Ekspor Kayu Berlisensi FLEGT Capai US$409,3 Juta

Oleh : Irvan AF | Selasa, 04 April 2017 - 21:22 WIB

Kayu di Hutan
Kayu di Hutan

INDUSTRY co.id, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkapkan realisasi ekspor produk perkayuan berlisensi FLEGT (Forest Law Enforcement, Goverment and Trade) sejak diterapkannya lisensi tersebut pada 15 November 2016 hingga akhir Februari 2017 mencapai 298,5 juta kilogram atau senilai US$409,3 juta.

Staf Ahli Menteri KLHK bidang Industri dan Perdagangan Internasional Lhaksmi Dhewanti di Jakarta, Selasa (4/4/2017) mengatakan, dalam waktu enam bulan sejak penerapan lisensi FLEGT untuk ekspor produk kayu ke Uni Eropa maka sudah diterbitkan lisensi ke 27 negara UE sebanyak 11.817.

"Dengan lisensi FLEGT furniture dari Indonesia memiliki posisi tawar lebih kuat, selain ada faktor mutu, kualitas dan desain," katanya dalam Diseminasi capaian Indonesia-EU FLEGT VPA.

Indonesia hingga saat ini merupakan negara pertama dan satu-satunya di dunia pemegang lisensi FLEGT (Tata kelola dan perdagangan bidang kehutanan), lanjutnya, dengan lisensi tersebut maka produk perkayuan nasional dijamin melewati jalur hijau pintu impor negara-negara Uni Eropa, karena telah memenuhi European Union Timber Regulation (EUTR).

Lisensi FLEGT Indonesia diperoleh melalui penerapan sistem serttifikasi yang disebut Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), lanjutnya, ini menunjukkan bahwa SVLK kredibel sehingga diterima oleh UE sebagai suatu mekanisme untuk membuktikan legalitas produk perkayuan Indonesia.

"Karena di masa lalu (produk) Indonesia selalu dicurigai illegal. Oleh karena itu pelaksanaan FLEGT juga dalam konteks kaitannya meningkatkan harga diri dan martabat Indonesia di pasar dunia, " katanya.

Laksmi menyatakan, SVLK tak hanya disiapkan untuk pasar EU namun juga untuk negara lainnya sebagai upaya menjamin legalitas dan keberlanjutan ekspor produk Indonesia.

"Dengan Australia, AS dan Jepang juga sedang dilakukan. Kita menyasar pasar-pasar yang besar dulu. Inginnya dengan menyasar mereka, maka market lain juga siap. FLEGT untuk pasar EU., tapi SVLK tak hanya untuk pasar EU," katanya.

Terkait adanya laporan masih terdapat pemalsuan dokumen, menurut dia, pihaknya terus berupaya mencegah hal itu antara lain dengan menerapkan transparansi dan keterbukaan di semua koridor hulu dan hilir.

" Ada banyak strategi yang dibangun, kita dekatkan kepada pengguna sehingga tak ada kesempatan untuk memalsukan dokumen. Kita benahi tata kelolanya," ujarnya.

Sementara itu Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan KLHK Ruf'iie mengatakan, sebagai negara pertama pemegang lisensi FLEGT sudah selayaknya Indonesia berbangga selama berlangsungnya tak terdapat kendala.

"Tentu ada halangan kecil yang bisa kita hadapi bersama-sama. SVLK memproses secara online dan tak dipungut biaya apa pun. Apabila diisi secara lengkap maka prosesnya hanya satu hari," katanya.

Deputy Head of EU Delegation Charles-Michel Geurts menegaskan lisensi FLEGT yang valid membebaskan operastor dari kewajiban uji tuntas, karena lisensi tersebut merupakan bukti legalitas kayu.

Dia mengingatkan bahwa peraturan perkayuan Uni Eropa (EUTR) melarang menempatkan di pasar UE produk perkayuan serta semua produk yang terbuat dari kayu ilegal termasuk mebel dan komponen mebel.

EUTR mengharuskan para pedagang UE yang menempatkan produk-produk kayu di pasar UE untuk melakukan prosedur uji tuntas (due diligence), serta mengharuskan operator UE untuk mengarsipkan seluruh data pemasok dan pembeli mereka.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Veolia

Senin, 24 Juni 2019 - 21:05 WIB

Veolia Water Technologies Establishes Asia Pacific Headquarters in Kuala Lumpur

Veolia Water Technologies, a leading solutions provider for both water and wastewater treatment, is pleased to announce the formation of its regional headquarters in Kuala Lumpur. The move from…

Suasana Konferensi Pers menyambut Harkopnas 2019 yang bakal diselenggarakan pada 12-14 Juli

Senin, 24 Juni 2019 - 20:59 WIB

Ini Alasan Harkopnas 2019 Diadakan di Purwokerto

Penetapan Purwokerto sebagai kota penyelenggara acara puncak Harkopnas 2019 adalah keputusan bernilai sejarah yang menarik.

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 24 Juni 2019 - 20:00 WIB

IMF: Perang Dagang AS-Tiongkok Tak Ada Pihak yang Diuntungkan

Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok tidak akan menguntungkan pihak mana pun dalam jangka panjang, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde…

Ilustrasi Ekspor (ist)

Senin, 24 Juni 2019 - 19:45 WIB

Pemerinah Bakal 'Nendang' Ekspor Lewat Insentif Fiskal

Pemerintah terus melakukan terobosan kebijakan yang dapat menggairahkan iklim usaha di dalam negeri sehingga turut memacu pertumbuhan ekonomi. Salah satu langkah strategisnya, yang dalam waktu…

LinkedIn

Senin, 24 Juni 2019 - 18:10 WIB

LinkedIn: Tiga Rising Skills Ini Pengaruhi Inovasi dan Transformasi Perusahaan di Indonesia

LinkedIn, jaringan profesional terbesar di dunia, meluncurkan Laporan Future of Skills 2019, yang mengidentifikasi 10 rising skills (peningkatan keterampilan) yang paling tinggi di antara…