INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) Edy Suyanto meraih penghargaan tokoh industri sebagai "Most Outstanding Industrialist of The Year" dalam Industry Award 2026.

Penghargaan diberikan dalam ajang yang digelar di President Lounge Menara Batavia, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Industry Award 2026 yang diselenggarakan media INDUSTRYcoid untuk kedua kalinya ini mengusung tema "Driving Sustainable Growth Through Excellence in Governance and Digital Transformation".

CEO INDUSTRYcoid sekaligus Ketua Dewan Juri Nandi Nanti mengatakan, penilaian tahun ini bertumpu pada tiga pendekatan, yakni desk research, media monitoring, dan expert judgement.

Dari 200 perusahaan yang ditelaah, seleksi mengerucut menjadi 60 perusahaan hingga ditetapkan tiga kategori utama, yakni Special Recognition, Tokoh Industri 2026, dan 25 perusahaan industri terbaik berdasarkan performa bisnis, ESG, GCG, serta transformasi teknologi.

Acara tersebut menghadirkan Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian Emmy Suryandari sebagai keynote speaker yang mewakili Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza.

Penghargaan Most Outstanding Industrialist of The Year diberikan oleh Budi Susilo Soepandji Gubernur Lemhanas 2011-2016 didampingi Ketua Dewan Juri Nandi Nanti dan di terima langsung oleh Edy Suyanto.

Dewan juri menilai penghargaan diberikan atas kepemimpinan transformatif dan berkelanjutan yang berhasil membawa industri keramik nasional menjadi pemain Top 10 dunia.

Penilaian terhadap Edy Suyanto didasarkan pada empat pilar utama.

Pertama, visionary leadership dan industrial excellence. Edy meniti karier dari Management Trainee pada 1996 hingga menjadi COO dan Direktur Operasional PT Arwana Citramulia Tbk sejak 2007.

Di bawah kepemimpinannya, Arwana menjadi satu-satunya perusahaan keramik di Indonesia yang memiliki lima pabrik di lokasi berbeda dan tengah melakukan ekspansi pabrik keenam di Jawa Barat seluas 20 hektar dengan investasi Rp 700 miliar. Arwana memproduksi 210.000 meter persegi per hari dengan tiga merek ikonik, yakni Arwana, UNO, dan ARNA.

Kedua, national impact dan industry protection. Sebagai Ketua Umum ASAKI periode 2018-2025, Edy menjadi arsitek kebijakan perlindungan industri keramik nasional, termasuk mendorong kebijakan anti-dumping terhadap keramik impor.

Kebijakan itu mendorong utilisasi produksi nasional dari 66 persen pada 2024 menjadi 73 persen pada 2025 dengan pertumbuhan volume 62 juta meter persegi atau 15 persen secara tahunan (year on year/YoY), dan membidik utilisasi 80 persen pada 2026.

Ketiga, transformative innovation dan sustainable excellence melalui transformasi smart manufacturing, green product innovation, dan operational excellence dengan strategi low cost, high efficiency.

Keempat, inspirational leadership dan pemberdayaan UMKM serta petani, yang ditunjukkan melalui perannya sebagai Ketua DPD HKTI Kalimantan Barat 2018-2028 dan Dewan Pimpinan Nasional APINDO.

"Bapak Edy Suyanto adalah definisi sejati dari industrialist yang outstanding. Melalui kepemimpinan legendaris dari management trainee hingga COO yang memimpin satu-satunya perusahaan keramik di Indonesia dengan 5 pabrik dan status Top 10 Produsen Global, advokasi transformatif sebagai Ketua Umum ASAKI yang mengamankan kebijakan anti-dumping dan mengangkat utilisasi nasional dari 66 persen menjadi 73 persen, serta komitmen tak tergoyahkan terhadap industri hijau berkelanjutan, beliau telah menetapkan standar emas sebagai industrialist terbaik Indonesia tahun ini," tulis Dewan Juri Industry Award 2026 dalam keterangannya.

Dengan penghargaan ini, Edy Suyanto mengukuhkan posisinya sebagai tokoh industrialis keramik yang dinilai tidak hanya membawa Arwana Citramulia masuk Top 10 dunia, tetapi juga menjaga daya saing industri keramik nasional.