INDUSTRY.co.id - Chongqing—Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan investasi ke investor di Kota Chongqing, Provinsi Sichuan, China, Senin (2/12/2019, senilai US$ 91,1 miliar yang termasuk dalam Belt and Road Initiative (BRI).

Advertisement

“Ini peluang yang baik bagi investor di sini (Chongqing). Sebab, Indonesia saat ini mengembangkan BRI,”ujar Deputi Perencanaan Investasi Ikmal Lukman didepan sekitar 100 pengusaha dan investor di Provinsi Chongqing, China, hari ini pada Indonesia-China (Chongqing) Business Forum on Trade, Tourism, and Investment, yang digelar oleh Kedutaan Besar Indonesia di Beijing dan Kementerian Perdagangan.

Acara tersebut dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk China Djahari Oratmangun dan Wakil Walikota Chongqing Municipality Li Bo. Hadir pula sejumlah perwakilan dan CEO sejumlah perusahaan kakap di China. Dari BKPM, hadir tampak Anggota Komite Investasi Umar Lessy dan Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi BKPM Rizal Calvary Marimbo.  

Advertisement

Ikmal mengatakan,  peluang investasi tersebut tersebar di Sumatera Utara sebesar US$ 17,3 miliar, Sulawesi Utara US$ 2,6 miliar, Kalimantan Utara US$ 41,6 miliar,  dan sebesar US$ 8 miliar di Bali. “Nilai ini belum termasuk sebanyak 8 proyek yang tidak masuk dalam koridor BRI,” ujar Lukman.

Ditambahkannya, terdapat sebanyak 28 proyek yang tersebar dengan nilai investasi sebesar US$ 9,1 miliar tersebut.”Ada tiga proyek di pariwisata dan kawasan industri  di Sulawesi Utara dan satu proyek pengembangan Tech Park di Bali,” pungkas Ikmal Lukman.

Advertisement

Pihaknya yakin  investasi China akan tumbuh dengan baik ke depan. “Apalagi kedua negara bekerja sama membangun dalam konteks BRI,” pungkas Ikmal. Investasi China di Indonesia masuk ke sektor sekunder metal elektronika, kelistrikan, gas, air, transportasi, pergudangan,  dan telekomunikasi. Dia berharap agar investasi China kian meluas hingga ke luar Pulau Jawa. Khususnya, investasi baterai untuk mobil listrik di Morowali, Sulawesi Tengah.    

Advertisement