INDUSTRY.co.id - Jakarta, Akses masyarakat Bogor Raya terhadap layanan penanganan kanker kini semakin luas dengan hadirnya Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC) di Sentra Medika Hospital Cibinong. 

Sebagai pusat layanan kanker terpadu pertama yang melayani wilayah Bogor Raya, Ciawi, Sukabumi, hingga Depok, SWICC menghadirkan layanan komprehensif mulai dari edukasi, deteksi dini, diagnosis, pengobatan hingga pendampingan pasien dalam satu sistem pelayanan terintegrasi.

Keberadaan fasilitas tersebut menjadi semakin penting mengingat kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. 

Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GCO) 2024, terdapat sekitar 1.130.213 penderita kanker di Indonesia dengan 474.083 kasus baru dan 283.299 angka kematian. 

Kondisi ini menunjukkan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan, deteksi dini, serta kemudahan akses layanan kesehatan.

Memperingati satu tahun berdirinya SWICC pada 14 Juli 2026, Sentra Medika Hospital Group menggelar Bogor Oncology Summit SWICC (BOSS) 2026, sebuah simposium onkologi berskala nasional yang menjadi wadah kolaborasi, edukasi, sekaligus peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam penanganan kanker.

Forum ilmiah tersebut menghadirkan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin sebagai keynote speaker bersama puluhan pakar onkologi nasional, di antaranya Dr. dr. M. Yadi Permana, Sp.B(K)Onk, Dr. dr. Andhika Rachman, Sp.PD-KHOM, FINASIM, dan Dr. dr. Angela Giselvania, Sp.Onk.Rad(K). 

Selain itu, lebih dari 30 dokter spesialis onkologi turut mengisi sesi ilmiah yang membahas perkembangan terbaru penanganan kanker hati, paru, payudara, serviks, kolorektal, leukemia, limfoma, hingga palliative care dan pain management.

Rangkaian peringatan hari jadi SWICC juga diisi berbagai kegiatan edukasi melalui kampanye "Stronger in Awareness, Together in Detection". Salah satu program unggulannya adalah penyelenggaraan 500 layanan skrining kanker gratis yang mencakup kanker payudara, serviks, hati, kolorektal, dan prostat, disertai webinar nasional serta seminar edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Deteksi Dini Jadi Penentu 

Dalam kesempatan wawancara, Ketua SWICC sekaligus Dokter Spesialis Bedah Onkologi, dr. M. Yadi Permana, Sp.B(K)Onk, menegaskan bahwa keberhasilan penanganan kanker sangat ditentukan oleh pencegahan dan deteksi dini.

"Untuk mengatasi kanker ini, yang terpenting adalah pencegahan dan deteksi dini. Jika pasien datang dalam stadium yang masih awal, angka kesembuhannya sangat tinggi," ujar dr. Yadi.

Ia mengungkapkan, hingga kini sekitar 60–70 persen pasien masih datang dalam kondisi stadium lanjut, sehingga peluang keberhasilan terapi menjadi lebih kecil.

Karena itu, SWICC terus memperkuat jejaring pelayanan bersama fasilitas kesehatan primer, klinik, serta rumah sakit tipe C di wilayah Bogor dan sekitarnya agar proses rujukan pasien dapat dilakukan lebih cepat sehingga diagnosis dan terapi bisa diberikan sedini mungkin.

Kasus Kanker pada Usia Muda Meningkat 

Menurut dr. Yadi, perubahan pola hidup masyarakat turut memengaruhi tren meningkatnya kasus kanker, termasuk pada kelompok usia muda.

"Dengan pergeseran pola hidup saat ini, angka kejadian kanker payudara pada usia muda, yakni di bawah 40 tahun, juga mengalami peningkatan," katanya.

Ia mendukung langkah Kementerian Kesehatan dalam memperluas program pemeriksaan kesehatan gratis dan deteksi dini sebagai upaya menekan angka kematian akibat kanker.

Didukung Teknologi Modern

SWICC mengusung konsep One Stop Cancer Care, yakni seluruh layanan kanker tersedia dalam satu lokasi. Pasien memperoleh penanganan melalui kolaborasi tim multidisiplin yang menyusun terapi secara personal sesuai jenis kanker, stadium penyakit, serta kondisi klinis masing-masing.

Layanan diagnostik meliputi CT Scan, MRI, USG, Mammografi, FibroScan, Laboratorium Patologi Anatomi, pemeriksaan Imunohistokimia (IHK), hingga skrining berbasis genetik atau DNA.

Sementara itu, layanan terapi mencakup bedah onkologi, kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, serta terapi target yang didukung teknologi radioterapi modern seperti LINAC Elekta Harmony Pro, Brachytherapy Elekta Flexitron, dan CT-Simulator GE Discovery RT.

Mayoritas Layanan Ditanggung BPJS

Dari sisi kapasitas, poliklinik onkologi SWICC mampu melayani sekitar 20 hingga 50 pasien setiap hari, atau sekitar 600 sampai 1.000 pasien setiap bulan.

Menurut dr. Yadi, sebagian besar layanan utama seperti operasi kanker, kemoterapi, terapi hormonal, hingga radioterapi telah dijamin oleh BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Sebagai rumah sakit tipe B, untuk tindakan yang sangat kompleks dan membutuhkan penanganan rumah sakit tipe A tentu akan kami rujuk. Namun untuk layanan utama, kami siap memberikan penanganan terbaik sehingga masyarakat Bogor tidak perlu selalu jauh-jauh berobat ke Jakarta, apalagi ke luar negeri," jelasnya.

SWICC juga diperkuat oleh tenaga medis yang memiliki pengalaman akademik dan klinis dari berbagai rumah sakit rujukan nasional, seperti RSCM, RS Fatmawati, dan RS Kanker Dharmais.

Pihak manajemen menambahkan bahwa dalam kondisi kegawatdaruratan yang mengancam keselamatan jiwa, pasien akan langsung mendapatkan tindakan medis tanpa menunggu penyelesaian administrasi pembiayaan.

Melalui penguatan layanan, edukasi, skrining, dan kolaborasi lintas fasilitas kesehatan, SWICC berharap dapat menjadi pusat layanan kanker unggulan yang tidak hanya meningkatkan kualitas pengobatan, tetapi juga mendorong semakin banyak masyarakat melakukan deteksi dini sehingga peluang kesembuhan pasien dapat terus meningkat.