ProPaktani: Program Luncuran Kementan Kembangkan Korporasi Petani

Oleh : Wiyanto | Selasa, 28 Januari 2020 - 12:52 WIB

Petani sedang garap sawah menggunakan traktor
Petani sedang garap sawah menggunakan traktor

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sebagai langkah nyata penyediaan pangan bagi 267 jiwa sebagaimana arahan Presiden Jokowi, Kementerian Pertanian mulai menentukan langkah-langkah kebijakan dengan pendekatan berbasis kawasan. Contohnya program yang dilaunching dengan jargon ProPaktani, kepanjangan dari Program Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan Korporasi.

Dijelaskan Suwandi Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, tahun 2020 ini dimulai pengembangan kawasan-kawasan tanaman pangan. “Arahnya nanti, satu klaster itu ada 500 hektar. Klaster-klaster ini bergabung jadi satu kawasan besar seluas 5 ribu sampai 10 ribu hektar. Nah disitu nanti terintegrasi dari hulu sampai hilirnya”, jelas Suwandi di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Suwandi ingin kawasan yang dibentuk tidak sekedar pemberian bantuan as usual saja. Menurutnya agar berjalan benar harus ada pengelolaan secara professional. Gambarannya, setiap klaster akan dikelola manajer yang professional , membawahi unit bisnis yang produktif seperti produsen benih, UPJA, KSP dan industri olahan.

“Jadi model pengeloalaannya nanti bersifat komprehensif mulai dari hulu hingga hilir dengan pola integrated farming dan ke arah zero waste,” jelas Suwandi. ProPaktani ini bertujuan untuk efisiensi input, meningkatkan produktivitas dan hasilnya produk berdaya saing. Tujuan jangka pendeknya untuk memasok dalam negeri dan ekspor, jangka panjangnya untuk menurunkan angka kemiskinan. Kegiatan ini akan melibatkan 1-2 ribu petani serta menumbuhkan tiga juta tenaga kerja di satu juta hektar, serta dua ribu pengusaha di dua ribu klaster.

Konkritnya di tahun ini mulai dikembangkan 116 kawasan padi, 80 kawasan jagung dan 44 kawasan kedelai. “Dari kawasan yang dikembangkan itu tadi, Kementan akan membuat show window kawasan dengan skala luas 50 rb hektar. Contohnya, nanti ada di Jabar, Sulsel dan Sumsel, Jatim, Lampung, Jateng dan NTB. Show window ini tentu akan kita kawal terus sebagai proyek percontohan pertanian berbasis korporasi,” tambah Suwandi.

Dijelaskan lebih lanjut sebenarnya selama ini sudah ada beberapa program korporasi yang sudah jalan. Contohnya korporasi perbenihan yang ada di Tuban, Lampung Timur, Minahasa Tanah Laut dan Bone dengan luas total 1.075 hektar. Korporasi perbenihan yang sudah dibangun ini bahkan sudah bekerjasama dengan industri untuk menyerap hasil petani. Harga di tingkat petani jadi terjaga dan pemasaran sudah jelas. Yang terpenting adalah memastikan suplai selalu ada.

Langkah selanjutnya, menurut Suwandi perlu adanya sinergi program ProPaktani dengan pembiayaan, investasi dan ekspor. Kawasan dan klaster memanfaatkan lokasi yang telah ada, ditata dan dioptimalkan, sumber pendanaan dari swadaya, KUR dan pembiayaan lainnya.

“Pengembangan kawasan ini jangan hanya bertumpu pada APBN dan APBD, masih ada sumber-sumber lainnya yang bisa dimanfaatkan seperti KUR. Ada 14,23 Triliun Dana KUR yang siap diserap. Selain itu ada juga dari BLU dan LPDB,” ujarnya.

Tidak hanya dari perkreditan, menurutnya investor pun bisa diajak untuk mengembangkan kawasan tanaman pangan. Regulasi kita kan sedang digodok untuk mempermudah investasi. Artinya pemerintah menyediakan sumber pembiayaan seluas-luasnya untuk pengembangan kawasan tanaman pangan ini.

Dengan sistem pengembangan kawasan yang dikelola secara professional Kementan berkeyakinan akan bisa capai kenaikan produksi 7%. Namun demikian harus ada yang perlu dibenahi dari aspek sistem logistik dan distribusi, pengembangan hilirisasi 223 jenis produk turunan, serta mekanisme komando strategi penggilingan (kostraling) untuk menyerap gabah petani.

“Program Kementan ini tentunya akan kita koordinasi melalui pembinaan dan pengendalian. Untuk klaster-klaster berada di bawah monitoring kostratani di level kecamatan , sedangkan kawasan-kawasan dikendalikan di kostrada level Kabupaten,” pungkas Suwandi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Avrist Assurance Kembali Jadi Official Insurance Partner Java Jazz Festival 2020

Senin, 24 Februari 2020 - 14:21 WIB

Avrist Assurance Kembali Jadi Official Insurance Partner Java Jazz Festival 2020

Partisipasi Avrist Assurance ini sejalan dengan misinya untuk menyediakan satu polis bagi satu rumah tangga di Indonesia dan untuk melindungi masyarakat Indonesia ketika mereka mewujudkan aspirasi…

Premium Marche Cafe

Senin, 24 Februari 2020 - 14:15 WIB

Intip Premium Marche Cafe, Kantin Ramah Muslim di Kantor Pusat Yanmar

Yanmar Co., Ltd. menyajikan menu Muslim-friendly (ramah Muslim) di kantin kantor pusatnya yang disebut the Premium Marche Café sejak 1 Maret 2016 sebagai salah satu upayanya untuk melayani…

Sinar Mas Land Boulevard

Senin, 24 Februari 2020 - 14:02 WIB

Grand City Balikpapan Resmikan Jalan Sinar Mas Land Boulevard

Jl. Sinar Mas Land Boulevard yang merupakan pintu gerbang kedua kawasan Grand City Balikpapan. Jalan akses tersebut merupakan salah satu alternatif untuk mengurai kemacetan di Kota Balikpapan…

 KuCoin, pertukaran crypto global yang didukung IDG, mengumumkan debut produk solusi platform perdagangan one-stop cryptocurrency - KuCloud.

Senin, 24 Februari 2020 - 13:15 WIB

Mudahkan Bertransaksi Pelanggan, KuCoin Hadirkan Solusi One-Stop Bursa KuCloud

Jakarta-KuCoin, pertukaran crypto global yang didukung IDG, hari ini mengumumkan debut produk solusi platform perdagangan one-stop cryptocurrency - KuCloud.

Jalan Lintas Tengah Aceh

Senin, 24 Februari 2020 - 12:27 WIB

Kementerian PUPR Mulai Pebangunan Dua Ruas Jalan Lintas Tengah Aceh

Dua ruas jalan tersebut merupakan bagian jalan yang belum tersambung di Jalur Lintas Tengah Aceh sepanjang 444,38 km dan memiliki peranan penting agar jalur lintas tengah Aceh dapat tersambung…