INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Performa atlet umumnya identik dengan kekuatan fisik, teknik, serta perlengkapan olahraga. Namun, bagi pemanah para-Indonesia Kholidin, gigi dan mulut justru menjadi bagian penting dalam menunjang teknik yang digunakannya saat bertanding.

Kondisi tersebut mendorong Pepsodent menghadirkan kolaborasi “Bite Into Glory” bersama Kholidin. Dukungan tersebut difokuskan pada kesehatan mulut yang disesuaikan dengan kebutuhan Kholidin sebagai pemanah para yang menggunakan gigitan untuk menarik dan melepaskan tali busur.

Melalui kolaborasi ini, Pepsodent memberikan dukungan berupa perawatan periodontal profesional di Solo serta peningkatan rutinitas perawatan mulut. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan gigi, gusi, dan jaringan mulut Kholidin di tengah intensitas latihan menjelang Para Games 2026.

Sejak menekuni olahraga panahan pada 2017, Kholidin mengembangkan teknik yang memungkinkan dirinya menarik dan melepaskan tali busur menggunakan mulut dan giginya. Teknik tersebut dibangun melalui proses latihan, eksperimen, serta penyempurnaan selama bertahun-tahun.

Dalam periode latihan intensif, Kholidin dapat melepaskan sekitar 250 hingga 500 anak panah per hari. Jumlah tersebut bahkan dapat mencapai 600 anak panah ketika memasuki fase latihan puncak. Intensitas latihan membuat gigi, gusi, dan rahangnya secara berulang menopang mekanisme yang menjadi bagian dari teknik memanahnya.

“Saya menyadari bahwa cara saya memanah sekarang sudah tidak sama seperti sebelumnya, tetapi kecintaan saya terhadap olahraga ini tidak pernah berubah. Bagi saya, yang terpenting adalah terus mencari cara untuk menjadi lebih baik. Setiap latihan, setiap proses, dan setiap kemajuan menjadi motivasi bagi saya untuk terus melangkah maju,” ujar Kholidin.

Dengan kondisi tersebut, kesehatan mulut bagi Kholidin tidak lagi sebatas kebutuhan perawatan sehari-hari. Kesehatan gigi dan gusi menjadi bagian dari upaya menjaga salah satu elemen yang secara langsung menunjang teknik dan performanya sebagai atlet.

Oral Care Category Lead Unilever Indonesia Rikka Anggitha mengatakan, kisah Kholidin menunjukkan pentingnya konsistensi dan kegigihan dalam mengembangkan kemampuan seorang atlet. Menurut dia, penggunaan gigi dan mulut sebagai bagian dari teknik memanah membuat dukungan terhadap kesehatan oral menjadi semakin relevan.

“Kisah Kholidin menunjukkan bagaimana konsistensi, kerja keras, dan kegigihan dapat mendorong seorang atlet untuk terus berkembang dan berprestasi. Bagi Kholidin, gigi dan mulut bukan hanya penting bagi kesehatan sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian penting dari teknik yang ia kembangkan untuk berlatih dan bertanding,” ujar Rikka.

Dia mengatakan, melalui “Bite Into Glory”, Pepsodent tidak hanya memberikan dukungan terhadap aktivitas olahraga Kholidin, tetapi juga membantu menjaga bagian tubuh yang menjadi bagian dari tekniknya.

“Kolaborasi ini menjadi unik karena kami tidak hanya mendukung olahraga yang ia tekuni, tetapi juga membantu menjaga bagian penting yang menunjang tekniknya. Kholidin sendiri telah lama menggunakan Pepsodent, sehingga kolaborasi ini terasa seperti langkah yang natural sejak awal,” katanya.

Dari sisi kesehatan, intensitas latihan dan penggunaan gigi sebagai bagian dari teknik memanah membuat pemeliharaan kesehatan periodontal menjadi perhatian. Pepsodent Expert dr. Mirah mengatakan kondisi gusi dan jaringan gigi perlu dijaga agar Kholidin dapat menjalani latihan secara optimal.

“Mengingat intensitas latihan Kholidin serta penggunaan gigi dan mulut sebagai bagian dari teknik memanahnya, menjaga kesehatan gusi dan jaringan gigi menjadi sangat penting,” ujar dr. Mirah.

Menurut dia, perawatan periodontal yang tepat dapat membantu menjaga kondisi kesehatan mulut Kholidin sehingga tetap kuat untuk mendukung aktivitas latihan dan persiapannya menghadapi kompetisi internasional.

Kholidin kini tengah mematangkan persiapan menuju Para Games 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 18–24 Oktober 2026 di Prefektur Aichi, Jepang. Persiapan dilakukan melalui latihan terfokus dan konsisten, termasuk menjaga kondisi fisik serta kesehatan mulut yang mendukung tekniknya.

“Bagi saya, setiap kompetisi adalah kesempatan untuk belajar, mengevaluasi diri, dan terus berkembang. Teknik saya mungkin berbeda, tetapi ambisi saya sebagai atlet tetap sama: menjadi lebih baik setiap hari dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” kata Kholidin.

Dia menambahkan, penggunaan Pepsodent yang telah dilakukan selama bertahun-tahun membuat dukungan melalui kolaborasi tersebut memiliki arti tersendiri dalam perjalanan kariernya.

“Saya sudah menggunakan Pepsodent selama bertahun-tahun, dan dukungan serta kolaborasi ini menjadi semakin berarti bagi saya dalam mengejar target-target yang lebih besar dalam perjalanan saya sebagai atlet,” ujarnya.

Rikka menambahkan, inisiatif “Bite Into Glory” diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai pentingnya kesehatan mulut, termasuk kaitannya dengan aktivitas dan kepercayaan diri seseorang.

“Kami berharap inisiatif ‘Bite Into Glory’ dan dukungan yang diberikan Pepsodent dapat menjadi pengingat bahwa kesehatan mulut bukan hanya tentang memiliki senyum yang sehat, tetapi juga dapat menjadi fondasi bagi rasa percaya diri yang mendorong setiap individu untuk bermimpi lebih besar, dan mencapai yang terbaik,” tutup Rikka.