INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menurut riset dari para peneliti Imperial College antara 5 dan 40 pasien virus corona dalam setiap 1.000 kasusnya akan berakhir pada kematian, dengan kata lain sembilan dari 1.000 atau sekitar 1% berujung kematian.
Tapi angka tersebut bergantung pada beberapa faktor usia, jenis kelamin, juga kondisi kesehatan dan sistem kesehatan di orang tersebut.
Angka kematian yang berbeda yang dilaporkan di berbagai belahan dunia kemungkinan juga disebabkan oleh perbedaan versi virus tersebut.
Selain itu kebanyakan kasus tidak terhitung karena orang yang terjangkit lebih memilih untuk tidak pergi ke dokter karena hanya merasa mengalami gejala sakit flu biasa.
Tapi menurut para ilmuwan orang orang tertentu memiliki risiko kematian lebih besar jika mereka terjangkit virus corona, yakni orang berusia tua, sedang memiliki penyakit lain.
Dalam analisis besar pertama dari 44.000 kasus pertama dari China, angka kematiannya menjadi 10 kali lebih tinggi di antara kelompok orang berusia lanjut dibandingkan yang berusia muda.
Angka kematian menurun di kelompok orang berusia di bawah 30, yakni hanya 8 kematian dalam 4.500 kasus.
Lalu angka kematian mencapai lima kali lipat dikarenakan mengidap diabetes, tekanan darah tinggi atau kelainan jantung dan masalah pernafasan.
Angka kematian juga lebih tinggi di kalangan laki-laki dibandingkan perempuan.
Adapun langkah antisipasi dan perlindungan diri agar tidak tertular virus corona menurut para ilmuwan adalah dengan cara mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik, memakai masker yang sesuai standard kesehatan saat beraktifitas diluar rumah, menghindari orang yang batuk atau bersin, mencoba untuk tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut, menghindari kontak dengan binatang yang sakit, tidak memakan daging mentah dan daging kelalawar serta ular. (sumber BBC News)