INDUSTRY.co.id - Labuan Bajo — Apotek K-24 memanfaatkan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 untuk mempercepat ekspansi bisnis sekaligus memperkuat program tanggung jawab sosial (CSR) di sektor kesehatan.
Jaringan apotek nasional ini meresmikan 17 gerai baru secara serentak di berbagai kota di Indonesia dan menyalurkan bantuan nutrisi bagi 1.500 balita pre-stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program Festival Sehat Ceria si Kecil.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Apotek K-24 dalam memperluas akses layanan kefarmasian sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di Indonesia, khususnya di wilayah NTT yang masih menjadi salah satu daerah prioritas penanganan stunting.
Program CSR ini mencakup 1.000 balita pre-stunting di Kupang dan 500 balita pre-stunting di Labuan Bajo, disertai edukasi kesehatan oleh dokter spesialis anak kepada orang tua, kader posyandu, bidan, perawat, dan tenaga gizi.
Founder & Direktur Utama Apotek K-24, dr. Gideon Hartono mengatakan bahwa persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan tinggi badan anak, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
“Melalui Festival Sehat Ceria si Kecil kami ingin menghadirkan kontribusi nyata melalui edukasi, bantuan nutrisi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Di saat yang sama, melalui Grand Opening Serentak 17 Gerai kami terus memperluas akses masyarakat terhadap obat-obatan dan layanan kefarmasian yang lengkap dan buka 24 jam,” ujar Gideon.
Saat ini, Apotek K-24 telah memiliki lebih dari 880 gerai yang tersebar di 172 kota dan kabupaten pada 29 provinsi di Indonesia.
Pusat kegiatan grand opening berlangsung di Apotek K-24 Van Bekkum, Kabupaten Manggarai Barat, Labuan Bajo, yang menjadi lokasi puncak peresmian gerai baru sepanjang Juli 2026.
Mengusung tema “Semakin Lengkap untuk Sehat”, pembukaan gerai serentak tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat layanan farmasi 24 jam, pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan masyarakat, hingga kegiatan keluarga seperti senam sehat dan lomba mewarnai anak.
Festival Sehat Ceria si Kecil sendiri sebelumnya telah digelar di Yogyakarta pada 2025, kemudian diperluas ke Kupang pada 23 Juli 2026 bekerja sama dengan PT Sarihusada Generasi Mahardhika, dan Labuan Bajo pada 25 Juli 2026 bersama PT Nestlé Indonesia.
Melalui program tersebut, masyarakat memperoleh edukasi mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), skrining tumbuh kembang anak, konsultasi kesehatan, serta bantuan nutrisi bagi balita pre-stunting.
Pemerintah Provinsi NTT menilai kolaborasi dunia usaha menjadi faktor penting dalam mempercepat penurunan stunting.
Kepala DP3AP2KB Provinsi NTT, drg. Iien Adriany mengatakan bahwa sinergi lintas sektor diperlukan agar program penanganan stunting berjalan lebih efektif.
“Kami mengapresiasi kolaborasi Apotek K-24 bersama Sarihusada yang menghadirkan Festival Sehat Ceria si Kecil sebagai bentuk dukungan nyata terhadap percepatan penurunan stunting di Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng menilai, keberadaan apotek yang beroperasi selama 24 jam menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama di daerah yang akses layanan kesehatannya masih terbatas.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari PT Sarihusada Generasi Mahardhika dan PT Nestlé Indonesia.
Sales Director Sarihusada, Rizki Imam Ardhi mengatakan bahwa edukasi mengenai pemantauan tumbuh kembang dan pemenuhan nutrisi perlu diperluas agar pencegahan stunting dapat dilakukan sejak dini.
Adapun Medical Market Access PT Nestlé Indonesia, Indah Dwi Puspita menegaskan bahwa investasi terbaik bagi bangsa adalah memastikan setiap anak memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.
Melalui kombinasi ekspansi gerai dan program kesehatan masyarakat, Apotek K-24 menargetkan dapat memperluas jangkauan layanan farmasi sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, tenaga kesehatan, dan mitra strategis dalam membangun generasi Indonesia yang lebih sehat.