan kuota. Keduanya sama-sama punya batas wajar pemakaian.

Bedanya hanyalah pada paket unlimited, pengguna tetap bisa mengakses internet meski kecepatannya jadi sangat lambat. Sedangkan pada paket kuota, koneksi internet bisa langsung putus.

Artinya, apapun paket yang digunakan Anda tetap harus menghemat agar koneksi ke internet tetap lancar dan tidak menggerus isi dompet. Alternatif yang paling utama dalam hal ini, tentu saja mencari atau menghubungkan ponsel ke WiFi setiap kali sedang berada di tempat yang menyediakan WiFi gratis.

Selain WiFi, berikut ini beberapa tips yang dapat dipahami agar konsumsi data lebih efisien :

1. Monitoring Penggunaan Data

Sebelum menghemat penggunaan data, ada baiknya pengguna mengenali tipe-tipe konsumsi datanya. Apakah lebih sering habis karena media sosial, browsing, bermain game, menonton video onlineatau justru karena digunakan mengunduh aplikasi.
Pengguna bisa dengan mudah mengenali hal tersebut melalui menu di masing-masing ponsel, baik sistem operasi Android, iOS atau Windows Phone. Menu ini biasanya ada dalam bagian pengaturan ( setting ). Ketika dibuka akan menunjukkan berapa banyak data yang telah digunakan dan aplikasi apa saja yang menggunakannya.

Selain menggunakan aplikasi bawaan, ada juga aplikasi buatan pihak ketiga yang bisa dipakai menghitung konsumsi data. Misalnya, pengguna Android bisa mencoba aplikasi bernama Onavo Count untuk melacak penggunaan data.

Setelah mengetahui aplikasi apa saja yang banyak menggunakan data, tentu pengguna lebih mudah mengatur kapan menjalankan aplikasi tersebut. Misalnya, hanya membuka Path ketika terhubung dengan WiFi atau pada jam-jam tertentu ketika operator layanan komunikasi sedang
memberikan bonus kuota internet.

2. Matikan (off-line ) update otomatis

Update otomatis membuat pengguna selalu bisa mendapatkan aplikasi terbaru tanpa harus repot. Tapi bila tak terkendali, fitur ini malah jadi jebakan yang bisa membuat habis kuota data.

Bayangkan, bila Anda sedang menggunakan layanan data dari koneksi mobile lalu tanpa disadari ada sejumlah aplikasi yang otomatis diperbarui.

Satu aplikasi tersebut katakanlah berukuran 30 MB. Ketika update (pemutakhiran) otomatis terjadi pada 5 (lima) aplikasi dengan ukuran serupa saja sudah 150 MB yang hilang dari kuota data.
Sebaiknya pengguna mematikan saja fitur ini, dan memilih opsi melakukan pembaruan aplikasi secara manual atau otomatis hanya saat terkoneksi dengan WiFi. Tujuannya agar aplikasi, misalnya GooglePlay Store tidak otomatis mengunduh pembaruan menggunakan koneksi seluler.

3. Minimalkan download (unduh) aplikasi

Kurangi mengunduh aplikasi melalui koneksi seluler. Ukuran file sebuah aplikasi sebenarnya bervariasi, tidak seluruhnya berukuran besar. Namun bila Anda termasuk yang suka bermain game, perhatikanlah ukuran file yang diunduh.

Seringkali game dengan tampilan grafis tiga dimensi memiliki file berukuran besar. Misalnya, Contract Killer keluaran Glu Mobile, yang berukuran sekitar 295 MB.

Terkadang, setelah dipasang pun masih ada data-data pendukung lain yang mesti diunduh oleh game jenis ini. Ketika ditotal, data yang diunduh pun bisa hampir mencapai 1 GB. Jumlah sebesar ini tentu saja akan memakan banyak kuota data, apalagi jika sering dilakukan.

Bila harus mengunduh game seperti ini, sebaiknya mencari koneksi WiFi gratis atau lakukan saat Anda berada di lokasi-lokasi tertentu yang memang menawarkan WiFi. Alternatif lain untuk menghemat, cobalah untuk mengunduh aplikasi tersebut saat operator yang digunakan memberikan bonus kuota.

Aplikasi lain, seperti Facebook, Instagram atau Path, biasanya berukuran kecil ketika pertama kali diunduh. Namun konsumsi datanya bisa membesar saat digunakan. Path, misalnya bisa mengkonsumsi ratusan megabyte kuota data untuk menampilkan lini masanya yang padat dengan foto.

Bila masalah terbesar dalam kuota data Anda adalah soal aplikasi jejaring sosial seperti ini, cobalah mengatur waktu penggunaan aplikasi tersebut. Misalnya dengan mengurangi unggahan foto, mengurangi refresh lini masa aplikasi hingga hanya membukanya saat terhubung dengan WiFi.

4. Pintar menonton video online

Menonton video di YouTube ketika sedang di perjalanan memang menyenangkan, tapi jangan kaget bila ini membuat kuota data cepat habis. Streaming video adalah salah satu layanan yang membutuhkan data dalam jumlah besar.

Bila ingin menghemat kuota data Anda, sebaiknya hindari menonton streaming video menggunakan koneksi seluler. Alternatif lain, menonton streaming atau mengunduh video yang diinginkan ketika terhubung ke WiFi gratis.

Jika memang harus menonton via koneksi seluler, dapat diakali dengan menurunkan kualitas video. Biasanya pada YouTube terdapat pilihan antara 270p hingga 1080p. Semakin rendah kualitasnya, ukuran data yang dibutuhkan per detik pun semakin kecil.

Alternatif lain, YouTube punya fitur baru yang bikin penggunanya bisa menonton video offline. Nah, dengan memanfaatkan fitur ini, Anda bisa mengunduh video YouTube yang diinginkan saat ada koneksi WiFi, lalu menontonnya di waktu lain.

Tetapi perlu sebagai catatan  bahwa tidak semua video bisa diunduh ke dalam versi offline.

5. Kompresi data di browser

Sejumlah perambah atau browser memiliki fitur bawaan yang otomatis memampatkan data. Fitur ini sangat berguna untuk mereka yang sering menjelajah internet menggunakan ponsel.

Perambah yang memiliki fitur ini, antara lain adalah Chrome dan Opera Mini. Keduanya menggunakan server mereka sendiri untuk mengompres data situs yang dikunjungi pengguna, lalu mengirimkannya dalam bentuk data yang sudah diperkecil.

Sama halnya menggunakan Facebook, saat browsing biasa di jaringan milik Mark Zuckerberg, seperti chatting, browsing foto, menulis status, dan mengunjungi beberapa link pengguna dapat menghabiskan sekitar 2 MB data per menit.

Bila dikalkulasi, asumsi mengakses Facebook rata-rata 10 menit setiap harinya, dalam sebulan pengguna membutuhkan minimal 600 MB data. Jika suka menonton Youtube rata-rata 30 menit seminggu saat waktu senggang atau naas terjebak macet di jalan, maka asumsinya pengguna membutuhkan sekitar 680 MB data.

Jika ditambah email, radio streaming, e-commerce atau situs belanja online, dan sebagainya, maka total kebutuhan internet pengguna mencapai sekitar 1,2 GB hingga 2 GB. Jika membatasi koneksi layanan streaming saat mobile terhubung pada wifi saja, pengguna bisa menekan penggunaan internet hingga 800 MB per bulan.
Adapun cara termudah untuk menghitung pemakaian internet adalah dengan mencatat situs-situs atau mobile app yang paling sering dikunjungi setiap bulan dan memperkirakan total pemakaian data dari masing-masing situs atau app tersebut selama sebulan.

Paket internet berdasarkan volume pemakaian (volume based) biasanya lebih murah sekitar 20 persen jika pengguna memilih masa aktif 30 hari dibandingkan paket internet dengan masa aktif tujuh hingga 14 hari.

Semua asumsi dan kalkulasi terkait paket data dari beberapa provider tadi hanya semetara saat paket data berlaku pada waktu tertentu (saat ditelusuri) menurut situs masing-masing). Pasalnya, paket dari provider dapat berubah sewaktu-waktu sesuai promo yang digelar masing-masing penyedia jaringan internet tersebut.

Hendra Triana, Praktisi IT, Dosen dan Bisnis Analis

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pengobatan Garang Arang Di Masa lalu yang Kemudian Dijadikan Pengobatan Masa Kini

Selasa, 25 Juni 2019 - 09:08 WIB

Terapi Garang Arang Jadi Pengobatan Alternatif Penyakit Jaman Modern

Beberapa abad silam masyarakat suku Baduy (Banten) yang masih tinggal di pedalaman meyakini bahwa sumber penyakit adalah gangguan yang datang dari pengaruh jahat baik itu dari mahluk halus ataupun…

John Molloy (no 2 dari kiri) di salah satu Gerai "Floraiku" berbentuk Ryokan yang kini telah hadir di Indonesia.

Selasa, 25 Juni 2019 - 08:33 WIB

O Floraiku Parfum Yang Terinpirasi Dari Bunga Dan Puisi Jepang Hadir Di Indonesia

Industri wewangian atau parfum terus berkembang seiring sejalan dengan industri mode. Meski sudah banyak merek parfum dengan ribuan bau wangi diciptakan selalu saja ada yang ingin membuat terobosan…

Mentan Amran Sulaiman di tengah sawah

Selasa, 25 Juni 2019 - 07:41 WIB

Kinerja Kementan Genjot Ekspor Pertanian, di Apresiasi DPD

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) dalam program kerjanya selama era pemerintahan Jokowi mampu secara baik meningkatkan produksi dan nilai tambah komoditas.

Mentan Amran Sulaiman

Selasa, 25 Juni 2019 - 07:33 WIB

DPR : Ngurus Sektor Pertanian Butuh Pemimpin Kuat Seperti Amran

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama seluruh jajarannya telah terbukti mampu memenuhi target pembangunan sektor pertanian, termasuk kecukupan pangan masyarakat Indonesia dalam…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Selasa, 25 Juni 2019 - 07:14 WIB

Lirik Sembilan Saham, IHSG di Level 6257 - 6488

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (24/6/2019) berada di level 6257 - 6488. Cermati sembilan saham pilihan.