Highlights
  • Indonesia punya 231 juta pengguna internet (80,2% populasi) dan 240 juta identitas media sosial (83,2%).
  • 94,9% pengguna internet usia 16+ memakai tools AI dalam sebulan terakhir, peringkat ke-4 dalam laporan.
  • 47,2% yakin AI bermanfaat bagi masyarakat (tertinggi), tetapi hanya 28,3% yang nyaman memakainya.
  • Pengguna WhatsApp di Indonesia menghabiskan 1 jam 55 menit per hari, tertinggi di antara seluruh negara dalam laporan.
  • 34,7% memakai BNPL setiap minggu dan 39,4% memakai ad blocker, keduanya menonjol secara global.

INDUSTRY.co.id, Jakarta – We Are Social, agensi kreatif global yang berfokus pada social-led marketing, bersama Meltwater, pemimpin global dalam actionable intelligence untuk PR, Communications, dan Marketing, hari ini merilis laporan tahunan Digital 2027: Indonesia report. Laporan ini menyajikan gambaran terkini mengenai perkembangan dunia digital serta perubahan perilaku masyarakat Indonesia dalam menggunakan internet, media sosial, dan berbagai teknologi digital.

Dengan 231 juta pengguna internet atau setara dengan 80,2% dari total populasi, Indonesia menjadi salah satu negara dengan aktivitas digital paling tinggi di dunia. Tingginya keterlibatan masyarakat dalam ekosistem digital juga tercermin dari sejumlah indikator, termasuk keyakinan terhadap manfaat AI bagi masyarakat dan penggunaan layanan buy now, pay later (BNPL), yang menempatkan Indonesia di posisi teratas dalam laporan ini.

Peringkat Indonesia di laporan Digital 2027
Grafik: posisi Indonesia dibanding negara lain dalam laporan Digital 2027.

Media sosial semakin lekat dengan keseharian masyarakat Indonesia

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas digital masyarakat Indonesia. Tercatat sebanyak 240 juta identitas pengguna media sosial di Indonesia, setara dengan 83,2% dari total populasi. Pengguna internet berusia 16 tahun ke atas juga aktif menggunakan rata-rata 7,5 platform media sosial setiap bulan, menempatkan Indonesia di peringkat kedelapan tertinggi dalam laporan.

Di tengah tingginya penggunaan berbagai platform, aplikasi messaging tetap menjadi sarana utama untuk berkomunikasi. WhatsApp digunakan oleh 92,7% pengguna internet di Indonesia. Pengguna aktifnya menghabiskan rata-rata 1 jam 55 menit setiap hari di aplikasi tersebut, durasi tertinggi dibandingkan seluruh negara yang tercakup dalam laporan. Instagram dan TikTok menyusul sebagai platform yang paling banyak digunakan.

Peran media sosial juga meluas hingga memengaruhi keputusan pembelian. Sebanyak 60,0% pengguna internet di Indonesia mengandalkan jejaring sosial untuk mencari informasi tentang brand, menjadikannya kanal yang paling banyak digunakan dalam riset brand.

Antusiasme terhadap AI tinggi, kepercayaan masih berkembang

Penggunaan AI semakin meluas di Indonesia. Dalam satu bulan terakhir, 94,9% pengguna internet berusia 16 tahun ke atas telah menggunakan tools AI, menempatkan Indonesia di peringkat keempat tertinggi dalam laporan. AI juga dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan kreatif. Di antara pengguna AI, sebanyak 43,7% telah menggunakannya untuk membuat atau menyempurnakan gambar maupun video. Sementara itu, ChatGPT dan Google Gemini masing-masing digunakan oleh hampir separuh pengguna internet di Indonesia.

Meski pemanfaatannya semakin luas, tingkat kenyamanan masyarakat dalam menggunakan AI masih belum sejalan dengan antusiasme mereka terhadap teknologi ini. Sebanyak 47,2% pengguna internet di Indonesia meyakini bahwa AI memberikan manfaat bagi masyarakat, menjadi angka tertinggi di antara negara-negara yang tercakup dalam laporan. Namun, hanya 28,3% yang menyatakan nyaman menggunakan AI, masih di bawah rata-rata global.

Grafik AI di Indonesia Digital 2027
Grafik: penggunaan dan persepsi AI di Indonesia. Sumber: Digital 2027: Indonesia (We Are Social & Meltwater).

Temuan ini memperlihatkan adanya perbedaan antara keyakinan masyarakat terhadap potensi AI dan kenyamanan mereka dalam menggunakannya secara langsung. Seiring dengan peran AI yang semakin besar dalam aktivitas pencarian informasi, pembelajaran, dan kreasi, pemanfaatan teknologi secara jelas dan bertanggung jawab menjadi hal yang semakin penting.

Teknologi mendukung koneksi, hiburan, hingga keputusan sehari-hari

Di Indonesia, aktivitas digital tidak hanya berkaitan dengan pencarian informasi, tetapi juga menjadi bagian dari cara masyarakat terhubung dan menikmati hiburan. Pengguna aktif WhatsApp menghabiskan rata-rata 1 jam 55 menit per hari di aplikasi tersebut, tertinggi di antara seluruh negara dalam laporan. Sementara itu, 95,6% pengguna internet di Indonesia bermain video game, menempatkan Indonesia di posisi kedua setelah Filipina.

Percakapan, konsumsi konten, dan aktivitas bermain menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, sekaligus membentuk cara masyarakat menjalin hubungan, menemukan hal baru, dan mengisi waktu luang.

Internet juga semakin diandalkan dalam aktivitas belanja dan pengambilan keputusan. Sebanyak 73,1% pengguna internet di Indonesia lebih memilih berbelanja secara online dibandingkan di toko fisik, menjadi angka tertinggi kedua dalam laporan. Penggunaan layanan buy now, pay later (BNPL) juga cukup menonjol. Sebanyak 34,7% pengguna internet menggunakan layanan ini setiap minggu, lebih dari dua kali lipat rata-rata global.

Bagi brand dan bisnis yang ingin menjangkau masyarakat Indonesia, memahami perilaku audiens menjadi semakin penting. Lebih dari dua pertiga pengguna internet melakukan riset online mengenai brand dan produk sebelum melakukan pembelian, persentase tertinggi di antara negara-negara dalam laporan. Di saat yang sama, Indonesia mencatat tingkat penggunaan ad blocker tertinggi, dengan 39,4% pengguna internet menggunakan teknologi tersebut. Hanya 13,2% yang merasa terwakili oleh iklan yang mereka lihat.

Grafik belanja online dan iklan Indonesia Digital 2027
Grafik: belanja online, BNPL, dan respons terhadap iklan. Sumber: Digital 2027: Indonesia.

Temuan ini menunjukkan bahwa menjangkau audiens belum tentu berarti berhasil membangun hubungan dengan mereka. Di tengah banyaknya informasi dan pesan yang diterima setiap hari, komunikasi yang relevan, kredibel, dan dekat dengan kehidupan masyarakat menjadi semakin penting untuk mendapatkan perhatian.

“Perhatian audiens di Indonesia perlu diperoleh melalui pendekatan yang tepat. Mereka semakin cermat dalam mencari informasi dan menyaring berbagai pesan yang diterima,” ujar Mimrah Mahmood, APAC Vice President of Enterprise Sales, Meltwater. “Secara keseluruhan, kita melihat masyarakat Indonesia telah menjadikan teknologi digital sebagai bagian dari keseharian, meski kepercayaan terhadap teknologi tersebut masih terus berkembang. Mereka melihat potensi AI dalam memberikan manfaat bagi masyarakat dan semakin nyaman berbelanja online, tetapi tetap mempertimbangkan sejauh mana informasi yang mereka temui dapat dipercaya. Bagaimana kepercayaan ini berkembang akan turut menentukan arah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia ke depan.”

“Dengan sekitar dua pertiga pengguna internet di Indonesia melakukan riset online sebelum membeli, dan 28,2% sudah menjadikan AI sebagai sumber utama untuk riset brand, cara brand membangun consideration kini ikut berubah,” tambah Yudhi Hastiardi, Managing Director We Are Social Indonesia. “Selama ini, brand berkompetisi untuk mendapatkan visibility. Namun, kini mereka juga perlu memperhatikan bagaimana brand mereka muncul dan direpresentasikan di berbagai sumber informasi yang menjadi rujukan audiens, termasuk AI. Apa yang dikatakan orang tentang sebuah brand, serta kredibilitas informasi yang menyertainya, semakin berperan dalam membentuk persepsi, sama pentingnya dengan pesan yang disampaikan brand itu sendiri. Bagi brand, peluangnya adalah membangun kehadiran yang tidak hanya terlihat, tetapi juga relevan dan kredibel di mana pun audiens mencari jawaban.”

Temuan Digital 2027: Indonesia memperlihatkan bagaimana teknologi digital telah menjadi bagian dari berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari komunikasi dan hiburan hingga aktivitas belanja dan pembayaran. Dengan AI yang semakin hadir dalam keseharian, bisnis, platform, dan institusi memiliki peluang untuk menghadirkan pengalaman digital yang tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga membangun kepercayaan melalui pendekatan yang relevan dan kredibel.