INDUSTRY.co.id - Jakarta- Oesman Sapta Odang akhirnya dilantik menjadi Ketua Dewan Perwakilan Daerah dalam sidang paripurna DPD RI di Senayan Jakarta, Selasa malam (4/4/2017)
Sebelumnya terjadi pro-kontra atas terpilihanya Oesman Sapat Odang dan Nono Sampono serta Damayanti Lubis sebagai ketua dan wakil ketua DPD karena adanya keputusan MA yang membatallan masa jabatan pimpinan DPD selama 2,5 tahun.
Pelantikan pimpinan baru DPD RI tersebut berdasarkan keputusan DPD RI untuk masa jabatan periode Maret 2017 sampai dengan September 2019.
Pelantikan pimpinan DPD RI tersebut dipandu oleh wakil ketua MA.
Sementara itu di tempat terpisah Senator asal Provinsi Kepulauan Riau Haripinto menyatakan wajar saat ini masyarakat memberi penilaian negatif terhadap Dewan Perwakilan Rakyat (DPD) atas insiden yang terjadi di lembaga itu.
"Masyarakat menilai negatif, kenapa kelakuan oknum anggota DPD seperti itu. Wajar saja jika dapat penilaian seperti itu," katanya di Tanjungpinang, Selasa (4/4/2017)
Haripinto juga menyesalkan insiden yang terjadi di DPD RI, Senin (3/4). Dalam insiden itu, anggota DPD RI Afnan Agi Kusono ditarik oleh rekannya, Benny Rhamdani dan Delis.
Insiden itu bagian dari dinamika politik dari proses demokrasi. Sebagian anggota DPD hanya ingin terjadi penyegaran di lembaga itu.
"Tetapi yakinlah, dari hasil pergaulan saya dengan teman-teman DPD, apa yang terjadi itu bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan bertujuan mulia. Teman-teman ingin DPD lebih maju," ujarnya.
Haripinto mengaku tidak ikut dalam rapat yang berujung kisruh tersebut. Ia hadir dalam ruang rapat setelah berakhir kisruh tersebut.
"Saya dari rumah sakit, kemudian ke kantor. Saya datang setelah selesai keributan itu. Saya justru menyaksikan rekaman keributan itu di youtube," katanya.
Meski demikian, Haripinto minta maaf kepada masyarakat, terutama masyarakat Kepri terkait insiden tersebut. Dari kejadian itu, anggota DPD RI harus mengambil hikmahnya yakni mengembalikan kepercayaan publik dengan bekerja keras dan intropeksi diri.
"Mungkin masyarakat memiliki penilaian negatif terhadap peristiwa itu, karena itu saya mohon maaf. Kami akan introspeksi diri," katanya seperti dikutp dari Antara.
Haripinto mengatakan, seluruh kegiatan di DPD semestinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tidak boleh melanggarnya. Jika ada regulasi yang belum tegas sebaiknya diselesaikan dengan baik.
"Mudah-mudahan tidak terulang lagi insiden yang sama," katanya.