Dukung Program Pemerintah, TOTO Makin Gencar Genjot Ekspor

Oleh : Ridwan | Rabu, 29 Januari 2020 - 13:05 WIB

Pabrik TOTO (Foto: Ridwan/Industry.co.id)
Pabrik TOTO (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Persaingan pasar industri keramik sanitary di dalam negeri dinilai semakin kompetitif dengan adanya pemain- pemain baru di industri ini yang berinvestasi di Indonesia. Padahal, industri keramik sanitary di Indonesia sedang lesu dikarenakan rendahnya serapan lokal.

Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Keramik Indonesia (Asaki), penurunan permintaan keramik sanitary dirasakan sejak akhir 2017. Sebelumnya, produksi diserap pasar domestik sebesar 70 persen dan untuk ekspor sebesar 30 persen, tetapi sekarang porsi serapan lokal hanya sebesar 55 persen dan sisanya ekspor.

Perlambatan sektor properti di Indonesia disebut sebagai "dalang" menurunnya serapan keramik sanitary. Selain itu, banyak pengembang properti masih menganggap sanitary impor kualitasnya lebih baik dibandingkan produksi dalam negeri, terutama untuk segmen menengah ke atas. Padahal, pabrikan yang ada di Indonesia memiliki standar internasional yang kualitasnya tidak kalah dengan produk impor.

Tak hanya itu, masih belum terbitnya standar nasional untuk produk wastafel juga digadang-gadang menjadi hambatan bagi produsen dalam negeri untuk bisa bersaing dengan produik impor. Saat ini untuk keramik sanitary baru ada standar nasional untuk kloset duduk dan diberlakukan secara wajib, sedangkan untuk produk lavatory atau wastafel belum ada aturan mengenai standar kualitas.

Produsen keramik sanitary di Indonesia yang memiliki afiliasi jaringan internasional, PT Surya Toto Indonesia (TOTO) mengakui bahwa memang saat ini industri keramik sanitary tengah mengalami kelesuan. Namun, TOTO sebagai perusahaan yang telah lama berada di Indonesia merubah strategi bisnisnya dengan lebih menggalakkan ekspor ke beberapa negara. Hal ini dilakukan demi mendukung program pemerintah untuk mengalakkan ekspor guna menekan defisit neraca perdagangan.

Tercatat di semester I-2019, penjualan ekspor TOTO justru naik 3,13 persen menjadi Rp245,46 miliar, sementara penjualan domestiknya menurun 18,05 persen (y-o-y) menjadi Rp744,27 miliar.

Presiden Direktur PT Surya Toto Indonesia (TOTO) Hanafi Admadiredja yang ditemui Industry.co.id beberapa waktu lalu mengatakan, pasar ekspor memang sangat menjanjikan. namun, ia mengakui pasar dalam negeri hingga saat ini masih menjadi penopang penjualan. "Jika dilihat dari komposisinya, memang ekspor kita masih 20 persen dari total produksi," kata Hanafi.

Ditambahkan Hanafi, Amerika Serikat (AS), Jepang, dan China masih menjadi negara tujuan utama ekspor produk TOTO. Meskipun diakuinya, beberapa negara lainnya juga memiliki pasar yang cukup potensial antara lain, Vietnam, Singapura, Malaysia, dan negara-negara Timur Tengah.

Namun, Hanafi mengakui bahwa masih ada tantangan yang mesti dihadapi untuk ekspor antara lain, masih lesunya ekonomi global hingga saat ini. Ditambah lagi perang dagang antara AS dan China yang masih terus berlangsung hingga saat ini.

Tak hanya diluar negeri, lanjut Hanafi, pasar dalam negeri yang belum ada perkembangan positif hingga saat ini juga menjadi tantangan tersendiri untuk pertumbuhan bisnis perusahaan. Untuk menghadapi penurunan panjualan dalam negeri, terang Hanafi, pihaknya akan menyasar segmen menengah ke bawah. Strategi ini diharapkan dapat mendorong produk-produk TOTO lebih cepat terserap ke pasar.

"Produk segmen bawah banyak kami jual di daerah Indonesia yang belum terjamah produk saniari," katanya.

Setelah resmi melakukan proses produksi dari tahun 1977, kini PT Surya Toto Indonesia (TOTO) telah memiliki lebih dari 3000 diler yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. TOTO juga telah memiliki 3 pabrik di Indonesia yang berada di Serpong, Balaraja, dan Surabaya. Hingga saat ini, pabrik TOTO di Balaraja menjadi yang terluas dan terbesar dengan memiliki lebih dari 27 hektare (ha) dan memiliki 8 lini produksi. Hampir 95 persen produk TOTO yang terjual di pasaran diproduksi di pabrik Balaraja.

Pabrik yang memiliki lebih dari 2500 orang pekerja ini telah mengadopsi teknologi terkini dan terintegrasi antar semua lini produksi, dan telah mendapatkan beberapa sertifikat diantaranya ISO 14000, Japan Industrial Standar Certificate, dan Standar Nasional Indonesia. Tak hanya itu, TOTO juga telah banyak mendapatkan penghargaan antara lain, TOP BRAND AWARD, ICSA 2007, BEST CUSTOMER AWARD.

Selain itu, TOTO juga berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup RI, Kementerian Ketenagakerjaan RI terkait "Penghargaan Kecelakaan Nihil", dan Sertifikat Produk dari Kementerian Perindustrian.

Hingga saat ini, PT Surya Toto Indonesia (TOTO) telah menjadi perusahaan terkemuka yang berhasil mempersembahkan produk-produk yang bermanfaat dan berkualitas tinggi, memberikan pelayanan prima untuk memenuhi kepuasan pelanggan, melindungi lingkungan dunia dengan menghemat penggunaan sumber daya alam (SDA) dan energi, serta berkontribusi bagi perekonomian Indonesia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Sosial Juliari P. Batubara

Rabu, 08 April 2020 - 14:00 WIB

KPM PKH Terima Bansos Tiap Bulan Lindungi Diri dari Covid-19

Kementerian Sosial RI akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi setiap bulan, dari yang sebelumnya empat kali dalam setahun, untuk mengantisipasi dampak…

Xiaomi Store

Rabu, 08 April 2020 - 13:30 WIB

Xiaomi Luncurkan Solusi Belanja dan Perbaikan dari Rumah

Xiaomi, perusahaan teknologi dengan berbagai perangkat cerdas dan Internet of Things (IoT) memperkenalkan dua layanan konsumen terbaru Mi Shop from Home dan Mi Service from Home.

Ilustrasi Pemudik Motor (Ist)

Rabu, 08 April 2020 - 13:14 WIB

Terkait Mudik Lebaran, Pemerintah Jangan Ambigu dan Inkonsisten

Wabah virus corona atau Covid-19, belum terlihat kapan akan berakhir. Bahkan yang terjadi korban positif bahkan meninggal dunia, makin eskalatif, data terakhir mencapai 2.700-an orang positif…

Anthony Pakar digital

Rabu, 08 April 2020 - 13:12 WIB

Pakar Digital Ini Sebut Pusat Data Terintegrasi Jadi Solusi Penanganan Corona

Pakar Digital Anthony Leong mengatakan, untuk mengambil keputusan penting perlu data valid dengan berbagai pemodelan statistik yang dilakukan. Salah satunya adalah dengan pendekatan big data…

Beberapa Ruas Tol Hutama Karya Mengalami Penurunan Trafik

Rabu, 08 April 2020 - 13:00 WIB

Beberapa Ruas Tol Hutama Karya Mengalami Penurunan Trafik

Semakin meluasnya penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) atau yang lebih dikenal dengan virus corona di Indonesia cukup berpengaruh pada kinerja operasional jalan tol yang dikelola oleh…