Radana Finance Sukses Perkuat Permodalan Seraya Pancangkan Reposisi Bisnis di 2020

Oleh : Kormen Barus | Kamis, 05 Desember 2019 - 05:47 WIB

Kika ; Arif Budiman, Direktur Operasional Radana Finance; Rizalsyah Riezky, Direktur Keuangan Radana Finance; Evy Indahwaty, Direktur Utama; dan Irene Damacosa, Sekretaris Perusahaan Radana Finance dalam acara Public Expose PT Radana Bhaskara Finance yang digelar di kantor pusatnya, Blugreen Boutique Office, Jakarta Barat hari ini (04/12).
Kika ; Arif Budiman, Direktur Operasional Radana Finance; Rizalsyah Riezky, Direktur Keuangan Radana Finance; Evy Indahwaty, Direktur Utama; dan Irene Damacosa, Sekretaris Perusahaan Radana Finance dalam acara Public Expose PT Radana Bhaskara Finance yang digelar di kantor pusatnya, Blugreen Boutique Office, Jakarta Barat hari ini (04/12).

INDUSTRY.co.id, Jakarta-PT Radana Bhaskara Finance Tbk.(IDX:HDFA) sebagaiperusahaan pembiayaan terkemuka menggelar paparan publik (Public Expose) yang diadakan pada tanggal 04 Desember 2019 di kantor pusatnya, The Blugreen Boutique Office, Kembangan, Jakarta Barat.

Sebagai informasi, PT Radana Bhaskara Finance Tbk. (Radana Finance) merupakan perusahaan pembiayaan yang memiliki pengalaman di industri multifinance dengan fasilitas Pembiayaan Motor Baru dan Pembiayaan Multiguna dengan jaminan BPKB motor, BPKB mobil serta Sertifikat Tanah dan Bangunan (SHM/SHGB) serta Pembiayaan Modal Kerja dan Investasi.

Sebagai perusahaan multifinance dengan rekam jejak positif, Radana Finance menempatkan reputasi dan integritas perusahaan di tempat tertinggi.Selain itu, Radana Finane selalu menempatkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) sebagai landasan operasional utama perusahaan. Radana Finance percaya, komitmen dan kepatuhan menjalankan GCG akan berbuah positif dalam jangka panjang.

Pada akhir tahun 2019, Perseroan kembali melaksanakan aksi korporasi penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu  (HMETD) sebanyak 3,867 miliar saham biasa atau 62,41% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada November 2019. Melalui rights issue ini Radana Finance akan meraih dana hingga Rp 580,07 miliar.

Aksi korporasi ini sekaligus menandakan masuknya investor baru ke Radana Finance, yakni Rubicon Investment Holding Pte.Ltd - entitas bisnis milik Archipelago Asia Focus Fund Pte Ltd, perusahaan investasi asal Singapura- yang pada tanggal 25 November 2019 lalu resmi mengakuisisi 47,51% saham Radana dari empat pemegang saham lainnya, PT Tiara Marga Trakindo (TMT), PT Inti Investasi Prima (IIP), PT Eliora Lumina Indonesia (ELI) dan PT HD Corpora (HD). Setelah aksi akuisisi tersebut jumlah saham TMT menjadi 50,18%, sementara IIP, ELI, dan HD tidak lagi memiliki saham di Radana Finance.

Adapun dana hasil dari Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) ini  akan dialokasikan untuk berbagai kepentingan. Di antaranya Rp 212 miliar akan dianggarkan untuk melunasi utang sub-ordinasi perseroan kepada TMT yang akan dilakukan melalui mekanisme konversi saham.

Alokasi lainnya yakni untuk membiayai kebutuhan modal kerja pembiayaan perusahaan. “Modal kerja pembiayaan yang dimaksud adalah terkait dengan kegiatan usaha perseroan, yakni memberikan fasilitas pinjaman atau pendanaan kepada para konsumen Radana Finance,” urai Evy Indahwaty, Direktur Utama Radana Finance dalam acara paparan publik (Public Expose) di kantor pusat Radana, The Blugreen Boutique Office, Kembangan, Jakarta Barat, hari ini  (04/12).

Masuknya investor baru sekaligus menunjukkan prospek cerah industri multifinance di Indonesia. “Kepercayaan yang ditunjukkan Rubicon dengan menjadi pemegang saham Radana Finance menandakan bahwa industri multifinance di Indonesia memiliki potensi perkembangan yang sangat baik di masa mendatang. Sekaligus memperlihatkan bahwa Radana Finance merupakan perusahaan yang memiliki prospek baik, terpercaya, bereputasi tinggi dan menempatkan integritas perusahaan di tempat teratas dalam menjalankan proses bisnisnya,” Evy menambahkan.

Tak hanya itu, di 2019 Radana Finance juga berhasil mendapatkan funding dari Bank Panin Dubai Syariah senilai total Rp 75 miliar. Dengan  perincian, Rp 25 miliar diperuntukkan untuk pembiayaan Umrah dan Rp 50 miliar untuk pembiayaan Haji. “Pencapaian ini menunjukkan Radana Finance tetap menjadi perusahaan yang dipercaya para mitra kami di perbankan yang selalu menekankan pentingnya reputasi dan integritas dalam menjalankan bisnis,” papar Evy.

Radana Finance sendiri masih terus meningkatkan kinerjanya di tahun 2019. Sebagai catatan hingga Q3 2019, perusahaan berhasil membukukan  pendapatan sebesar Rp 220 miliar. Nilai asset yang dibukukan mencapai Rp 1,1 triliun, lalu nilai ekuitas di periode yang sama mencapai Rp 146 miliar dan nilai liabilitas perusahaan di tahun 2019 mencapai Rp 895 miliar. Sementara akibat kondisi industri pembiayaan yang tengah kurang kondusif perusahaan mengurangi kerugian bersih sebesar Rp 86 miliar di Q3 2019

Menghadapi kondisi industri pembiayaan yang semakin menantang perusahaan pun tak tinggal diam. Sejumlah langkah peningkatan kinerja terus digenjot. Antara lain Radana Finance tak henti melakukan langkah efisiensi di berbagai lini demi menekan berbagai Beban Biaya. Strategi lainnya demi memacu kinerja yakni dengan menekan aliran piutang bermasalah, meningkatkan produktivitas internal dan perbaikan proses serta system penagihan.

Hasil dari berbagai upaya yang ditempuh perusahaan pun berbuah gemilang. Antara lain pada Q3 2019, perusahaan  telah berhasil menurunkan pengeluaran biaya hingga 49%. Tak hanya itu, perusahaan juga berhasil menurunkan Aset Produk Bermasalah dan menjaga Rasio Non Performing Financing (NPF) Nett di bawah 5%. Hal ini berdampak pada peningkatan kinerja keuangan yang ditandakan dengan berkurangnya rugi bersih perusahaan di Q3 2019 yang mencapai Rp 86,1 miliar. 

Selain itu berbagai pencapaian lainnya yang berhasil diraih Radana Finance di tahun 2019 di antaranya mencakup :

1.            Perbaikan Bisnis

a.            Memperkuat akses penjualan Direct Sales

b.            Memperkuat pembiayaan produktif di segmen korporasi

 

2.            Perbaikan Proses Operasional

a.            Membangun ekosistem digital untuk proses akuisi pembiayaan guna meningkatkan kualitas pembiayaan, efisiensi dan layanan

b.            Perbaikan proses dan sistem penagihan

c.             Mengembangkan sistem yang mendukung penerapan standar akuntansi baru PSAK 71

 

3.            PeningkatanProduktivitas Organisasi

a.            Penataan kembali beberapa fungsi di organisasi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi

b.            Mengoptimalkan fungsi Project Management untuk percepatan proses perbaikan secara menyeluruh di Perseroan

c.             Meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi

 

4.            Perbaikan Likuiditas Perseroan

a.            Melakukan Rights Issue sebanyak-banyaknya 3.867.250.402 lembar saham dengan harga pelaksanaan Rp 150 per saham, sehingga dana yang diterima Perseroan diperkirakan dapat terkumpul sebanyak-banyaknya Rp580.087.560.300,00

b.            Mendapatkan funding dari Bank Panin Dubai Syariah sebesar Rp 25 miliar untuk pembiayaan Umrah dan Rp 50 miliar untuk pembiayaan Haji.

Berbekal permodalan yang kembali diperkuat dan berbagai pencapaian operasional pada 2019 Radana menatap tahun 2020 dengan penuh optimisme. “Berbekal modal yang kuat dan kepercayaan yang solid dari pemegang saham baik lama maupun baru kami siap menjalankan berbagai rencana bisnis terbaik perusahaan untuk menangkap peluang terbaru di industri multifinance Indonesia di tahun 2020,” ungkap Evy.

Adapun sejumlah strategi bisnis yang akan ditempuh perusahaan di tahun 2020 adalah di antaranya sebagai berikut. Pertama, Radana Finance akan berfokus pada segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM ) dengan penawaran produk dan persetujuan  kredit yang kompetitif. Kedua, melakukan pengelolaan organisasi yang ramping dan efektif. Selanjutnya membangun pendanaan yang kuat untuk mendukung aktivitas bisnis. “Kami  juga akan focus menggarap sector pembiayaan syariah, di antaranya pembiayaan Umrah dan Haji yang ke depan semakin besar potensinya,” tutur Evy.

Menutup sesi presentasinya, Evy meyakini tahun-tahun mendatang akan menjadi tahun yang gemilang bagi Radana Finance. “Kami siap menatap masa depan yang lebih cerah setelah melalui berbagai tantangan di 2018 dan 2019. Kami percaya prospek industri multifinance di Indonesia akan semakin cerah ke depannya dan Radana Finance sebagai perusahaan multifinance berintegritas yang terpercaya akan menjadi yang terdepan dalam menangkap berbagai peluang di bidangnya,” tegas Evy.

Terakhir, Perseroan terus berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi stakeholder dan mitra bisnis dengan terus meningkatkan kualitas SDM, business process dan pengembangan teknologi sesuai tagline Radana Finance “Mitra andal, sahabat Anda”.

Komposisi Pemegang Saham

Didirikan dengan nama PT. Indonesia Lease Corporation (Indo Lease) pada 20 September 1972. Dalam perjalanannya, beberapa kali mengalami pergantian nama menjadi PT. Mitra Pradityatama Leasing (1988), PT. Niaga Leasing Corporation (1995), PT. Niaga Leasing (2000), dan PT. Niaga Indovest Finance (2001). Berdasarkan akta berita acara rapat No. 39 tanggal 13 Desember 2005, berubah nama menjadi PT HD Finance dan memperoleh izin perubahan nama berdasarkan surat keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP-012/KM-012/2006 tanggal 19 Juni 2006.  

Pada 10 Mei 2011, PT HD Finance melakukan penawaran umum saham Perdana/Initial Public Offering (IPO) sebanyak 460 juta lembar saham atau setara 29,87% dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode HDFA.

Pada 8 Maret 2013, PT HD Corpora dan Wealth Paradise Holdings Limited selaku pemegang saham utama dan mayoritas PT HD Finance Tbk, telah mengalihkan kepada PT Tiara Marga Trakindo (TMT) 45% saham Perseroan, yang kemudian pada tanggal 22 Mei 2013 TMT kembali melakukan pembelian saham Perseroan dari masyarakat hasil penawaran tender wajib (mandatory tender offer) sebesar 11,21% sehingga  TMT merupakan pemegang saham pengendali PT HD Finance Tbk yang memiliki 55,81% dari jumlah keseluruhan saham yang telah ditempatkan dan disetor.

Dengan masuknya TMT menjadi pemegang saham pengendali baru Perseroan, melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Mei 2014 PT HD Finance Tbk di setujui berganti nama menjadi PT Radana Bhaskara Finance TbkPada Juli 2015, jumlah kepemilikan saham TMT terhadap Perseroan bertambah menjadi  70,78% sebagai hasil pelaksanaan PUT I Radana Finance melalui HMETD.

Lantas pada November 2019 komposisi pemegang saham berubah kembali dengan masuknya Rubicon Investment Holdings Pte Ltd (Rubicon), entitas bisnis milik Archipelago Asia Focus Fund Pte Ltd, perusahaan investasi asal Singapura yang mengakuisisi 47,51% saham PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) dari empat pemegang saham lainnya yakni PT Tiara Marga Trakindo (TMT), PT Inti Investasi Prima (IIP), PT Eliora Lumina Indonesia (ELI) dan PT HD Corpora (HD). Setelah aksi akuisisi tersebut jumlah saham TMT menjadi 50,18%, sementara IIP, ELI, dan HD tidak lagi memiliki saham di Radana Finance. Adapun Perseroan saat ini berkantor pusat di Jakarta dengan Kantor Cabang yang tersebar di Jawa dan Sumatera. Per 30 November 2019, jumlah Jaringan Kantor Perseroan berjumlah 41 unit.

Bidang Usaha

Kegiatan usaha Utama Perusahaan sesuai Anggaran Dasar meliputi Pembiayaan Investasi, Pembiayaan Modal Kerja, Pembiayaan Multiguna, Kegiatan usaha pembiayaan lain, berdasarkan persetujuan dari OJK, Melakukan Sewa Operasi dan/atau kegiatan berbasis fee dan Pembiayaan Syariah .

Saat ini perseroan lebih memfokuskan pada kegiatan Pembiayaan Multiguna dengan agunan BPKB Mobil dan Pembiayaan Pendidikan dengan atau tanpa agunan. Namun seiring dengan perkembangan bisnis multi finance, kedepannya tidak menutup kemungkinan untuk melakukan pengembangan bisnis sesuai dengan lingkup kegiatan usaha Utama Radana Finance.

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Chief Marketing Officer (CMO) SiCepat Ekspres, Wiwin Dewi Herawati dan Vice President IT SiCepat Ekspres, Billy Yosafat, menerima The Best GRC For Performance Management In Marketing & Information Technology in Logistic Service dan The Best CMO and GRC Leader 2020 dalam Governance, Risk, and Compliance (GRC) dan Performing Excellence Award 2020 yang digelar di Auditorium TVRI, Jakarta, 29 Juli 2020. (Foto: Istimewa)

Senin, 03 Agustus 2020 - 22:53 WIB

Berkat Tata Kelola Secara Baik, Perusahaan Industri Pengiriman Ini Raih Penghargaan GRC Award 2020

Jakarta-SiCepat Ekspres Indonesia mendapatkan dua penghargaan pada acara Governance, Risk and Compliance (GRC) and Performance Excellence Award 2020

Pelayanan perbankan di Bank Bukopin (Foto: Doc Bank Bukopin)

Senin, 03 Agustus 2020 - 22:05 WIB

Kookmin Bank Siap Kuasai 67 Persen Saham Bukopin

Bank Bukopin Tbk menargetkan Rasio Kecukupan Modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) bisa mencapai 17 persen. 25 Agustus 2020, Bukopin akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) guna membahas…

CEO FIFGROUP Margono Tanuwijaya (kiri) menyerahkan secara simbolis streoform Tebar Kurban Nusantara kepada Camat Cilandak Mundari (tengah) didampingi oleh Human Capital, General Support And Corporate Communication Director FIFGROUP, Esther Sri Harjati. Pada musim haji Idul Adha tahun ini, FIFGROUP menyalurkan Dana Sosial Syariah untuk sedekah kurban senilai Rp 1,7 miliar untuk pembelian 537 kambing dan 2 ekor sapi.

Senin, 03 Agustus 2020 - 22:00 WIB

Dasyat! FIFGROUP Salurkan 579 Hewan Kurban di Seluruh Indonesia

Jakarta-PT Federal International Finance (FIFGROUP) yang merupakan bagian dari Astra Financial dan juga salah satu anak perusahaan PT Astra International Tbk, menyambut Hari Raya Idul Adha dengan…

Bursa Efek Indonesia

Senin, 03 Agustus 2020 - 21:51 WIB

Kabar Gembira! Saham WSBP Dapat Diperdagangkan Kembali

Jakarta-Saham PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dapat kembali diperdagangkan sehubungan dengan adanya surat resmi dari PT Bursa Efek Indonesia tanggal 30 Juli 2020).

Bank Bukopin (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 03 Agustus 2020 - 21:46 WIB

Fokus UMKM Daya Pikat Kookmin Bank Perkuat Rasio Permodalan Bank Bukopin

Bank Bukopin Tbk mendapatkan dana segar hasil Penawaran Umum Terbatas ke-5 (PUT V) yang diserap Kookmin Bank (KB) sebanyak KB menyerap sekitar 2,97 miliar lembar saham baru selama masa perdagangan…