Ibu Menaker Akan Denda Pengusaha yang Mangkir Bayar THR, Bos HIPMI: Tidak Elok Dibahas Sekarang, Bayar Gaji Saja Sudah Pusing

Oleh : Candra Mata | Rabu, 08 April 2020 - 08:28 WIB

H Maming Ketum HIPMI
H Maming Ketum HIPMI

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Tenaga Kerja mengingatkan, pengusaha yang terlambat membayar THR dikenai denda sebesar 5 persen dari total THR keagamaan yang harus dibayar sejak berakhirnya batas waktu kewajiban Pengusaha untuk membayar.

"Pengenaan denda tidak menghilangkan kewajiban Pengusaha untuk tetap membayar THR keagamaan kepada Pekerja/Buruh. Pengusaha yang tidak membayar THR dikenakan sanksi administrasi," ujar Menaker Ida dilansir dari laman Kemenaker Rabu (8/4).

Menanggapi itu, kalangan pengusaha mengaku makin dibuat pusing. Pasalnya, saat ini perputaran uang tidak sepenuhnya lancar, namun dalam rentang satu bulan ke depan harus memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada para karyawan.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H Maming mengakui bahwa saat ini para pengusaha dan pelaku industri sedang mengatur strategi bagaimana tetap mempertahankan kesejahteraan karyawannya di tengah hambatan bisnis akibat wabah Covid-19. Dan mencari cara bagaimana persoalan THR para pegawainya untuk tetap dipenuhi.

"Untuk THR, kami dari pengusaha untuk minta dipending dulu. Karena tidak elok dibahas pada kondisi sekarang. Bukan tidak dikasih ya, tapi dipending bahwa jangankan bicara THR. Seletah membahas melalui video confrence dengan HIPMI di seluruh daerah, untuk membayar gaji saja sekarang sedang kesulitan," tegas Maming melalui keterangan tertulisnya kepada Industry.co.id Rabu (8/4).

Mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan itu mengatakan, kondisi saat ini terbilang buruk. Jangankan meraih keuntungan, untuk bertahan di industri saja membutuhkan upaya yang lebih.

HIPMI tengah mengkaji bagaimana caranya agar industri tidak sampai melalukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Selain itu, para pengusaha menilai pemberian THR menjadi beban tahun ini. Pihaknya pun meminta kepada Kementerian Ketenagakerjaan agar tidak membahas THR terlebih dahulu.

"Kita berpikir mau bayar dari mana kalau sekarang terus bahas THR, ini bisa PHK karena beban kami sangat berat. Banyak sektor usaha yang sama sekali tidak beroperasi lagi. Kami mohon kebijakan dari Kementerian Ketenagakerjaan bisa mengeluarkan juga kebijakan yang win-win solution kepada pengusaha," ujarnya.

Terkait pemberian THR, lanjut Maming, dapat ditunda terlebih dahulu hingga perusahaan dapat kembali stabil. Banyak sektor usaha yang saat ini tidak beroperasi sama sekali.

"Mungkin ada jalan keluar juga bagaimana peraturan yang diaplilkasikan adalah perusahaan dan karyawan bisa berdiskusi secara internal dan negosiasi antara pengusaha dan karyawan itu sendiri. Intinya dikembalikan lagi kepada pengusaha dan pegawai masing-masing untuk mencari jalan tengah. Insyallah kita akan cari wayout dan solusi bersama," ucapnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Samantha Clayton Herbalife

Kamis, 28 Mei 2020 - 18:00 WIB

Jangan Tinggalkan Kebugaran Tubuh Saat WFH

Di tengah pandemi COVID-19, pemerintah menghimbau masyarakat untuk menerapkan kebijakan "di rumah saja", termasuk bekerja dari rumah atau Work From Home. Kebijakan ini mempengaruhi rutinitas…

Bank BCA

Kamis, 28 Mei 2020 - 17:45 WIB

PT Bank Central Asia Tbk Suntik Modal Rp1 Triliun, Bank Royal Berubah Nama Jadi Bank Digital BCA

Setelah sebelumnya mengakusisi, emiten perbankan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) resmi mengganti namanya Bank Royal menjadi Bank Digital BCA dengan suntikan modal awal sebesar Rp1 triliun.

Persija Jakarta (Ist)

Kamis, 28 Mei 2020 - 17:30 WIB

Manajemen Persija Jakarta Sangat Berharap Liga Segera Berjalan Kembali

Persija Jakarta telah mengambil sikap terkait lanjut atau tidaknya kompetisi musim ini. Manajemen Macan Kemayoran mempertimbangkan segala aspek baik dan buruk bila Liga Indonesia musim ini kembali…

Aktivitas industri makanan dan minuman (mamin)

Kamis, 28 Mei 2020 - 17:10 WIB

Kabar Baik! Sepanjang Januari-April 2020, Ekspor Industri Pengolahan Tembus USD 42,75 Miliar

Sepanjang Januari-April 2020, pengapalan produk industri pengolahan mampu menembus hingga USD42,75 miliar atau naik sebesar 7,14 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Mochamad Iriawan, Ketum PSSI

Kamis, 28 Mei 2020 - 17:00 WIB

Ketum PSSI-Menpora Bahas Persiapan Piala Dunia dan Kompetisi

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan bertemu Menteri Pemuda Olahraga Zainudin Amali di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, belum lama ini . Dalam pertemuan ini, PSSI menyampaikan perkembangan…