INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Modernisasi alur kerja (workflow) dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, dan data real-time dinilai mampu meningkatkan profitabilitas sekaligus produktivitas pekerja di lini terdepan (frontline). Hal itu terungkap dalam riset terbaru hasil kolaborasi Zebra Technologies Corporation dengan Oxford Economics yang melibatkan para pemimpin industri di sektor ritel, transportasi dan logistik (T&L), serta manufaktur.

Studi global tersebut menunjukkan bahwa organisasi yang memodernisasi workflow memperoleh manfaat finansial dan operasional yang signifikan. Selain meningkatkan efisiensi bisnis, pemanfaatan teknologi juga berdampak pada pengalaman pelanggan dan kepuasan karyawan.

Di sektor transportasi dan logistik, sebanyak 34% perusahaan yang melaporkan peningkatan pada proses pengambilan dan pengemasan barang (picking and packing) juga mencatat kenaikan retensi serta kepuasan karyawan. Sementara itu, 54% perusahaan menyatakan kecepatan operasional mereka meningkat. Adapun di sektor manufaktur, sebanyak 56% perusahaan melaporkan produktivitas yang lebih tinggi setelah melakukan modernisasi lini produksi.

Riset tersebut juga mengungkap besarnya potensi keuntungan finansial dari optimalisasi workflow. Perusahaan manufaktur yang meningkatkan pengelolaan rantai pasok dan inventaris berpotensi memperoleh tambahan laba hingga US$6,6 juta. Modernisasi workflow pemeliharaan (maintenance) berpotensi meningkatkan laba hingga US$6,2 juta, sedangkan pengembangan lini produksi memberikan nilai tambah sekitar US$3,5 juta.

Di sektor ritel, modernisasi sistem point of sale diperkirakan mampu meningkatkan laba hingga US$4 juta. Sementara di sektor transportasi dan logistik, penyempurnaan workflow pengiriman dan pemuatan barang berpotensi menghasilkan tambahan laba sebesar US$2,8 juta.

Studi ini juga mencatat percepatan adopsi AI di berbagai sektor industri. Di sektor manufaktur, sebanyak 50% pemimpin perusahaan yang ingin mengembangkan lini produksi menempatkan AI sebagai prioritas utama. Sementara itu, di sektor transportasi dan logistik, minat terhadap AI untuk mendukung proses pengiriman dan pemuatan meningkat hampir tiga kali lipat di kalangan organisasi yang terus melakukan pembenahan operasional.

Chief Technology Officer Zebra Technologies, Tom Bianculli, mengatakan hasil riset tersebut menunjukkan bahwa operasional cerdas memberikan dampak nyata bagi bisnis maupun sumber daya manusia.

"Riset terbaru ini membuktikan bahwa operasional cerdas memberikan dampak nyata yang terukur, baik bagi sumber daya manusia maupun bisnis, dengan menyederhanakan kompleksitas, meningkatkan produktivitas para pekerja di frontline, serta memperkuat engagement mereka," ujar Tom Bianculli.

Ia menambahkan, integrasi AI ke dalam workflow sehari-hari memungkinkan perusahaan mengubah data dan insight menjadi tindakan yang terukur.

"Sebagai pemimpin di bidang AI untuk pekerja frontline, kami melihat bagaimana pengintegrasian kecerdasan secara langsung ke dalam workflow sehari-hari mampu mengubah insight menjadi tindakan yang terukur, sehingga membuka gelombang produktivitas dan nilai tambah berikutnya bagi pelanggan kami," katanya.

Country Manager Indonesia Zebra Technologies, Eric Ananda, menilai temuan tersebut relevan dengan transformasi yang sedang berlangsung di sektor logistik dan manufaktur Indonesia.

"Temuan global ini sangat mencerminkan transformasi penting yang tengah berlangsung di sektor logistik dan manufaktur Indonesia. Secara khusus, riset PwC menunjukkan bahwa 96% pengguna generative AI harian di Indonesia melaporkan adanya peningkatan produktivitas, di mana tantangan utamanya saat ini bukan lagi sekadar akses terhadap teknologi," ujar Eric.

Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah memastikan pekerja frontline memiliki akses terhadap data yang terpercaya, visibilitas real-time, dan otomatisasi yang saling terhubung agar operasional berjalan lebih akurat.

"Studi ini menegaskan bahwa modernisasi workflow yang krusial tersebut tidak hanya mengurai bottleneck dalam keandalan distribusi, melainkan juga secara langsung menciptakan nilai bisnis yang terukur di lapangan," tuturnya.

Riset Zebra Technologies bersama Oxford Economics dilakukan melalui survei dan analisis ekonometrik terhadap 1.000 pimpinan senior dari sektor ritel, manufaktur, serta transportasi dan logistik di Amerika Serikat, Meksiko, Inggris, Jerman, India, Jepang, Australia, dan Selandia Baru. Penelitian tersebut menganalisis hubungan antara peningkatan workflow dengan kinerja keuangan perusahaan pada berbagai aktivitas operasional, mulai dari manajemen inventaris, kontrol kualitas, operasional pengiriman, penanganan material, hingga pencegahan kerugian.