INDUSTRY.co.id - JAKARTA – PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) membukukan kinerja keuangan yang tetap solid sepanjang semester I 2026. Emiten properti yang dikenal dengan nama Paradise Indonesia ini berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp141,98 miliar, ditopang pertumbuhan pendapatan dari segmen komersial serta meningkatnya kontribusi pendapatan berulang (recurring income).

Berdasarkan laporan kinerja perseroan, INPP mencatat pendapatan sebesar Rp858,14 miliar pada enam bulan pertama tahun ini. Segmen komersial menjadi kontributor utama terhadap pendapatan, seiring mulai beroperasinya sejumlah proyek baru dan optimalisasi aset yang telah dimiliki.

Wakil Presiden Direktur sekaligus Chief Financial Officer Paradise Indonesia, Surina, mengatakan capaian tersebut mencerminkan ketahanan model bisnis perseroan di tengah dinamika industri properti.

"Kami bersyukur pada periode ini INPP mencatatkan performa yang solid, yang tercermin dari perolehan laba yang positif. Kontribusi dari proyek baru yang mulai beroperasi turut memperkuat kinerja portofolio aset yang telah ada," ujar Surina dalam keterangan resminya, Jumat (31/7).

Sepanjang semester I 2026, segmen komersial mencatat pertumbuhan 23% secara tahunan (year on year/YoY). Kenaikan tersebut didorong oleh tambahan kontribusi dari perluasan 23 Paskal Shopping Center yang mulai beroperasi pada kuartal III 2025. Alhasil, porsi recurring income perseroan meningkat hingga mencapai 71% dari total pendapatan.

Menurut Surina, perseroan tidak hanya mengejar pertumbuhan pendapatan, tetapi juga menjaga kualitas sumber pendapatan agar lebih berkelanjutan.

"Fokus kami tidak hanya pada pertumbuhan, tetapi juga pada kualitas pendapatan. Oleh karena itu, kami menargetkan recurring income tetap berkontribusi sekitar 70% sepanjang 2026," katanya.

Di sisi profitabilitas, Paradise Indonesia juga membukukan EBITDA sebesar Rp265,12 miliar atau meningkat 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut mencerminkan keberhasilan perseroan menjalankan berbagai langkah efisiensi operasional sekaligus meningkatkan produktivitas aset.

Manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan yang konservatif sebesar 5% hingga 10% sepanjang 2026. Target tersebut akan ditopang oleh mulai beroperasinya 23 Semarang Shopping Center serta optimalisasi kinerja portofolio aset eksisting.

Ke depan, INPP tetap mengandalkan strategi diversifikasi bisnis melalui portofolio properti mixed-use yang dimiliki. Perseroan juga melanjutkan ekspansi proyek strategis di sejumlah wilayah potensial sembari melakukan revitalisasi aset untuk meningkatkan nilai dan produktivitas properti. Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga pertumbuhan kinerja dan profitabilitas secara berkelanjutan di tengah tantangan industri properti.